6 Manfaat Seng untuk Anak, Mengatasi Diare Hingga Menyembuhkan Luka

Kekurangan seng dapat memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil, Ma

18 September 2021

6 Manfaat Seng Anak, Mengatasi Diare Hingga Menyembuhkan Luka
Pixabay/mathgun

Dalam masa pertumbuhan, anak membutuhkan vitamin dan mineral agar ia dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Kekurangan vitamin atau mineral tertentu tidak hanya mengganggu pertumbuhan tetapi juga kesehatan secara keseluruhan.

Salah satu mineral yang dibutuhkan adalah seng. Seng bermanfaat untuk menjaga kesehatan, perkembangan organ reproduksi, dan meningkatkan imun.

Dilansir dari laman National Institute Health, kebutuhan seng harian setiap anak berbeda-beda berdasarkan usianya. Untuk anak usia 1-3 tahun sebanyak 3 miligram, 5 miligram untuk anak usia 4-8 tahun, dan 8 miligram untuk anak usia 9-13 tahun.

Apa saja manfaat seng untuk si Kecil? Yuk, simak ulasan Popmama.com berikut ini ya, Ma.

1. Mengatasi diare

1. Mengatasi diare
Pexels/karolina grabowska

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa suplementasi seng terbukti dapat menurunkan insiden diare dan pneumonia, mendukung pertumbuhan linear dan memiliki efek positif dalam menurunkan angka kematian terkait penyakit infeksi.

Suplementasi zink diberikan rutin selama minimal 2 bulan setiap 6 bulan sekali, pada bayi usia 6-23 bulan.

2. Mendukung pertumbuhan sel dan metabolisme

2. Mendukung pertumbuhan sel metabolisme
Pexels/ron lach

Meski tidak diare, anak tetap membutuhkan seng untuk menjaga kesehatannya. Seng bermanfaat untuk pertumbuhan sel dan menjaga metabolisbe tubuh.

Dengan metabolisme yang baik, idealnya tubuh dapat menyerap nutrisi yang masuk ke dalam pencernaan dan membangun tubuh.

Editors' Picks

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

3. Meningkatkan kekebalan tubuh
Pexels/BARBARA RIBEIRO

Seng berpengaruh pada sistem imun tubuh. Seng digunakan tubuh untuk:

  • pertumbuhan T-cell dan sel darah putih yang dibutuhkan untuk melawan penyakit,
  • apoptosis yang berfungsi untuk membunuh bakteri berbahaya, virus, dan sel kanker,
  • turunan gen, langkah awal dari ekspresi gen,
  • berfungsi sebagai proteksi untuk membran sel,
  • Bbrkontribusi dalam menjaga fungsi kesehatan, serta keseimbangan suasana hati.

4. Mendukung pertumbuhan dan perkembangan

4. Mendukung pertumbuhan perkembangan
Pexels/ gustavo fring

Seng adalah salah satu mineral esensial yang sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai proses dalam tumbuh kembang anak, seperti:

  • produksi hormon insulin, tiroid, dan testosteron yang secara tidak langsung memengaruhi pertumbuhan,
  • seng mengaktivasi somatomadine-C yang menstimulasi hormon pertumbuhan di jaringan halus perifer seperti otot, rongga tulang, ginjal, saraf, kulit, paru-paru, dan hati.
  • mengatur indera perasa, penciuman, dan selera makan,
  • metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, sehingga tubuh bisa menyerap secara maksimal nutrisi dari makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

5. Membantu penyembuhan luka

5. Membantu penyembuhan luka
Pexels/ ksenia chernaya

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health menyatakan bahwa seng berperan dalam proses penyembuhan luka.

Seng adalah kofaktor untuk banyak metaloenzim yang diperlukan untuk perbaikan membran sel, proliferasi sel, pertumbuhan dan fungsi sistem kekebalan tubuh.

6. Merawat kulit

6. Merawat kulit
Pexels/anna shvets

Seng membantu memperbaiki sel kulit yang rusak, termasuk mengatasi masalah iritasi kulit, seperti jerawat, eczema, ruam popok, atau luka kecil.

Selain itu, seng juga dapat mengontrol produksi minyak pada kulit sehingga dapat mengatasi masalah kulit kering. Pembentukan keratin dan kolagen dalam tubuh yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kulit juga dipengaruhi oleh asupan seng yang cukup.

Nah, itulah beberapa manfaat seng untuk kesehatan anak. Asupan seng dapat dipenuhi dari konsumsi makanan seperti daging, ayam, tiram, lobster, kepiting, keju, oatmeal, kacang mete, dan sereal yang difortifikasi seng.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.