Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anak Sudah Minum Parasetamol, Kenapa Demam akibat Influenza A Masih Tinggi?
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Influenza A dapat memicu demam tinggi karena respons imun menaikkan setelan suhu tubuh; kondisi ini merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi.

  • Parasetamol membantu menurunkan suhu dan membuat anak lebih nyaman, tetapi tidak membunuh virus; suhu dapat turun lalu naik selama infeksi dan peradangan berlangsung.

  • Demam tanpa komplikasi umumnya berlangsung 3–4 hari ; segera ke IGD bila muncul tanda bahaya seperti sesak atau kejang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Demam hingga 39–40°C saat anak terkena Influenza A tentu bisa membuat Mama khawatir, terlebih ketika suhu tubuh masih tinggi meski sudah diberikan obat penurun panas seperti parasetamol. Namun, kondisi tersebut belum tentu berarti obatnya tidak bekerja.

Kekhawatiran tersebut dijawab oleh dr. Ardi Santoso, Sp.A., M.Kes., seorang dokter spesialis anak sekaligus pediatric health counselor yang turut membagikan informasi terkait demam dan Influenza A pada anak. Menurutnya, demam merupakan bagian dari respons tubuh ketika melawan infeksi.

Berikut Popmama.com rangkum alasan kenapa demam akibat influenza A masih tinggu meski sudah minum parasetamol.

1. Influenza A memang bisa menyebabkan demam tinggi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Ketika virus influenza masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan anak akan segera memberikan respons untuk melawan infeksi. Sel-sel imun kemudian melepaskan berbagai zat yang disebut mediator inflamasi.

Sinyal tersebut kemudian memengaruhi pusat pengatur suhu di otak bernama hipotalamus. Salah satunya dengan meningkatkan produksi senyawa prostaglandin yang membuat hipotalamus menaikkan set-point atau "setelan" suhu tubuh. Akibatnya, tubuh anak mengalami demam dan bahkan bisa terasa dingin atau menggigil.

“Demam tinggi pada Influenza A bukan semata-mata karena virusnya 'ganas'. Demam merupakan bagian dari respons pertahanan tubuh terhadap infeksi,” tulis dr. Ardi dalam unggahan Instagram-nya, seperti yang dikutip Popmama.com pada Kamis (1/10/2026).

2. Anak sudah minum parasetamol, kenapa demam influenza A belum turun?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Obat penurun panas seperti parasetamol membantu menurunkan set-point suhu tubuh sehingga anak menjadi lebih nyaman. Namun, obat tersebut tidak secara langsung membunuh virus influenza dan tidak menghentikan seluruh respons imun tubuh terhadap infeksi.

Selama proses infeksi dan peradangan masih berlangsung, suhu tubuh anak bisa saja turun setelah minum obat, kemudian kembali naik. Misalnya, suhu yang awalnya 39,8°C turun menjadi 38,7°C setelah pemberian obat. Kondisi tersebut bukan berarti obat gagal hanya karena suhu belum kembali ke kisaran 36–37°C.

Karena itu, dr. Ardi mengingatkan Mama agar tidak hanya berfokus pada angka suhu. Yang tidak kalah penting adalah melihat apakah anak masih dapat minum, aktif, sadar dengan baik, bernapas normal, dan tetap buang air kecil.

3. Demam influenza A biasanya berlangsung berapa lama?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Pada influenza tanpa komplikasi, demam biasanya berlangsung sekitar 3–4 hari dan kemudian berangsur mereda seiring tubuh mengendalikan infeksi. Pada awal sakit, suhu tubuh anak masih bisa fluktuatif, bahkan setelah minum obat.

Kondisi tersebut masih dapat terjadi selama anak secara keseluruhan dalam keadaan baik. Namun, jika kondisi anak justru semakin memburuk atau demam yang sempat menghilang kemudian kembali tinggi, perlu dilakukan evaluasi untuk melihat kemungkinan terjadinya komplikasi.

Selain itu, penanganan influenza tidak selalu hanya berfokus pada menurunkan demam. dr. Ardi juga menyertakan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics 2026-2027 terkait pemberian antivirus yang perlu dilakukan sedini mungkin pada anak dengan influenza yang dirawat di rumah sakit, mengalami penyakit berat, atau memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi.

4. Langkah penanganan awal saat anak demam karena Influenza A

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Mama tidak perlu hanya berfokus pada target agar suhu tubuh segera kembali normal. Hal yang dapat dilakukan di rumah meliputi:

  1. Berikan parasetamol atau ibuprofen sesuai usia, berat badan, dan indikasi.

  2. Pastikan anak mendapatkan cukup cairan untuk membantu mencegah dehidrasi.

  3. Kenakan pakaian yang nyaman dan jangan membungkus anak dengan pakaian atau selimut yang terlalu tebal.

  4. Berikan waktu istirahat yang cukup dan pastikan suhu ruangan tetap nyaman.

  5. Pantau kondisi anak, terutama napas, kesadaran, aktivitas, jumlah cairan yang diminum, dan frekuensi BAK.

  6. Jangan hanya berfokus pada angka termometer. Kondisi anak secara keseluruhan lebih penting untuk diperhatikan.

5. Kapan anak dengan Influenza A harus segera ke IGD?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Mama sebaiknya tidak menunggu demam turun terlebih dahulu jika anak menunjukkan tanda bahaya. Segera cari pertolongan medis apabila anak mengalami:

  1. Sulit bernapas, napas cepat, atau tampak ada tarikan dinding dada (retraksi).

  2. Bibir atau wajah tampak kebiruan.

  3. Sangat lemas, sulit dibangunkan, atau respons anak menurun.

  4. Kejang.

  5. Tidak mau atau tidak mampu minum.

  6. Tanda dehidrasi atau BAK sangat berkurang.

  7. Nyeri dada.

  8. Demam sangat tinggi yang tetap tidak terkontrol.

  9. Sempat membaik, tetapi demam atau batuk kembali muncul dan kondisinya semakin berat.

Nah, itu dia penjelasan terkait alasan demam influenza A belum turun meski anak sudah minum parasetamol. Semoga informasi ini dapat menjawab kekhawatiran mama, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article