Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bolehkah Bayi Makan Cokelat? Ini yang Perlu Mama Ketahui
magnific/pressfoto
  • Cokelat sebaiknya tidak buru-buru dikenalkan saat MPASI, karena makanan bayi perlu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi untuk mendukung tumbuh kembang.
  • Produk olahan cokelat dapat mengandung gula tambahan dan bahan lain; WHO menyarankan anak usia 6–23 bulan menghindari makanan tinggi gula, garam, serta lemak trans.
  • Menu MPASI perlu mengutamakan sayur, buah, protein, produk susu tanpa gula tambahan, dan biji-bijian karena lebih kaya nutrisi dibanding cokelat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Cokelat tidak disarankan buru-buru dikenalkan kepada bayi saat masa MPASI karena menu bayi perlu mengutamakan energi dan zat gizi.
  • Who?
    Bayi usia MPASI, terutama 6–23 bulan, serta orang tua yang menyiapkan makanan pendamping ASI.
  • Where?
    Dalam pemberian makanan pendamping ASI kepada bayi di lingkungan keluarga.
  • When?
    MPASI mulai diberikan sekitar usia 6 bulan; anak usia 6–23 bulan dianjurkan menghindari makanan tinggi gula, garam, dan lemak trans.
  • Why?
    Produk cokelat dapat mengandung gula tambahan dan bahan lain, sementara bayi membutuhkan makanan beragam serta kaya nutrisi untuk tumbuh kembang.
  • How?
    Orang tua perlu memeriksa kandungan produk dan mengutamakan sayur, buah, protein, produk susu tanpa gula tambahan, serta biji-bijian dalam menu bayi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi sebaiknya tidak cepat diberi cokelat. Saat mulai makan sekitar umur 6 bulan, bayi perlu makanan sehat agar tumbuh besar. Mama bisa memberi sayur, buah, protein, susu tanpa gula, dan biji-bijian. Cokelat bisa punya banyak gula, garam, atau lemak. Jadi Mama perlu lihat isinya dulu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat melihat si Kecil mulai tertarik dengan makanan yang disantap orang di sekitarnya, Mama mungkin ingin mengenalkan berbagai rasa, termasuk cokelat.

Namun, makanan yang terlihat aman untuk orang dewasa belum tentu cocok diberikan kepada bayi.

Sebelum sang Bayi mencicipinya, Mama perlu mengetahui beberapa hal agar pemberiannya tetap sesuai.

Jadi, bolehkah bayi makan cokelat? Berikut Popmama.com akan membagikan informasi lengkapnya di bawah!

1. Bolehkah bayi makan cokelat?

earlyadvantagedcc.com

Melansir BabyCenter, cokelat sebaiknya tidak menjadi makanan yang buru-buru dikenalkan kepada si Kecil.

Pada masa MPASI, makanan yang diberikan perlu lebih dulu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi untuk mendukung tumbuh kembang.

MPASI sebaiknya mulai diberikan sekitar usia 6 bulan dengan pilihan makanan yang beragam, aman, dan kaya nutrisi.

Oleh karena itu, Mama perlu mempertimbangkan jenis makanan yang diberikan sebelum menambahkan cokelat ke dalam menu sang Bayi.

2. Cek kandungan sebelum memberikan

unsplash.com/Camila Mofsovich

Tidak semua cokelat memiliki komposisi yang sama. Produk olahan cokelat dapat mengandung gula tambahan dan bahan lain yang membuatnya kurang ideal untuk menjadi bagian dari pola makan si Kecil.

World Health Organization (WHO) dalam panduan MPASI merekomendasikan anak usia 6–23 bulan menghindari makanan tinggi gula, garam, dan lemak trans.

Jadi, Mama sebaiknya tidak hanya melihat rasa atau bentuk cokelat, tetapi juga memperhatikan kandungannya.

3. Utamakan makanan kaya nutrisi

freepik.com

Saat MPASI, si Kecil membutuhkan makanan yang beragam dan kaya zat gizi untuk mendukung tumbuh kembangnya. 

CDC merekomendasikan bayi mendapatkan berbagai jenis makanan, seperti sayur, buah, sumber protein, produk susu tanpa gula tambahan, dan biji-bijian.

Mama sebaiknya mengutamakan makanan bernutrisi dalam menu sang Bayi. Cokelat tidak perlu menjadi pilihan utama karena masih banyak makanan lain yang lebih kaya zat gizi.

Nah, itu dia informasi tentang bolehkah bayi makan cokelat. Semoga tulisan ini bisa  menambah informasi, ya, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article