Sopir Penabrak Anak WNI di Singapura Kini Jadi Tersangka

- Sopir yang menabrak anak WNI berusia enam hingga tewas tahun kini berstatus tersangka
- Diduga sopir lalai saat mengeluarkan kendaraan dari area parkir
- KBRI Singapura memantau proses hukum yang berjalan serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban
Kasus anak WNI yang tewas ditabrak mobil saat liburan di Singapura kini memasuki tahap hukum baru.
Sopir yang terlibat dalam insiden tersebut telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian Singapura.
Berikut Popmama.com merangkum fakta-fakta utama kasus anak WNI tewas ditabrak mobil di Singapura.
Table of Content
1. Penetapan status sopir kasus anak WNI di Singapura

Polisi Singapura resmi menetapkan sopir mobil yang menabrak anak WNI sebagai tersangka.
Penetapan status hukum dilakukan setelah aparat melakukan penyelidikan atas kecelakaan yang menyebabkan seorang anak berusia enam tahun meninggal dunia.
Pelaku diduga mengemudi tanpa kehati-hatian saat mengeluarkan kendaraan dari area parkir. Akibat tindakan tersebut, korban mengalami luka parah hingga akhirnya meninggal dunia.
Sesuai aturan hukum Singapura, tersangka sempat ditahan dengan batas waktu maksimal 48 jam. Hingga kini, proses hukum masih berjalan dan menunggu keputusan dari pengadilan setempat.
2. Kronologi kasus anak WNI tewas ditabrak di Singapura

Kecelakaan yang menewaskan anak WNI terjadi di kawasan Chinatown, Singapura. Peristiwa tersebut menimpa seorang ibu berusia 31 tahun dan anaknya yang berusia 6 tahun ketika sedang berlibur di Singapura.
Insiden terjadi pada Kamis, 6 Februari, sekitar pukul 11.50 pagi waktu setempat, saat sebuah mobil yang dikemudikan seorang perempuan berusia 38 tahun keluar dari area parkir di sebelah Kuil Relik Gigi Buddha di South Bridge Road dan menabrak korban.
Keduanya mengalami luka serius dan sempat sadar ketika dibawa ke rumah sakit Singapore General Hospital.
Namun, nyawa sang anak tidak tertolong. Ibu korban masih menjalani perawatan di rumah sakit dan baru mengetahui anaknya meninggal dunia dua hari kemudian. Kini, ibu korban dilaporkan berangsur pulih.
3. Langkah KBRI Singapura dalam mendampingi kasus

KBRI Singapura mengambil sejumlah langkah dalam menangani kasus tewasnya anak WNI akibat kecelakaan di Singapura. Salah satunya dengan mengonfirmasi status hukum pelaku dan memantau perkembangan proses hukum yang berjalan.
Selain itu, KBRI Singapura berkoordinasi dengan kepolisian Singapura serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama penanganan kasus berlangsung.
KBRI Singapura juga memastikan hak-hak korban sebagai WNI tetap terlindungi sesuai ketentuan yang berlaku di Singapura.
Itulah, Ma, kasus anak WNI yang tewas tertabrak di Singapura. Peristiwa ini menjadi pengingat untuk selalu berhati-hati di jalan dan meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan anak, terutama saat bepergian.

















