7 Cara Mengembangkan Perilaku Positif pada Anak Sejak Dini

Memiliki sikap positif dalam hidup dapat membantu anak mengatasi masalah dalam hidupnya

15 Juni 2021

7 Cara Mengembangkan Perilaku Positif Anak Sejak Dini
Freepik/Senivpetro

Sebagai orangtua, tentu tidak mudah ketika mendengarkan anak mengungkapkan pikiran negatif, atau melihatnya berada dalam perasaan seperti keraguan diri, kesedihan, atau kemarahan.

Pikiran negatif ini biasanya didorong oleh rasa takut, ragu, atau malu, yang menghasilkan bahan kimia stres di otak. Pada akhirnya, pikiran negatif dapat membentuk bagaimana seorang anak bersikap pada dirinya dan dunia di sekitarnya.

Tetapi sebagai orangtua, ada banyak hal yang dapat Mama lakukan untuk membantu anak mengembangkan pikiran serta perilaku yang lebih positif tentang dirinya sendiri dan dunianya.

Berikut ini Popmama.com akan membahas 7 cara yang dapat mengembangkan perilaku positif pada anak. Apa saja aktivitasnya? Simak di bawah ini!

Apakah Pikiran Negatif itu Buruk?

Apakah Pikiran Negatif itu Buruk
Freepik/Odua

Tidak ada emosi "buruk". Semua pikiran dan perasaan anak adalah valid dan nyata. Baik pikiran dan emosi positif maupun negatif, memainkan peran yang berharga dalam cara anak melihat dunia di sekitarnya.

Misalnya, kesedihan dapat membantu anak dalam berperilaku pada masa-masa sulit di masa depan, dan anak tidak akan memiliki “kompas moral” jika ia tidak pernah merasa malu atau bersalah.

Seorang psikolog asal Denmark, Svend Brinkmann menjelaskan bahwa tekanan untuk berpikir positif dan selalu ceria dapat mengubah kebahagiaan menjadi “tugas dan beban”. Selain itu, mencoba untuk bahagia sepanjang waktu, menjauhkan anak dari emosinya, yang sebenarnya tidak sehat.

Penghindaran emosional bisa menjadi salah satu penyebab utama dari banyak masalah psikologis. Untuk alasan ini, maka tidak perlu menekan anak untuk menghindari atau mengabaikan emosi negatif.

Cara untuk Mendorong Perilaku Positif pada Anak

Mama dapat mengajari anak untuk menerima emosi negatif dan memprosesnya dengan cara yang sehat, sehingga mendorong pemikiran positif dan afirmasi positif. Berikut adalah tujuh cara yang dapat Mama praktikkan bersama anak untuk mendorong sikap yang lebih positif.

1. Biarkan anak tahu bahwa tidak apa-apa untuk mengungkapkan perasaannya

1. Biarkan anak tahu bahwa tidak apa-apa mengungkapkan perasaannya
Freepik/Olganosova

Salah satu cara untuk membantu anak mama menerima hal positif dalam hidup adalah dengan membiarkannya mengakui emosi yang dirasakan. Baik itu kesedihan, kebahagiaan, ketakutan, rasa malu, kecemasan, atau emosi lainnya. Beri tahu ia bahwa bahagia atau sedih itu normal.

Begitu anak belajar menerima perasaan ini, tidak akan ada ruang untuk hal-hal negatif. Jika anak tidak senang atau marah, tanyakan padanya tentang masalahnya. Begitu anak memberi tahu Mama masalah dan perasaannya, buat ia mengerti bahwa awan negatif ini akan berlalu.

Katakan padanya bahwa ia harus belajar mencoba mencari solusi, daripada mengkhawatirkan masalahnya. Dengan cara ini anak akan mengerti bahwa setiap masalah memiliki solusi. Anak juga akan segera belajar untuk melihat hal-hal secara positif.

Editors' Picks

2. Jadilah panutan

2. Jadilah panutan
Freepik/Karlyukav

Anak belajar banyak dari orangtuanya. Jika Mama tetap positif dalam hidup, anak akan mengembangkan sikap yang sama. Mama mungkin tidak menyadarinya, tetapi anak dapat mengamati setiap tindakan, perasaan, dan emosi yang Mama keluarkan.

Perlahan dan bertahap anak mulai mengikuti apa pun yang orangtuanya pikirkan atau yakini. Tunjukkan padanya bahwa tetap positif dalam menghadapi kesulitan dan segala sesuatu yang mengikutinya adalah mungkin dan bisa menjadi baik.

Ini akan membantu anak mengembangkan sikap positif.

3. Mendorong dan memotivasi anak

3. Mendorong memotivasi anak
Freepik/Yanalya

Jika anak merasa sedih atau kehilangan motivasi, dorong ia untuk melihat hal-hal positif dalam hidup. Hargai anak ketika berhasil dalam sesuatu, dan jangan memarahinya jika melakukan kesalahan atau tindakan negatif.

Sebaliknya, jelaskan padanya dengan sopan bahwa perilaku negatif tidak dapat diterima dan ajari bagaimana memperbaiki kesalahannya.

Ketika Mama menjelaskan pada anak bagaimana memperbaiki kesalahannya, Mama akan menanamkan sikap positif dalam diri anak.

4. Beri anak kebebasan memilih

4. Beri anak kebebasan memilih
Freepik/Tirachardz

Mendisiplinkan anak memang penting, tetapi pada saat yang sama, ia juga harus diberi kebebasan. Terkadang, tak apa-apa membiarkan anak-anak melakukan hal-hal dengan cara yang ia inginkan selama tidak melanggar nilai-nilai norma. Biarkan anak mengejar impian dan keinginannya.

5. Biarkan anak dikelilingi oleh orang-orang yang positif

5. Biarkan anak dikelilingi oleh orang-orang positif
Freepik/Gpointstudio

Orang-orang yang berteman dengan anak, dapat sangat memengaruhinya. Sehingga, jika anak dikelilingi oleh orang-orang yang positif, itu juga memengaruhi caranya memandang sesuatu. Maka dari itu, pastikan anak mama berada di sekitar orang-orang yang bahagia dan positif.

6. Dorong anak untuk berbicara tentang peristiwa positif

6. Dorong anak berbicara tentang peristiwa positif
Freepik/tirachardz

Penting bagi setiap orangtua untuk menanyakan bagaimana hari anak, namun pastikan Mama lebih menekankan pada peristiwa positif daripada menekankan pada yang negatif. Tunjukkan padanya bahwa peristiwa positif memiliki kekuatan untuk mengalahkan peristiwa negatif.

Mendorongnya untuk fokus pada peristiwa positif dapat membantu anak menyadari bahwa sikap positif terhadap kejadian sehari-hari, dapat memberinya “hari bebas stres”, dan pada akhirnya, anak akan lebih condong ke arah sikap positif dalam hidup.

7. Ajarkan moral dan nilai-nilai kepada anak

7. Ajarkan moral nilai-nilai kepada anak
Freepik/Alf061

Dengan mengajari anak perilaku apa yang benar dan yang salah, dapat memudahkan anak untuk menjalani kehidupan yang lebih positif. ini bisa terjadi ketika Mama mengajarkan moral dan nilai pada anak sejak dini.

Ketika anak mengetahui pedoman nilai-nilainya, ia akan mengetahui perilaku yang dilakukannya benar, sehingga tidak akan memiliki rasa bersalah, keraguan, atau penyesalan tentang perbuatan salah.

Dengan tidak adanya rasa takut, rasa bersalah, dan keraguan, anak akan lebih mudah mengembangkan sikap positif. Namun, mengajari anak secara teori bisa membuatnya cepat bosan atau tidak tertarik dengan apa yang Mama sampakan.

Sebagai solusinya, Mama dapat menceritakan kisah-kisah positif kepadanya atau memanjakan anak dalam kegiatan dan permainan berpikir positif. Dengan cara ini anak akan belajar pelajaran berharga dengan cara yang menyenangkan.

Nah itulah beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk mengembangkan perilaku positif pada anak. Memiliki sikap positif terhadap kehidupan dapat membantu anak mengatasi masalah apa pun dalam hidup. Semoga informasi di atas dapat membantu Mama dalam menanamkan hal positif pada anak-anak ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.