Berat Badan Anak 15 Bulan dan Cara Menstimulasi yang Tepat

Beri anak makanan tinggi kalori agar berat badannya bertambah

21 Januari 2021

Berat Badan Anak 15 Bulan Cara Menstimulasi Tepat
Pixabay/Free-Photos

Setiap orang memiliki bentuk maupun ukuran yang berbeda. Tidak hanya pada orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Berat badan anak merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh orangtua. Hal ini karena berat badan bisa menjadi tanda apakah anak bahagia dan sehat, Ma. 

Selain itu, pemantauan berat badan juga berhubungan dengan proses tumbuh kembangnya.

Apabila si Kecil mencapai berat badan maksimal sesuai dengan panduan dari dokter anak, dapat dipastikan bahwa kebutuhan nutrisinya terpenuhi dan proses tumbuh kembangnya berjalan maksimal. 

Pemantauan berat badan perlu diperhatikan sejak dini. Terutama pada 1 tahun pertama anak, Ma. Misalnya, pada anak yang telah berusia 15 bulan atau 1 tahun 3 bulan. Mama perlu mengetahui berapa berat badan idealnya. Jika tidak sesuai, Mama juga perlu memahami cara apa yang bisa menstimulasi agar berat badannya optimal. 

Berikut Popmama.com jelaskan berat badan anak usia 15 bulan sesuai dengan panduan ahlinya dan tips agar buah hati Mama mendapatkan stimulasi yang maksimal. Simak untuk membantu Mama dalam memantau tumbuh kembang anak. 

Berat badan anak usia 15 bulan

Berat badan anak usia 15 bulan
Pixabay/ddimitrova

Penting untuk diketahui para orangtua bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan cara mengetahui pertumbuhan anak 1 tahun yang mudah, yaitu ditandai dengan meningkatnya berat badan anak hingga 3 kali lipat dari berat lahirnya. 

Namun, apabila Mama mengalami kebingungan dalam menghitung sesuai anjuran tersebut dan ingin mengetahui berat badan ideal yang pasti pada anak 15 bulan. Berikut ketentuannya berdasarkan tabel pertumbuhan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):

  • laki-laki: 8,3 kg–11,5 kg, dan
  • perempuan: 7,6 kg–11,5 kg. 

Apabila anak berada pada angka-angka yang telah disebutkan di atas, maka berat badan si Kecil sudah sesuai dengan usianya. Namun, jika belum mencapai angka tersebut, mungkin anak mama mengalami kekurangan berat badan sehingga harus distimulasi agar proses tumbuh kembangnya tetap optimal.

Stimulasi agar berat badan anak bertambah

Stimulasi agar berat badan anak bertambah
Pixabay/Bessi

Ketika mengetahui berat badan anak kurang dari batas normal, Mama mungkin akan merasa khawatir. Hal ini karena berat badan yang tidak sesuai dengan usianya bisa saja memengaruhi proses tumbuh kembang si Kecil. 

Ada 2 penyebab umum yang mungkin menjadi alasan mengapa berat badan anak mama kurang. Pertama, pengaruh dari genetik atau keturunan. Kedua, asupan makanan yang tidak optimal sehingga penyerapan nutrisi pada tubuh anak kurang. 

Tentu saja, masih ada harapan bagi anak yang memiliki berat badan kurang. Mama bisa memberikan stimulasi secara tepat agar berat badan anak sesuai panduan.

Berikut beberapa cara yang mungkin dapat dilakukan agar berat badan anak bisa naik dengan sehat, Ma. 

Editors' Picks

1. Buat aktivitas makan menjadi menyenangkan

1. Buat aktivitas makan menjadi menyenangkan
Pixabay/avitalchn

Memang wajar apabila anak-anak mengalami masalah ketika makan, Ma. Misalnya, anak cenderung pilih-pilih terhadap makanan atau mungkin hanya ingin makan dalam porsi sedikit. 

Meskipun rasanya melelahkan, tetapi Mama tidak boleh menyerah. Salah satu cara yang mungkin untuk mengatasi hal ini, yaitu ubah suasana makan anak dengan lebih menyenangkan. 

Jangan terlalu memaksakan anak untuk membuka mulutnya. Apalagi dengan nada yang keras dan kasar sehingga membuat si Kecil ketakutan. Ciptakanlah suasana makan yang tenang agar mereka bisa menikmatinya. 

Namun, usahakan untuk tidak mengalihkan perhatian dengan menggunakan TV dan gadget. Kedua hal ini justru akan menganggu aktivitas makan anak menjadi lebih lambat. 

Mama mungkin bisa menggunakan cara lain, seperti bercerita atau bernyanyi bersama. Jadi, hati anak merasa senang dan bisa saja lebih mudah dalam membujuknya untuk makan. 

2. Buatlah jadwal makan secara teratur

2. Buatlah jadwal makan secara teratur
Pixabay/speaknow

Menetapkan jadwal makan secara teratur dapat membantu anak mama memahami pola makannya dengan baik. Maka, tentukanlah waktu sarapan, makan siang, hingga makan malam anak dengan baik, Ma.

Dengan cara memerhatikan waktu yang tepat serta memberikan makanan secara berkala. Hal ini pun akan memungkinkan anak mengalami penambahan pada berat badannya.

Namun, harus dilakukan secara konsisten, ya. Meskipun mungkin terkadang dapat menyita waktu bermain anak.

Jangan biarkan waktu makannya terlewat. Sekali pun Mama dan si Kecil harus pergi ke luar rumah. Sebisa mungkin untuk tetap memberikan makan sesuai dengan jadwalnya. 

3. Perhatikan jumlah kalori yang masuk

3. Perhatikan jumlah kalori masuk
Pixabay/candice_rose

Selain memerhatikan pola makan yang baik, asupan nutrisi pun tidak kalah penting. Mungkin, Mama juga perlu berusaha lebih keras dalam menentukan makanan apa saja yang masuk agar tubuh anak bertambah berat badannya. 

Salah satu komponen dalam makanan yang berperan besar dalam kenaikan berat badan adalah kalori. Jadi, mulailah untuk memerhatikan besaran kalori yang masuk dalam tubuh anak, Ma. 

Apabila si Kecil termasuk dalam anak yang makan dengan porsi kecil, maka Mama perlu memilih makanan yang tinggi kalori agar berat badannya dapat naik.

Mama mungkin dapat menambahkan produk susu tinggi lemak, seperti susu murni, keju, krim keju, atau mayones ke dalam menu makanan anak. Makanan tinggi kalori juga bisa ditemukan pada daging, buah, atau kacang-kacangan. 

4. Tambahkan lemak sehat dalam makanannya

4. Tambahkan lemak sehat dalam makanannya
Pixabay/EdMontez

Tidak hanya makanan tinggi kalori yang dapat menambah berat badan anak, lemak sehat juga berperan penting. Hal ini karena lemak sehat yang diberikan secara tepat memungkinkan berat badan anak mengalami kenaikan, Ma. 

Lemak sehat bisa didapatkan melalui minyak, seperti minyak zaitun, minyak kelapa, atau minyak almond. Selain itu, lemak sehat juga bisa diperoleh dari telur, atau beragam daging. Mulai dari daging ayam, daging sapi, dan ikan. 

5. Seimbangkan dengan aktivitas fisik dan istirahat cukup

5. Seimbangkan aktivitas fisik istirahat cukup
Pixabay/ddimitrova

Setelah sudah menerapkan beberapa tips tentang makanan agar berat badan anak mama bertambah. Jangan lupa untuk menyeimbangkannya dengan aktivitas fisik agar tubuh anak tetap sehat, ya. 

Arahkanlah anak untuk tetap bermain yang melibatkan gerak tubuh. Mama atau Papa mungkin juga dapat mengajak anak berolahraga melalui gerakan sederhana, seperti berjalan, berlari, melompat, atau sekadar menari mengikuti irama musik. 

Selain itu, perhatikan waktu istirahat anak. Pastikan si Kecil mendapatkan waktu tidur yang cukup. Dengan begitu, anak dapat lebih mudah mencapai pertumbuhan optimalnya. 

Itulah beberapa cara yang mungkin dapat dilakukan dalam menambah berat badan anak. Apabila belum berhasil, Mama mungkin dapat memberikan suplemen atau vitamin tambahan. Namun, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter spesialis anak, ya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.