Awas Gegar Otak! Ini yang Perlu Mama Ketahui Saat Si Kecil Terjatuh

Apakah normal ketika ia sering terjatuh?

10 Juli 2018

Awas Gegar Otak Ini Perlu Mama Ketahui Saat Si Kecil Terjatuh
babycenter.com

Panik, hal tersebut mungkin sering Mama lakukan saat Si Kecil terjatuh, apalagi hingga benjol dan memar di beberapa bagian tubuh mungilnya.

Hal tersebut wajar terjadi, karena pada usia 1 hingga 3 tahun, seorang anak sedang dalam masa-masa aktifnya. 

Keaktifan Si Kecil itulah yang memungkinkannya menyakiti diri sendiri. Tak heran jika pada tahun-tahun tersebut, balita penuh dengan benjolan dan memar. 

Belum lagi akibat kelakuannya yang sedang belajar berjalan dan memanjat sesuatu. 

Namun pertanyaanya, seberapa wajar Mama perlu mengkhawatirkan keadaan Si Kecil? Lalu, apa yang harus diwaspadai ketika ia terjatuh?

Segala pertanyaan yang Mama alami tersebut akan dijawab oleh Popmama.com melalui artikel yang satu ini.

Ketahui sebelum terlambat ya, Ma!

1. Seberapa sering Si Kecil terjatuh?

1. Seberapa sering Si Kecil terjatuh
gilbertianrueda.com

Ketika seorang balita mulai berjalan, maka ia akan sering jatuh dan terus-menerus mendapatkan benjolan atau memar di dahinya. Hal tersebut sangatlah normal.

Sejak anak-anak mulai mengalami rasa penasaran akan sesuatu, kemudian mengambil langkah akan hal tersebut, maka hampir tidak mungkin bagi Mama untuk mencegahnya jatuh. 

Balita adalah anak-anak yang sangat aktif, tetapi keseimbangan mereka belum cukup benar hingga Si Kecil menginjak usia sekitar 2 tahun, jadi bersabarlah Ma.

Dengan memar dan luka yang Si Kecil ciptakan sendiri, maka bukan tidak mungkin jika Mama mengalami kekhawatiran yang tinggi.

Namun Kim G, seorang Psikolog anak, mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. 

Maka dari itu, selama frekuensi jatuhnya balita masih bisa ditoleransi dan masih bisa di kurangi, maka jangan terlalu ambil pusing.

Namun, ketika hal tersebut sering sekali terjadi, dan membuatnya semakin tersiksa setiap harinya, maka mungkin saja ia memiliki gangguan fisik yang belum Mama ketahui.

Lebih baik, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Editors' Picks

2. Apa yang harus Mama lakukan setelah ia terjatuh?

2. Apa harus Mama lakukan setelah ia terjatuh
nothernreflectionsonhealth-ca

Melihat anak mama terjatuh memang mengkhawatirkan, setidaknya ketika pertama kali terjadi.

Banyak orangtua yang mengatakan bahwa hal tersebut penting untuk membuatnya belajar. 

Maka dari itu, ketika ia jatuh ringan, hal terbaik yang bisa Mama lakukan adalah berusaha untuk tidak membuatnya menjadi masalah yang besar. 

Selama Si Kecil tidak terluka, cobalah untuk tidak mengkhawatirkannya. Mama hanya perlu mengecupnya dan mengatakan bahwa dia akan baik-baik saja. 

Namun, jika terjadi pembengkakak atau memar, maka segeralah oleskan es ke area yang membengkak. Jika jatuhnya parah, ibuprofen dapat membantu meredakan pembengkakan dan rasa sakit yang ia alami.

Jika terdapat benjolan di kepalanya, maka Mama perlu membiarkannya terjaga. Jika sama sekali tidak yakin apakah benjolan di kepalanya bisa menyebabkan gegar otak atau tidak, maka sebaiknya biarkan anak mama terjaga hingga Mama dapat berkonsultasi dengan dokter. 

American Academy of Pediatrics setuju bahwa cedera kepala ringan biasanya tidak memerlukan perawatan, tetapi jika anak mama menunjukkan tanda-tanda gegar otak, maka jalan terbaik yang perlu Mama lakukan adalah membawanya ke rumah sakit. 

3. Kapan Mama perlu membawa Si Kecil ke rumah sakit?

3. Kapan Mama perlu membawa Si Kecil ke rumah sakit
mdmag.com

Sebagian besar benjolan dan memar yang balita alami akan sembuh dengan cepat, namun ada pula beberapa yang mengkhawatirkan.

Jika Si Kecil sudah menunjukkan gelaja-gejala aneh seperti di bawah ini, maka sebaiknya, Mama cepat tanggap untuk membawanya ke dokter!

  • Perilaku Aneh

Sebagian besar anak-anak langsung kembali bermain dalam beberapa menit atau dalam waktu satu jam setelah ia cedera ringan. 

Hal tersebut adalah pertanda baik bahwa Mama tidak perlu repot-repot menghubungi dokter. 

Namun, jika ia mengalami perilaku aneh seperti menyembunyikan rasa sakitnya atau hal-hal aneh seperti itu, maka jangan ragu untuk membawa Si Kecil ke dokter secepatnya.

  • Hilang kesadaran

Mama tidak boleh mengabaikannya jika anak mama hilang kesadaran.

Jessica H., seorang perawat sekaligus seorang ibu, menyarankan bahwa ketidaksadaran harus ditanggapi dengan serius bahkan jika anak mama hanya mengalaminya selama beberapa detik saja. 

"Hal utama yang harus dicari adalah seberapa parah jenis ketidaksadarannya? Apakah terjadi dalam jangka waktu pendek atau jangka waktu yang lama? Jika sudah terjadi hal tersebut, maka Mama harus segera mencari perawatan medis," ungkap Jessica.

  • Muntah atau demam

Muntah atau demam adalah tanda bahwa ada sesuatu yang salah pada anak mama.

Hal tersebut juga sekaligus menunjukkan bahwa Mama perlu membawanya sesegera mungkin ke dokter atau UGD terdekat.

Perlu diingat, gejala dapat muncul segera setelah cedera, atau beberapa hari setelahnya. 

Kourtney R. berbagi cerita ketika kepala anaknya terbentur sebanyak dua kali dalam satu minggu dan berakhir dengan gegar otak yang parah.

"Saya pikir dia baik-baik saja, sampai akhirnya dia mulai muntah dan demam. Singkat cerita, dokter mengatakan bahwa ketika kepala seorang anak terbentur, maka diperlukan waktu tiga puluh hari untuk memulihkan trauma. Akhirnya putri saya mengalami gegar otak parah serta memar dalam, dan saya tidak mengetahuinya. Selama ini ia masih tetap makan, bermain, melompat, dan berputar, jadi saya benar-benar berpikir bahwa dia baik-baik saja. Dampak pertamanya terjadi pada hari Sabtu dan dampak kedua terjadi di hari Rabu. Kemudian hari kamis sore, ia mulai terlihat sangat kesakitan," jelasnya sedih.

Mengetahui hal buruk dapat terjadi pada anak kapanpun dan dimanapun, maka ada baiknya jika Mama selalu berjaga-jaga, apalagi jika lingkungan di sekitarnya tidak aman.

Mencegah lebih baik daripada mengobati kan, Ma?