Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Vaksin Anak yang Tidak Ditanggung Pemerintah tapi Penting untuk si Kecil

7 Vaksin Anak yang Tidak Ditanggung Pemerintah tapi Penting untuk si Kecil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Pemerintah menyediakan imunisasi wajib gratis, namun ada tujuh vaksin penting lain yang belum ditanggung.

  • Tujuh vaksin tersebut memiliki manfaat untuk mencegah infeksi berat.

  • Dokter anak menekankan pentingnya vaksin tambahan ini karena dapat menurunkan risiko komplikasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Vaksinasi menjadi salah satu cara paling efektif untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular. Di Indonesia, pemerintah memang telah menyediakan sejumlah imunisasi wajib secara gratis untuk membantu menjaga kesehatan anak sejak dini. Namun, tidak semua jenis vaksin masuk dalam program imunisasi nasional.

Melalui konten edukasi di Instagram, Dokter Spesialis Anak Agus Wijata lewat Instagramnya, @dr.aguswijata, menjelaskan bahwa ada beberapa vaksin tambahan yang tidak termaksud dalam program pemerintah. Padahal, vaksin-vaksin ini berperan penting untuk mencegah penyakit berat, rawat inap, hingga komplikasi serius pada anak.

Berikut Popmama.com rangkum vaksin anak yang tidak ditanggung pemerintah tapi penting untuk si Kecil.

Table of Content

1. Vaksin influenza

1. Vaksin influenza

Vaksin Anak yang Tidak Ditanggung Pemerintah tapi Penting untuk si Kecil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Vaksin influenza berfungsi untuk melindungi anak dari infeksi virus flu yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Meski sering dianggap penyakit ringan, flu pada anak terutama usia di bawah 5 tahun bisa menyebabkan komplikasi serius karena sistem imun mereka belum berkembang sempurna.

Selain membantu mencegah infeksi, vaksin influenza juga dapat menurunkan risiko komplikasi seperti infeksi telinga, pneumonia, bronkitis, hingga serangan asma. Anak umumnya sudah bisa mendapatkan vaksin influenza sejak usia 6 bulan. Vaksin diberikan satu kali setiap tahun.

Untuk anak usia 6 bulan hingga 8 tahun yang baru pertama kali vaksin flu, biasanya diperlukan dua dosis dengan jarak sekitar 4 minggu. Vaksin influenza tersedia dalam bentuk suntikan dan semprotan hidung (nasal spray). Metode semprotan hidung hanya dianjurkan untuk anak dengan kondisi kesehatan tertentu.

2. Vaksin varicella

Vaksin Anak yang Tidak Ditanggung Pemerintah tapi Penting untuk si Kecil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Vaksin varicella diberikan untuk mencegah cacar air atau chickenpox yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster. Penyakit ini sangat mudah menular pada anak-anak dan ditandai dengan demam serta munculnya bintik berisi cairan yang terasa gatal di seluruh tubuh.

Walaupun sering dianggap penyakit ringan, cacar air tetap berisiko menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, infeksi berat, hingga dehidrasi jika tidak ditangani dengan baik. Vaksin varicella membantu tubuh membentuk antibodi sehingga anak memiliki perlindungan terhadap virus penyebab cacar air. Jika tetap terinfeksi, gejala biasanya jauh lebih ringan dan proses pemulihan lebih cepat.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksin varicella mulai diberikan saat anak berusia 1 tahun. Untuk anak di atas 13 tahun yang belum pernah vaksin, pemberian dilakukan dua dosis dengan jarak 4–8 minggu.

3. Vaksin hepatitis A

Vaksin Anak yang Tidak Ditanggung Pemerintah tapi Penting untuk si Kecil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Hepatitis A merupakan infeksi hati akibat virus Hepatitis A (HAV) yang dapat menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti demam, mual, nyeri perut, lemas, hingga mata dan kulit menguning (jaundice).

Vaksin Hepatitis A penting diberikan untuk membantu melindungi fungsi hati anak dan mencegah penyebaran virus di lingkungan sekitar. Selain memberi perlindungan jangka panjang, vaksin ini juga membantu mengurangi risiko komplikasi serius pada anak dengan kondisi tertentu, termasuk yang memiliki gangguan hati. Vaksin ini direkomendasikan mulai usia 1 tahun ke atas dan diberikan dalam dua dosis sesuai jadwal dokter.

4. Vaksin typhoid

Vaksin Anak yang Tidak Ditanggung Pemerintah tapi Penting untuk si Kecil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Vaksin typhoid atau tifoid digunakan untuk mencegah penyakit tifus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini mudah menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dan sering menyebabkan anak harus menjalani rawat inap.

Gejala tifus biasanya muncul bertahap, mulai dari demam tinggi, sakit kepala, nyeri perut, mual, hingga tubuh terasa sangat lemas. Jika tidak ditangani dengan tepat, tifus dapat menyebabkan komplikasi serius seperti perdarahan usus.

Saat ini terdapat beberapa jenis vaksin tifoid, termasuk vaksin suntik dan vaksin tifoid konjugat (TCV) yang memberikan perlindungan lebih lama. Vaksin tifoid direkomendasikan untuk anak usia di atas 2 tahun, terutama yang tinggal di daerah dengan risiko tinggi penularan tifus atau sering jajan di luar rumah.

5. Vaksin japanese encephalitis (JE)

Vaksin Anak yang Tidak Ditanggung Pemerintah tapi Penting untuk si Kecil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Japanese Encephalitis (JE) adalah penyakit radang otak akibat infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex. Penyakit ini banyak ditemukan di wilayah Asia, termasuk Indonesia, terutama di area persawahan dan daerah endemis.

Pada tahap awal, gejala JE bisa menyerupai flu biasa seperti demam dan batuk pilek. Namun, dalam kondisi berat penyakit ini dapat menyebabkan kejang, gangguan saraf, penurunan kesadaran, bahkan kematian.

Vaksin JE diberikan pemerintah hanya di beberapa daerah endemis saja. Padahal, risiko penularan tetap ada ketika anak bepergian ke wilayah dengan kasus JE tinggi. IDAI merekomendasikan vaksin JE mulai usia 9 bulan. Untuk anak, vaksin diberikan dua dosis sesuai jadwal dokter agar perlindungan lebih optimal.

6. Vaksin dengue

Vaksin Anak yang Tidak Ditanggung Pemerintah tapi Penting untuk si Kecil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Vaksin dengue diberikan untuk membantu melindungi anak dari demam berdarah dengue (DBD). Saat ini, vaksin dengue TAK-003 telah mendapat persetujuan BPOM dan menunjukkan efektivitas yang baik dalam menurunkan risiko rawat inap akibat dengue.

Vaksin dengue dapat diberikan pada anak usia 4 tahun hingga orang dewasa usia 60 tahun. Pemberiannya dilakukan sebanyak dua dosis dengan jarak tiga bulan. Meski belum masuk program imunisasi nasional, vaksin ini sudah tersedia di berbagai rumah sakit dan klinik swasta.

7. Vaksin HFMD

Vaksin Anak yang Tidak Ditanggung Pemerintah tapi Penting untuk si Kecil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Vaksin HFMD diberikan untuk membantu melindungi anak dari penyakit Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau flu Singapura yang banyak menyerang balita dan anak usia kecil. Penyakit ini disebabkan oleh virus, terutama Enterovirus 71 (EV71), dan sangat mudah menular.

Gejalanya biasanya diawali dengan demam, sariawan di mulut, lalu muncul ruam atau bintik merah di telapak tangan dan kaki. Walaupun sebagian besar kasus dapat sembuh sendiri, HFMD tetap bisa membuat anak sulit makan, rewel, hingga mengalami dehidrasi akibat luka di mulut.

Vaksin HFMD umumnya diberikan pada anak usia 6 bulan hingga 3 tahun sebanyak dua dosis dengan jarak satu bulan untuk membantu memberikan perlindungan lebih optimal.

Nah, itu tadi berbagai vaksin anak yang tidak ditanggung pemerintah tapi penting untuk si Kecil. Yuk, berikan perlindungan untuk si Kecil sejak dini!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More