Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apakah Benar Alergi Dapat Menyebabkan Demam? Simak Faktanya!

Apakah Benar Alergi Dapat Menyebabkan Demam? Simak Faktanya!
Freepik/user18526052

Beberapa orangtua mungkin seringkali mengira bahwa demam adalah reaksi yang akan segera timbul ketika anak berhadapan dengan sesuatu bahan pemicu alergi di sekitarnya. 

Faktanya, belum tentu demam disebabkan secara langsung oleh alergi. 

Biasanya, respon tubuh yang teridentifikasi sebagai gejala alergi meliputi hidung pilek, mata berair dan gatal, ruam di kulit, sampai sakit tenggorokan. 

Demam tidak menjadi gejala umum dari alergi. Namun, dalam beberapa kasus terdapat beberapa anak yang mengalami respons alergi disertai dengan demam tinggi. 

Kira-kira bagaimana penjelasan ilmiahnya, ya, Ma?

Berikut Popmama.com akan melampirkan fakta kesehatan yang menjelaskan mengenai keterkaitan alergi dapat menyebabkan demam lewat rangkuman data di bawah ini!

1. Alergi tidak menyebabkan demam secara langsung

Freepik
Freepik

Perbedaan alergi dengan RSV (respiratory syncytial virus atau infeksi virus saluran pernapasan), Covid-19, dan infeksi virus lainnya adalah bahwa alergi tidak menyebabkan demam.

Berdasarkan penjelasan dari dr. Natasha Burgert, M.D., seorang dokter anak bersertifikat untuk Pediatric Associates di Overland Park, alergi tidak bisa memicu kenaikan suhu di dalam tubuh. Jika orangtua mendeteksi demam atau suhu tinggi pada anak setelah terpapar alergen, itu bukanlah gejala dari alergi. Demam tersebut adalah efek dari infeksi yang disebabkan oleh alergi. 

Alergi dapat terjadi ketika tubuh bereaksi secara tidak biasa terhadap zat yang dianggap berbahaya. Akibat terpapar alergen tersebut, sistem kekebalan tubuh akhirnya memproduksi antibodi dan histamin untuk melawan zat tersebut.

Karena tubuh sedang melawan alergi, maka akan lebih rentan bagi anak untuk terinfeksi dan terserang virus tertentu. 

Suhu tinggi pada badan anak tidak disebabkan langsung oleh alergi, melainkan kemungkinan besar dipicu oleh infeksi yang mendasarinya.

Jika si Kecil demam, itu berarti tubuhnya sedang berada dalam fase melawan infeksi virus atau bakteri daripada alergi.

2. Gejala alergi secara langsung didominasi oleh rasa gatal

Freepik/stockking
Freepik/stockking

Dikutip dari penjelasan dokter ahli alergi, dr. Edwin Kim, M.D., ada persamaan gejala antara alergi, RSV, Covid-19, dan infeksi virus lainnya yaitu dapat menyebabkan pilek, hidung tersumbat, iritasi mata, dan batuk yang signifikan.

Namun biasanya, alergi menyebabkan mata terasa sangat gatal, hidung gatal, bahkan memicu kulit gatal. 

Kegatalan adalah gejala paling umum pada penyakit alergi yang bisa terjadi pada anak. 

Si Kecil yang mengalami alergi dapat diamati akan lebih sering menggosok mata dan hidung, serta terisak dan banyak berdeham.

3. Cara meredakan demam akibat infeksi yang dipicu alergi

Freepik/master1305
Freepik/master1305

Seperti pada penjelasan para dokter di poin sebelumnya, demam tidak disebabkan oleh alergi. 

Jika si Kecil mengalami kenaikan suhu tubuh, kemungkinan ada penyebab lain yang menjadi faktornya. Bisa jadi, hal tersebut disebabkan oleh virus seperti influenza atau infeksi bakteri seperti radang tenggorokan atau infeksi telinga, kelelahan, dan masih banyak bentuk infeksi lainnya yang memungkinkan timbulnya demam pada anak. 

Konsultasikan kepada dokter terkait gejala yang mengkhawatirkan pada si Kecil. 

Bisa jadi, demam pada anak mama perlu diobati dengan antibiotik jika terdeteksi adanya infeksi bakteri. Tetap pastikan Mama juga mengatasi gejala alergi pada anak, ya, Ma!

Selalu pastikan pula kepada dokter tentang keamanan obat yang dikonsumsi anak dan apakah sudah sesuai dengan kebutuhan mereka. 

4. Cara mengetahui apakah anak mempunyai alergi

Freepik
Freepik

Untuk menentukan apakah gejala pada si Kecil disebabkan oleh alergi, Mama bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis alergi atau imunolog.

Ada beberapa langkah yang bisa Mama lakukan untuk membantu dokter memberikan diagnosis lebih optimal:

  • Berikan riwayat medis anak secara yang terperinci. Hal ini akan membantu dokter untuk menemukan hubungan antara gejala pada anak dengan alergen yang ia alami.
  • Catat kapan gejala si Kecil muncul, selama apa hal itu berlangsung, dan apakah pernah menghilang. Jika alergi bersifat musiman, informasi tersebut dapat menjadi salah satu kunci untuk menganalisis alergi lebih dalam. 
  • Lakukan tes alergi untuk memeriksa reaksi si Kecil terhadap beberapa alergen. 

Itulah, Ma, fakta seputar keterkaitan demam dengan alergi. Pada dasarnya, demam bukanlah gejala umum dari alergi, jadi jika anak Mama tiba-tiba demam sehabis mengonsumsi sesuatu, kemungkinan besar itu disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri dan bukan alergi. 

Ketahuilah apakah anak mempunyai alergi atau tidak terhadap sesuatu bahan atau zat sedari dini supaya Mama bisa lebih mudah mengantisipasi. 

Share
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

5 Tanda Jika Pertemanan Anak Remaja Tidak Sehat

03 Apr 2026, 11:05 WIBBig Kid