5 Tips agar Anak Bisa Belajar Membaca Sejak Dini

Bisa Mama coba terapkan sejak usia dini

10 Agustus 2019

5 Tips agar Anak Bisa Belajar Membaca Sejak Dini
Rawpixel/45135

Membaca adalah kemampuan dasar yang harus dikuasai anak begitu ia memasuki usia sekolah dasar. Namun, membuat anak lancar membaca itu gampang-gampang susah.

Mama perlu meluangkan waktu khusus mendampingi anak belajar membaca. Jelas membangun kebiasaan membaca tidak bisa dilakukan dalam waktu semalam.

Jika ingin anak lancar membaca, maka Mama perlu membiasakan anak membaca sejak usia dini.

Membentuk kebiasaan ini malah bisa dilakukan sejak ia bayi, sehingga saat ia sudah memasuki usia siap sekolah, Mama tinggal menajamkan kemampuan bacanya dan lebih minim drama.

Lalu, apa yang bisa Mama lakukan agar anak kelak lancar membaca? Berikut 5 tips dari Popmama.com.

1. Kenalkan berbagai jenis buku sesuai usia anak

1.	Kenalkan berbagai jenis buku sesuai usia anak
greentreelibrary.org

Pertama, Mama harus mengenalkan berbagai jenis buku sesuai usia anak. Saat ini mudah sekali menjumpai buku anak yang bisa Mama pilih.

Untuk bayi 0-2 tahun, softbook atau board book adalah pilihan tepat. Dengan bentuk demikian serta kombinasi gambar dan teks yang sederhana, anak mudah tertarik pada buku sekaligus merangsang motorik halusnya untuk membolak-balikkan halaman buku.

Menginjak usia 3-5 tahun, Mama bisa memilih picture book atau buku cerita bergambar dengan teks sedikit lebih panjang. Jumlah halaman juga lebih banyak dan kertas lebih tipis. Ini membantu anak berlatih mendengarkan cerita sambil membiasakan tangannya memegang lembaran kertas.

Bolehkah mengenalkan buku cerita bergambar pada anak yang lebih muda?

Boleh saja, Ma. Asal tetap dampingi anak dan beritahu bagaimana cara membacanya.

Biarkan ia mengeksplorasi buku yang ia lihat sekalipun ia belum mengerti benar.

2. Luangkan waktu baca buku bersama

2.	Luangkan waktu baca buku bersama
Freepik.com

Berikutnya, Mama bisa meluangkan waktu baca buku bersama anak. Fleksibel saja, Ma, tidak harus saklek. Cukup 10-15 menit saja, tetapi rutin.

Ketika anak sudah mengerti, biarkan ia memilih buku yang ingin dibaca. Kadang, Mama harus rela membacakan cerita yang sama berulang-ulang.

Untuk mengakalinya, Mama bisa berimprovisasi sedikit atau ganti bertanya pada anak mengenai cerita yang sedang dibacakan.

Editors' Picks

3. Beri akses mudah pada buku-buku di rumah

3.	Beri akses mudah buku-buku rumah
decoist.com/Sara Bergando

Ini juga tidak kalah penting, Ma. Taruh buku di tempat yang mudah dijangkau si Kecil. Misalnya, jika menggunakan rak, Mama bisa memilih rak buku yang tidak terlalu tinggi.

Lalu, rotasi secara berkala susunan buku, sehingga anak seolah punya buku “baru” untuk dibaca bersama Mama.

Cara ini juga cocok untuk Mama yang hobi membelikan buku si Kecil.

Anak tidak hanya membaca buku yang baru dibeli, tetapi juga membaca lagi buku-buku lama miliknya.

4. Kenalkan alfabet dalam berbagai media

4.	Kenalkan alfabet dalam berbagai media
Freepik/Rawpixel.com

Begitu anak sudah terbiasa dengan buku, Mama bisa mulai mengenalkan alfabet atau huruf-huruf padanya.

Mama boleh memanfaatkan alat peraga seperti puzzle bentuk huruf atau bernyanyi lagu tentang alfabet.

Alternatif lain, Mama bisa membeli buku yang juga bertujuan mengenalkan huruf.

Contoh, buku stiker bertema huruf, buku kata-kata pertama dari benda-benda di sekitarnya, atau buku cerita mengenai huruf.

5. Sediakan buku khusus belajar membaca

5.	Sediakan buku khusus belajar membaca
huffingtonpost.com

Menjelang usia 6 tahun, Mama bisa membelikan anak buku khusus belajar membaca. Benar, Ma, buku ini biasanya hanya berisi tulisan berupa suku kata dan rangkaian kata yang dicetak berukuran agak besar.

Dalam satu buku terdapat beberapa bagian dengan tingkat kesulitan berbeda-beda. Mama bisa mengajari anak berlatih membaca setiap hari selama 10 menit saja.

Ikuti saja kemauan anak untuk berlatih, jangan memaksakan atau memasang target terlalu tinggi.

Saat anak bersekolah di kelas 1 SD nanti, proses belajar mengajar di kelas akan memacunya untuk berlatih membaca lebih giat lagi.

Sekalipun pada saat masuk sekolah pertama kali anak belum begitu lancar, dengan latihan bersama guru dan juga Mama Papa di rumah, anak akan lebih mudah belajar membaca.

Ketika keinginan membaca datang dari anak, anak pun akan menguasai keterampilan membaca lebih cepat, Ma.

Kunci terpenting yang harus diingat, selalu lakukan dengan cara menyenangkan.

Jadi, anak tidak merasa tertekan atau dipaksa untuk membaca.

Selamat mencoba, Ma!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;