Kebiasaan makan dan tidur menjadi lebih terganggu.
Kulit terasa hangat saat disentuh dan tampak memerah.
Detak jantung dan pernapasan menjadi lebih cepat daripada biasanya.
Munculnya bintik-bintik pada kulit.
Bayi Dikatakan Demam Suhu Berapa? Kenali Batas dan Penanganannya

- Bayi dikatakan demam saat suhu mencapai 37-38 derajat Celcius
- Tanda-tanda bayi mengalami demam antara lain gangguan makan dan tidur, kulit terasa hangat, detak jantung cepat
- Demam pada bayi dapat disebabkan oleh reaksi vaksin, paparan cuaca panas, atau daya tahan tubuh sedang melawan infeksi
Menjaga kesehatan si Kecil tentu menjadi prioritas bagi Mama. Namun, Mama mungkin akan bertanya-tanya ketika tubuh si Kecil mulai terasa panas dan menunjukkan perilaku tidak biasa dibandingkan sebelumnya.
Untuk memastikan kondisi tubuh si Kecil, Mama dapat mengeceknya melalui termometer sesuai dengan usia bayi. Namun, bayi dikatakan demam pada suhu berapa?
Kini, Popmama.com telah merangkum jawabannya disertai beberapa langkah yang perlu Mama lakukan untuk meredakan demam pada si Kecil. Yuk, Ma, simak selengkapnya.
Table of Content
Bayi Dikatakan Demam Suhu Berapa?

Secara umum bayi memiliki suhu normal pada mencapai kisaran 37 derajat Celcius. Dengan begitu, jika suhu si Kecil mencapai 37–38 derajat Celcius, maka bayi dapat dikatakan demam.
Untuk memastikan suhu si Kecil secara akurat, Mama dapat menggunakan termometer telinga hanya jika si Kecil telah berusia 6 bulan ke atas atau termometer dahi yang aman digunakan pada bayi dengan segala usia.
Tanda Bayi Mengalami Demam

Apabila si Kecil tengah mengalami demam, ia akan menunjukkan rasa tidak nyaman dan akan nampak lebih rewel daripada biasanya.
Selain itu, Mama dapat memerhatikan tanda-tanda demam lainnya pada si Kecil sebagai berikut.
Apabila si Kecil telah menunjukkan tanda-tanda tersebut dan suhu tubuhnya telah mencapai lebih dari 37 derajat Celcius, Mama sebaiknya segera melakukan penanganan demam bagi si Kecil agar kondisinya lekas membaik.
Penyebab Demam pada Bayi yang Bisa Orangtua Lakukan

Demam si Kecil dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti reaksi vaksin atau imunisasi, paparan cuaca yang terlalu panas, hingga penggunaan pakaian yang terlalu tebal.
Jika demam si Kecil muncul tanpa pemicu yang jelas, Mama dapat mencurigai bahwa kondisi tersebut merupakan demam si Kecil karena daya tahan tubuhnya sedang bekerja untuk melawan berbagai infeksi.
Cara Meredakan Demam pada Bayi

Perawatan demam bagi si Kecil dapat berbeda tergantung usianya. Apabila si Kecil mengalami demam pada usia di bawah 3 bulan, maka Mama perlu menghubungi dokter dengan segera.
Namun, jika si Kecil berada pada usia 3 bulan, Mama dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk membantu meredakan demamnya.
Mandikan si Kecil menggunakan air hangat. Sebelumnya, pastikan kesesuaian suhu airnya terlebih dahulu dengan pergelangan tangan.
Kenakan pakaian yang tipis dan nyaman agar tubuh si Kecil tidak terperangkap panas.
Pastikan tubuh si Kecil tetap terhidrasi dengan ASI ataupun susu formula.
Apabila si Kecil sedang tertidur, biarkan ia tertidur bahkan jika harus melewati waktu untuk meminum obat demam.
Untuk membantu menurunkan demam pada si Kecil, Mama dapat memberikan obat penurun panas yang telah diresepkan oleh dokter.
Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?

Pada umumnya, demam si Kecil akan mereda dengan sendirinya setelah Mama memberikan perawatan sederhana yang telah dijelaskan sebelumnya.
Namun, apabila si Kecil mengalami demam hingga mencapai suhu 40 derajat Celcius segera bawa kepada tenaga medis untuk mendapatkan perawatan khusus dengan cepat dan tepat.
Mama juga perlu waspada dan segera bawa si Kecil ke dokter apabila demam disertai dengan beberapa gejala lain, seperti lesu, sulit bernapas, muncul ruam, mengantuk berlebihan, leher kaku, kejang, hingga muntah.
Nah, itulah penjelasan tentang demam pada bayi. Semoga informasi ini membantu Mama dalam merawat si Kecil saat demam, ya, Ma.


















