Jarang Diperhatikan! Ini Penyakit Akibat Sikat Gigi Anak Terlalu Kotor

Sudah menjaga kebersihan sikat gigi anak belum nih, Ma?

19 Mei 2019

Jarang Diperhatikan Ini Penyakit Akibat Sikat Gigi Anak Terlalu Kotor
Unsplash/Superkitina

Berbicara mengenai kebersihan sikat gigi tentu tidak akan lepas dengan kesehatan. Namun, seringkali kebersihan sikat gigi dianggap remeh apalagi ketika menaruhnya secara sembarangan di setiap sudut kamar mandi. 

Padahal kebiasaan buruk yang menyebabkan sikat gigi kotor dalam membuatnya menjadi sarang bakteri. 

Walau sepele, seharusnya harus diperhatikan karena dapat membantu dalam menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. 

Untuk Mama yang belum menyadari bahwa menjaga kebersihan sikat gigi itu penting, kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa dampak penyakit dan masalah kesehatan lainnya yang terjadi akibat membiarkan sikat gigi kotor. 

Dibaca yuk, Ma!

1. Memicu anak diare

1. Memicu anak diare
Freepik

Diare termasuk salah satu gangguan pencernaan yang seringkali dialami oleh anak-anak nih, Ma. Saat diare, si Kecil akan mengalami gejala lain seperti rasa mual, muntah, demam hingga nafsu makan yang mulai menurun. 

Selain mengonsumsi asupan makanan yang salah, diare bisa disebabkan karena kebiasaan buruk salah satunya karena bakteri pada sikat gigi. 

Sikat gigi yang dibiarkan terbuka atau ditaruh sembarang tempat dapat menyebabkan sarang bakteri. Salah satunya bakteri E.coli yang dapat memicu diare karena memang bakteri ini bersarang di kamar mandi. 

Baca juga: Jangan Anggap Sepele Kebersihan Sikat Gigi!

2. Masalah karies gigi

2. Masalah karies gigi
Unsplash/Yingpis Kalayom

Karies gigi adalah salah satu keluhan umum pada gigi yang terjadi akibat penumpukan plak. Kondisi seperti ini ditimbulkan karena sisa makanan masih tertempel di sela-sela gigi. 

Faktor penyebabnya bisa karena tidak pernah menyikat gigi atau kurang bersih dalam menyikat karena sikat gigi sudah tak layak pakai, sehingga pembersihan bakteri serta kotoran tidak terjadi secara optimal. 

Selain bulu sudah semakin rusak, sikat gigi yang tidak rutin diganti dapat memicu terjadinya banyak penumpukkan bakteri atau kotoran. 

Permasalahan gigi yang satu ini disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans dan Lactobacillus. Gejalanya yang akan dirasakan seperti gigi mulai sensitif, munculnya lubang pada gigi hingga rasa nyeri saat makan. 

Baca juga: Si Kecil Sulit Diajak Sikat Gigi, Coba Trik Ini, Ma!

Editors' Picks

3. Penyakit gusi

3. Penyakit gusi
Freepik

Kebersihan sikat gigi yang tidak terjaga akibat pemakaiannya sering bergantian dengan orang lain dapat menyebabkan kuman berkumpul. 

Padahal akan lebih baik kalau setiap anggota keluarga di rumah memiliki sikat gigi masing-masing. Tujuannya agar tidak ada pertukaran cairan tubuh atau mikroorganisme satu sama lain. 

Kesehatan yang tidak diperhatikan akibat bertukar sikat gigi dapat menyebabkan penularan bakteri seperti bakteri Streptococcus, sehingga keluarga berisiko terkena penyakit gusi, sariawan hingga pendarahan yang terjadi dalam mulut. 

Selain penyakit gusi, ada juga beberapa penyakit yang mengintai kesehatan yang dipicu karena seringkali bertukar sikat gigi seperti herpes oral, hepatitis dan mononukleosis. 

Baca juga: 5 Waktu Tepat untuk Mengganti Sikat Gigi Anak

4. Gusi berdarah

4. Gusi berdarah
Unsplash/Matthew Poetker

Ma, sudah mengetahuinya belum kalau sikat gigi perlu diganti secara rutin? Jangan sampai terus dipakai walau kondisi bulu sikat yang sudah rusak karena ini menyangkut kesehatan si Kecil. 

Sekain Mama perlu memerhatikan cara si Kecil menyikat gigi, namun teskstur bulu sikat yang digunakan pada sikat gigi anak juga harus dijaga. Sebaiknya gunakanlah sikat gigi dengan bulu yang halus dan masih dalam keadaan baik untuk meminimalkan risiko gigi sensitif. 

Setelah tiga bulan pemakaian seringkali bulu sikat gigi anak menjadi tidak rata dan mulai berantakan. Kondisi seperti ini justru akan membuat sikat gigi menjadi kurang efektif dalam menghilangkan partikel makanan di dalam mulut.

Selain itu, jika si Kecil terlalu memaksakan dalam penggunaan bulu sikat gigi yang berantakan dapat memicu gusi berdarah. 

Baca juga: Tips Memilih Sikat Gigi Pertama untuk Si Kecil

5. Halitosis

5. Halitosis
Freepik/welcomia

Kebersihan sikat gigi pada anak yang tidak diperhatikan dapat meningkatkan risiko kesehatannya. 

Padahal perlu disadari bahwa sikat gigi harus konsisten diganti setidaknya 3-4 bulan sekali, meskipun bulu sikatnya masih terlihat bagus.

Jika tidak diganti tanpa disadari kuman penyakit akan semakin bersarang, bahkan dapat meningkatkan risiko masalah gigi dan bau mulut yang dikenal sebagai halitosis.  

Halitosis akan menjadi masalah kesehatan mulut yang ditandai dengan bau tidak sedap yang berasal dari rongga mulut. Bau mulut pada anak juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan serius yang harus segera mendapat penanganan khusus.

Itulah beberapa penyakit dan gangguan kesehatan yang bisa mengancam anak-anak bila kebersihan sikat gigi tidak diperhatikan. 

Mulai sekarang harus semakin rajin memerhatikan kebersihan sikat gigi anak demi kesehatannya nih, Ma!

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!