7 Cara agar Anak Memiliki Sopan Santun dan Etika yang Baik

Lakukan sejak dini agar anak tidak krisis etika dan sopan santun

19 September 2020

7 Cara agar Anak Memiliki Sopan Santun Etika Baik
thestir.cafemom.com

Indonesia terkenal sebagai bangsa yang memiliki sopan santun yang baik, ramah, dan memiliki nilai moralitas yang tinggi. Selain itu terlepas dari suku dan budaya, setiap orangtua ingin memiliki anak yang sopan santun.

Namun sayangnya, kurangnya pendidikan tentang bersikap baik terhadap orang lain masih kerap diabaikan oleh orangtua.

Padahal sangat penting bagi anak untuk mengenal sikap dan tata krama yang baik sejak dini.

Memiliki tata krama ataupun sopan santun dapat berguna bagi anak kedepannya untuk berteman, memiliki relasi, hingga menumbuhkan empati dalam diri anak.

Agar anak memiliki sikap baik, sopan santun, dan tata krama yang baik, berikut ini Popmama.com akan memberikan 7 caranya di bawah ini.

1. Orangtua perlu menjadi contoh dengan menunjukkan sikap etika yang baik seperti apa

1. Orangtua perlu menjadi contoh menunjukkan sikap etika baik seperti apa
Freepik/prostooleh

Pertama yang harus dilakukan adalah, orangtua harus memiliki dan menunjukkan sikap etika yang baik itu seperti apa. Karena anak memandang orangtua mereka sebagai teladan yang harus ditiru.

Daripada hanya menjelaskannya secara lisan, sebaiknya Mama dapat langsung menunjukkan apa yang diajarkan pada anak dihadapannya.

Dengan begitu, anak akan lebih cepat meniru apa yang dilihat daripada hal yang hanya didengar. Jadi, jika Mama ingin anak memiliki etika dan sopan santun yang baik, maka Mama juga harus menjaga sikap di depan anak ya!

2. Ajarkan anak untuk melakukan etika serta sopan santun saat di rumah

2. Ajarkan anak melakukan etika serta sopan santun saat rumah
Freepik

Rumah adalah tempat latihan terbaik untuk menumbukan etika serta sopan santun yang baik sebelum anak langsung terjun ke lingkungan masyarakat.

Ajarkan anak untuk mengucap salam, mengetuk pintu, bersikap sopan pada orang yang lebih tua, etika di meja makan, dan sebagainya dapat Mama mulai praktikan di rumah secara berulang-ulang.

Hal ini bertujuan agar etika dan sopan santun tersebut tertanam kuat pada diri anak, serta merubahnya jadi kebiasaan yang nantinya mereka akan nyaman untuk melakukannya.

Editors' Picks

3. Berikan pujian atau apresiasi saat anak melakukan hal yang baik

3. Berikan pujian atau apresiasi saat anak melakukan hal baik
Freepik

Tak dapat dipungkiri, anak kecil maupun orang dewasa sangat suka diberikan pujian. Semua orang akan makin semangat ketika mengetahui apa yang dilakukan mendapatkan apresiasi dari orang lain.

Nah, gunakan apresiasi ini untuk menumbuhkan etika baik pada anak. Puji anak ketika melakukan hal yang baik. Hal ini dapat memberikan dorongan baginya untuk melakukan hal-hal baik lainnya.

Jangan sampai mengabaikan perilaku anak, karena jika merasa diabaikan anak cenderung melakukan hal-hal yang tak diinginkan. Karena terdapat beberapa kasus anak yang melakukan hal buruk hanya demi mendapat perhatian dari orangtuanya.

4. Koreksi anak ketika ia melakukan kesalahan agar memberikan efek yang lebih melekat diingatan anak

4. Koreksi anak ketika ia melakukan kesalahan agar memberikan efek lebih melekat diingatan anak
Freepik/Jcomp

Ketika Mama sedang berdua dengan anak saat ia melakukan kesalahan, maka langsung koreksi pada saat itu juga. Agar memberikan efek dan lebih melekat diingatan mereka.

Namun, jika anak melakukan kesalahan di depan banyak orang, maka ada dua tindakan yang perlu dipertimbangkan. Pertama, Mama dapat menegur dan mengkoreksinya saat itu juga.

Kedua, jika anak merupakan anak yang sensitive, Mama dapat mengkoreksinya saat situasi yang lebih tenang dan sepi. Karena jika menegur anak yang sensitive di tempat umum akan membuatnya menjadi kehilangan rasa percaya diri.

5. Beri tahu anak apa saja manfaat yang didapatkan ketika melakukan sopan santun pada orang lain

5. Beri tahu anak apa saja manfaat didapatkan ketika melakukan sopan santun orang lain
Freepik/Tirachardz

Anak perlu tahu mengapa ia harus bersikap sopan, serta apa manfaatnya yang ia dapatkan ketika melakukannya. Selain melatih sikapnya, anak juga perlu belajar bagaimana cara melihat situasi dan cara bersikap yang benar dalam sebuah situasi.

Katakan pada anak bahwa orang yang memiliki etika atau sopan santun yang baik, ia akan memiliki banyak teman dan disayangi oleh banyak orang disekitarnya.

6. Lakukan seni peran tentang sopan santun dengan anak agar lebih mudah dimengerti

6. Lakukan seni peran tentang sopan santun anak agar lebih mudah dimengerti
Freepik/ wavebreakmedia

Agar tak hanya teori dan sebatas penjelasan, ada baiknya Mama juga melakukan latihan sambil bermain. Hal ini juga membantu anak untuk lebih mudah mengingat sika papa yang harus ia tunjukkan dalam situasi tertentu.

Lakukan permainan seni peran seperti berpura-pura menjadi orang baru yang pertama kali bertemu, atau berpura-pura menjadi penjual dan pembeli, dan peran-peran lainnya.

7. Terus berlatih dan ingatkan anak jika lupa tentang sikap apa yang perlu diambil dengan lembut

7. Terus berlatih ingatkan anak jika lupa tentang sikap apa perlu diambil lembut
sittercity.com

Terakhir, adalah selalu melakukan pengulangan. Penting untuk selalu berlatih dan berlatih. Saat anak lupa akan sikap yang harus diambil, maka orangtua perlu mengingatkannya.

Misalnya ketika bertemu dengan orang dewasa anak lupa mengulurkan tangannya, maka Mama dapat mengingatkannya dengan kata-kata dan tindakan seperti mengambil tangannya dan mengulurkan untuk berjabat tangan dengan lembut.

Dengan kegigihan, latihan yang terus menerus, maka anak akan segera menjalankan kebiasaan baik ini kedalam kehidupan sehari-harinya.

Itulah 7 cara agar anak memiliki etika dan sopan santun yang baik. Jangan menunggu ketika anak dewasa untuk mengajarkan hal ini ya Ma, agar anak tidak mengalami krisis etika dan sopan santun saat bertemu orang lain.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.