Kapan Anak Boleh Memakai Lensa Kontak?

Kesehatan mata anak sangat penting mendapatkan perhatian. Banyak kasus anak yang mengalami kesulitan dalam melihat sehingga mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupannya.
Mulai dari penurunan nilai akademik karena anak tidak dapat mengikuti kegiatan belajar secara maksimal hingga anak kesulitan beraktivitas sehari-hari.
Saat mengalami kesulitan melihat, entah itu mata minus, plus, atau silinder, umumnya dokter akan menyarankan anak menggunakan alat bantu penglihatan.
Selain kacamata, tentu mama sudah tidak asing dengan penggunaan lensa kontak sebagai alat bantu penglihatan.
Tetapi apakah anak-anak boleh menggunakan lensa kontak?
Berikut ini Popmama.com merangkum informasi tentang kapan anak boleh memakai lensa kontak, dilansir dari Moms.com:
1. Sudah dapat memakai lensa kontak sendiri

Anak usia delapan tahun secara fisik sudah dapat memakai lensa kontak sendiri. Tetapi hal ini bukan berarti semua anak berada pada tingkat kesiapan yang sama, Ma. Orangtua perlu mempertimbangkan kapan saat anak bisa memakai lensa kontak sendiri dengan benar, tanpa merusaknya atau berkali-kali mencoba menggunakannya dan gagal.
2. Minimal usia 12 tahun

Sebagian besar dokter bersedia meresepkan pemakaian lensa kontak pada anak minimal usia 12 tahun. Biasanya di usia ini anak sudah mulai siap memakai lensa kontak sendiri secara hati-hati dan juga siap merawatnya.
Selain itu, usia 12 tahun sudah dekat dengan usia remaja sehingga lebih minim risiko masalah jangka panjang pemakaian lensa kontak ketimbang saat anak berusia lebih muda.
3. Melihat tingkat kedewasaan anak

Tingkat kedewasaan anak juga harus diperhitungkan dalam hal pemakaian lensa kontak ini. Anak perlu mengetahui bahwa pemakaian lensa kontak bukan untuk bergaya, melainkan untuk mendukung penglihatan.
Jika anak belum cukup dewasa dan bertanggungjawab merawat lensa kontak yang benar, bisa menimbulkan infeksi mata serius.
4. Memperhatikan kemampuan anak menjaga kebersihan dirinya

Sebaiknya anak diberi pemahaman untuk menjaga kebersihan lensa kontak dan secara umum menjaga kebersihan dirinya sendiri. Jika anak masih harus diperingatkan tentang menjaga kebersihan dirinya alih-alih melakukannya sendiri, orangtua perlu mempertimbangkan lagi apakah anak sudah siap memakai lensa kontak atau belum.
5. Pertimbangkan aktivitas anak

Pemakaian kacamata memang tak nyaman bagi anak yang banyak beraktivitas disik, seperti saat berolahraga. Karenanya, lensa kontak mungkin lebih praktis dan nyaman digunakan sehari-hari. Selain itu, pemakaian lensa kontak meminimalisir kerusakan yang dapat membahayakan anak, seperti bingkai kacamata yang patah atau kaca yang retak dan pecah.
Meskipun nyaman dikenakan bagi anak yang aktivitas fisiknya tinggi, tetapi lensa kontak butuh perawatan dan pemahaman dalam memakainya supaya tidak mencederai mata.
Kapan saatnya anak memakai lensa kontak bervariasi pada tiap anak, tergantung pada situasi dan kondisi tiap anak. Sebelum memutuskan, diskusikan dengan dokter mata anak untuk mengetahui pro dan kontra penggunaan lensa kontak pada anak.
Semoga informasi ini bermanfaat.



















