Cara Melatih Anak 3 Tahun Berani Tidur Sendiri

Si Kecil sudah lepas dari keranjang tidurnya? Saatnya melatih tidur sendiri yuk!

9 Februari 2021

Cara Melatih Anak 3 Tahun Berani Tidur Sendiri
Freepik/Pvproduction

Saat anak lahir, banyak orangtua yang memberikan box tempat tidur untuk buah hatinya. Biasanya, penggunaan box akan berhenti seiring semakin bertambahnya usia anak.

Memasuki usia toddler dan sudah terbebas dari tidur di dalam box bayi, si Kecil akan mulai terbiasa tidur bersama Mama dan Papa di satu tempat tidur yang sama. 

Meski terdengar sepele, namun jika dibiarkan terus-menerus ia pun akan menjadi terbiasa tidur dengan didampingi orangtua hingga besar nanti, Ma. Itulah pentingnya melakukan pekatihan tidur sendiri sejak usia balita.

Ada orangtua yang mulai melatih anak sedini mungkin bahkan dari usia anak belum genap 2 tahun. Namun jika berbagai cara belum juga berhasil, maka ketika anak berusia 3 tahun bisa melatihnya dengan metode yang tepat.

Anak bisa diajarkan untuk tidur sendiri atau di kamar kakaknya terlebih dulu jika ia masih merasa takut berada di kamar seorang diri pada malam hari.

Untuk mengatasinya, berikut 3 cara melatih anak tidur sendiri yang telah Popmama.com rangkum untuk membantu si Kecil. Disimak baik-baik yuk, Ma.

Editors' Picks

1. Memulainya dengan latihan tidur siang

1. Memulai latihan tidur siang
Pixabay/Victoria_Borodinova

Melatih anak tidur sendiri bisa dimulai ketika mengajaknya tidur siang, Ma. Cara ini cukup efektif guna membantu anak terbiasa pula tertidur sendiri ketika malam hari.

Berikut ada beberapa hal penting yang perlu Mama dan Papa lakukan untuk mensukseskan latihan perdana di Kecil, diantaranya ialah:

  • Lakukan versi singkatnya dengan memulai menceritakan hal-hal yang disukai anak, misalnya membacakan dongeng seperti tidur di malam hari. Lakukan hal ini sampai anak merasa mengantuk dan akhirnya bisa tertidur secara perlahan. 
  • Buatlah kegiatan tersebut menyenangkan. Anak lebih menyukai hal-hal yang menyenangkan dan menarik perhatiannya. Misalnya dengan bermain peran dengan boneka kesayangannya. Si Kecil bisa berperan sebagai orangtua yang sedang menidurkan anaknya melalui boneka tersebut. Dengan membuat cara yang menyenangkan, maka anak pun akan menjadi senang untuk mengistirahatkan tubuhnya.
  • Lakukan setidaknya beberapa kali seminggu. Meski sulit dilakukan untuk orangtua yang sibuk bekerja, tetapi semakin banyak berlatih, maka hasilnya pun akan semakin baik, Ma. Jika tidak bisa dilakukan dihari kerja, lakukan setiap akhir pekan pun tidak masalah.
  • Berlatih setidaknya beberapa jam sebelum waktu tidur. Jangan buru-buru mencoba saat jam tidurnya, Ma. Cobalah melakukan beberapa sebelum anak tertidur. Dengan begitu, anak pun akan mudah lelah dan lebih cepat mengantuk. Sebaiknya Mama bisa melakukan latihan ini di pagi atau sore hari.

2. Istirahat sebelum memulai kembali

2. Istirahat sebelum memulai kembali
Pixabay/fujidreams

Meski cukup perlahan, namun cara ini juga bisa dilakukan agar anak tidak kaget dengan dibiarkan tidur sendiri secara langsung.

Pertama, pastikan dulu berapa lama biasanya si Kecil akan tertidur ketika Mama mematikan lampu kamarnya.

Misalnya, ketika Mama mematikan lampu pada pukul 20.00, kemudian anak tertidur pada pukul 20.15 malam.

Pada periode 15 menit sebelum anak tidur, Mama bisa izin keluar sebentar untuk istirahat sejenak, kemudian kembali lagi setelah beberapa saat.

Berikut beberapa cara melatih anak untuk berani tidur sendiri yang bisa Mama lakukan:

  • Lakukan pelatihan sebanyak dua kali sehari, tujuannya agar anak mengetahui bahwa dirinya tengah berlatih untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dengan memulai tidur sendiri.
  • Lakukan rutinitas sebelum tidur ucapkan, "Waktunya tidur, selamat malam anak mama, Mama sayang kamu." Lalu diam sejenak di dalam kamar.
  • Di waktu sebelum anak memejamkan matanya, Mama bisa meninggalkan kamarnya sebentar untuk istirahat mengambil minum, atau semcamnya. Pastikan juga Mama berjanji padanya akan segera kembali.
  • Setelah satu atau dua menit, kembali ke kamar dan berikan pujian sederhana pada anak yang sudah berhasil ditinggalkan di tempat tidurnya sendiri selama beberapa saat.
  • Setelah kembali dari peristirahatan beberapa waktu lalu, kemudian Mama bisa tinggal lebih lama sampai anak benar-benar tertidur.
  • Lakukan hal yang sama pada malam berikutnya. Mama juga bisa menambahkan waktu sedikit lebih lama ketika meninggalkannya sebenar, dengan tujuan agar ia bisa tertidur saat ditinggal sebentar. Namun, tetap tepati janji untuk kembali ke kamarnya ya, Ma.

3. Latihan "Excuse-Me"

3. Latihan "Excuse-Me"
Freepik/Pvproduction

Sesuai dengan artinya yaitu permisi, Mama bisa mencoba cara berbeda yang melibatkan istirahat singkat seperti sebelumnya. Cara ini cenderung berhasil untuk anak-anak yang mudah menangis, menjerit, atau bangun saat Mama pergi keluar sebentar.

Sama seperti latihan sebelumnya, usahakan mencobanya dua kali sehari di pagi dan sore hari ya, Ma. Sehingga anak akan lebih memahami mengapa ia harus terbaisa tidur sendiri.

Berikut cara-cara yang bisa Mama lakukan untuk latihan satu ini:

  • Lakukan rutinitas waktu tidur dengan mengucapkan kata selamat malam atau selamat tidur seperti saat tidur malam hari.
  • Setelah lampu padam, lakukan latihan permisi untuk meminta izin keluar sebenar pada anak. Misalnya, "Mama izin permisi sebentar buat cek lampu depan ya? Takut masih nyala. Nggak lama kok." 
  • Tetap di luar selama minimal satu atau dua menit. Lalu kembali ke kamar dengan memberikan pujian seperti, "Tuh kan anak mama hebat, bisa ditinggal sebentar tanpa nangis."
  • Beberapa saat kemudian, Mama bisa keluar lagi untuk jeda yang lebih singkat.
  • Lakukan selama beberapa kali dimalam pertama. Dimalam berikutnya, tingkatkan secara bertahap waktu Mama saat berada di luar. Dengan begitu, setiap malamnya waktu istirahat anak pun akan semakin lama sampai ia mulai tertidur tanpa Mama disampingnya. Begitu si Kecil dapat melakukannya selama seminggu, misi pun tercapai!

Nah, itu dia tiga cara melatih anak 3 tahun tidur sendiri. Meski tak mudah dan butuh waktu, namun dengan kesabaran dan tetap konsisten menjalaninnya, maka lambat laun anak akan menjadi terbiasa tidur tanpa didampingi lagi.

Selamat mencoba di rumah bersama si Kecil, Ma!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.