Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bayi 10 Bulan di Palangka Raya Alami Batuk hingga Muntah akibat Karhutla
Instagram.com/monicaaidenjenar
  • Bayi Monica yang berusia 10 bulan mengalami batuk parah hingga muntah di tengah kabut asap karhutla di Palangka Raya.

  • Monica membawa bayinya ke dokter spesialis anak, menggunakan nebulizer, dan menjalani terapi oksigen setiap pekan.

  • AC dan dua air purifier belum sepenuhnya membantu karena indikator alat masih merah menjelang subuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimatan telah memberikan dampak buruk pada kesehatan masyarakat sekitar, termasuk bayi dan anak-anak.

Kondisi ini dirasakan oleh Monica, seorang mama yang tinggal di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ia menceritakan kondisi buah hatinya yang masih berusia 10 bulan dan mengalami batuk parah hingga muntah di tengah pekatnya kabut asap akibat karhutla.

Berikut Popmama.com telah menyiapkan rangkuman soal bayi 10 bulan di Palangka Raya alami batuk hingga muntah akibat karhutla.

1. Bayi 10 bulan mengalami batuk parah hingga muntah

Monica mengungkapkan bahwa bayinya mulai mengalami batuk sejak tiga bulan lalu, tepatnya ketika kabut asap di wilayah tempat tinggalnya mulai menebal. Seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut justru semakin memburuk, terutama dalam dua pekan terakhir.

Batuk yang dialami sang bayi bahkan menjadi lebih parah pada malam hari dan menjelang subuh. Dalam kondisi tersebut, anak Monica kerap mengalami batuk hebat hingga muntah.

2. Monica telah membawa bayinya berobat dan menjalani terapi oksigen

Instagram.com/monicaaidenjenar

Untuk membantu meredakan kondisi sang anak, Monica telah membawa bayinya ke dokter spesialis anak agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Selain pengobatan dari dokter, ia juga mengupayakan perawatan lain, termasuk pijat untuk membantu meredakan gejala batuk dan pilek serta penggunaan nebulizer.

Monica juga rutin membawa buah hatinya menjalani terapi oksigen di rumah aman asap setiap pekan. Berbagai upaya tersebut dilakukan untuk membantu menjaga kondisi kesehatan sang bayi di tengah paparan kabut asap yang masih terjadi di wilayahnya.

3. AC dan Air Purifier tidak terlalu membantu kondisi sang anak

Instagram.com/monicaaidenjenar

Tidak hanya mengandalkan pengobatan, Monica juga berusaha menjaga kualitas udara di dalam rumah, terutama di kamar sang bayi. Ia menyalakan AC dan memasang dua unit air purifier untuk membantu mengurangi paparan polusi udara di ruangan tempat anaknya beristirahat.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya membuatnya tenang. Monica mengatakan bahwa indikator pada alat pembersih udara masih menunjukkan warna merah setiap menjelang subuh.

Kondisi ini membuatnya semakin khawatir terhadap kualitas udara yang dihirup sang anak, terlebih ketika batuk yang dialami bayinya cenderung memburuk pada waktu tersebut.

Itu dia informasi mengenai bayi 10 bulan di Palangka Raya alami batuk hingga muntah akibat karhutla. Tak hanya Monica, banyak Mama di luar sana yang anaknya ternyata mengalami kondisi serupa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article