Apa Alasan Anak Tantrum Setelah Merasa Tidak Dimengerti oleh Orangtua?

Anak merasa tidak dimengerti oleh orangtua dapat membuatnya tantrum, begini cara mengatasinya

9 Oktober 2020

Apa Alasan Anak Tantrum Setelah Merasa Tidak Dimengerti oleh Orangtua
Popmama.com/Novy Agrina

Tidak mudah menghadapi anak ketika sedang tantrum. Tapi Mama perlu mengetahui bahwa ada 2 jenis tantrum yang sering dilakoni oleh anak mama.

Pertama, Tantrum Manipulatif yaitu anak tantrum ketika keinginannya tidak terpenuhi sesuai ekspektasinya. Anak kecil juga memiliki harapan dan ekspektasi lho, Ma. 

Kedua, Tantrum Frustasi yaitu kondisi yang disebabkan karena anak belum pintar mengkomunikasikan apa yang ia alami dan rasakan. Kemudian ia merasa orang lain tidak mengerti apa yang ia maksud dan timbul rasa frustasi yang memicu tantrum.

Kenali apa yang kerap terjadi pada anak mama. Cara penanganannya berbeda lho, Ma!

Kita coba pelajari cerita tentang anak tantrum berikut ini ya, Ma.

Maria dan beberapa teman berkunjung ke rumah seorang sahabat, di sana ia bertemu dengan anak temannya. 

Di rumah itu para tamu dikenalkan dengan kedua orang anak si pemilik rumah.  Anak pertama sudah berusia 10 tahun dan adiknya baru berusia 5 tahun.

Kedua anak ini bersekolah di sekolah internasional, mereka terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. 

Saat Sandra dan teman-temannya ngobrol, kedua anak ini ikut bercerita. 

Kedua anak ini sangat lancar berbahasa Inggris, namun Mamanya mempersilakan semua tamu yang ada di situ menjawab sang Anak dengan bahasa Indonesia.

Sang Mama menganggap anak-anak itu mengerti jika para tamu menggunakan bahasa Indonesia.

Si Kakak bercerita tentang prestasinya di sekolah dengan intonasi yang tenang sehingga mudah dimengerti. Ia pun bisa menanggapi obrolan meski berbeda bahasa. Para tamu terlihat antusias menyimak cerita sang Kakak.

Setelah itu, si Adik juga merasa terpancing, ia juga ingin bercerita. Ia sangat antusias, sampai-sampai bicaranya sangat cepat dan sulit dimengerti.

Namun berbeda dengan sang Kakak, si Adik yang masih TK justru merasa kesal karena merasa orang-orang tidak mengerti apa yang ia ceritakan. Si Kecil malah merasa dirinya aneh dan berbeda dari yang lain.

Ia kesal karena orang-orang terus menjawab percakapan dalam bahasa Indonesia dan ketika ia menceritakan temannya nakal dan perilakunya tidak baik, salah seorang tamu menanggapi dengan berkata, "Oh it's good!"

Seketika si Adik pun tantrum dan menangis dengan suara yang sangat besar.

Apa yang anak kecil ini pikirkan? Apa yang ia rasakan?

Berikut Popmama.com mengulas mengapa anak tantrum ketika merasa tidak dimengerti oleh orang lain.

1. Penyebab tantrum pada anak

1. Penyebab tantrum anak
Freepik/Jcomp

Anak tantrum bisa terjadi karena ia merasa tidak dimengerti oleh orang lain. Sementara tantrum umumnya disebabkan keterbatasan berbahasa pada anak dalam mengekspresikan perasaannya. 

Efeknya anak bisa menjerit, mengamuk dan menangis secara histeris. Apakah ini berlebihan? 

Tidak Ma, ini adalah hal wajar. 

Lalu apa yang bisa orangtua lakukan? Mama perlu mengenali jenis tantrum yang sedang terjadi pada anak mama.

Dalam kasus ini anak mengalami Tantrum Frustasi. Ia merasa saat kakaknya bercerita, orang bisa mengerti. Ia pun ingin ikut dalam obrolan, namun yang ia ceritakan malah tidak dimengerti.

Anak merasa kesal hingga frustasi kenappa dirinya berada di posisi seperti itu.

Editors' Picks

2. Bantu anak observasi apa yang harus diperbaiki oleh dirinya

2. Bantu anak observasi apa harus diperbaiki oleh dirinya
pexels

Tantrum bisa menjadi cara bagi anak untuk mengobservasi dan mengenali cara dirinya mendapatkan sesuatu yang anak inginkan. 

Kebanyakan orangtua disarankan untuk mendampingi dan memerhatikan perilaku anak ketika sedang tantrum. Namun tidak serta merta langsung menuruti kemauan anak. 

Jika secara instan anak mendapatkan yang diinginkan karena ia tantrum, maka anak akan mempelajari pola ini. Lain kali ia akan mengulangi tantrum untuk mendapat apa yang diinginkannya lagi.

3. Apa yang sebaiknya orangtua lakukan?

3. Apa sebaik orangtua lakukan
orkingmother.com
Mengenali ciri-ciri autisme sejak dini itu perlu lho Ma!

Bantu anak mengenali kemampuan dirinya. Jika ada cara komunikasi yang belum sesuai, maka anak perlu melatih diri dan membiasakan diri.

  • Mapping atau mengenali siapa lawan bicaranya

Dalam kasus yang sudah diceritakan di atas, Mama bisa bantu membuat anak mengerti dengan siapa anak berbicara. 

Dengan demikian anak akan belajar menyesuaikan bahasa yang dipakai saat berkomunikasi dengan orang lain sesuai dengan siapa lawan bicaranya.

Jika anak terbiasa menggunakan bahasa asing, sementara lawan bicaranya terbiasa menggunakan bahasa Indonesia, maka untuk dimengerti dan bisa menarik perhatian lawan bicaranya, anak harus berlatih berbahasa Indonesia dengan lebih baik lagi.

  • Minta bantuan orangtua

Mama bisa mengajarkan anak untuk bertanya atau minta pertolongan Mama untuk menyampaikan apa yang anak maksud. 

Anak bisa meminta bantuan pada Mama atau orang lain yang ia percaya dan dianggap bisa mengerti apa yang anak maksud. 

Ini akan lebih mudah bagi anak, terutama jika usianya masih terlalu kecil.

4. Cara mengatasi anak tantrum dengan tetap bersikap tenang

4. Cara mengatasi anak tantrum tetap bersikap tenang
Popmama.com/Novy Agrina

Bagaimana cara mengatasi anak ketika sedang tantrum. Mama tentu tidak mengharapkan kondisi ini merusak suasana kan?

  • Tidak membentak anak

Hindari membentak ketika anak tantrum di depan banyak orang. Tetaplah tenang ya, Ma. 

Berteriak pada anak hanya akan membuatnya merasa kesal dan semakin marah. Ini dianggap tidak efektif untuk menghentikan amukan anak saat tantrum.

  • Tidak memukul anak

Hindari memukul anak ketika sedang tantrum. Apa pun yang terjadi dapat terekam dalam ingatan anak. Memukul justru membuat anak semakin marah dan sakit hati.

Jika ini terjadi berulang kali, anak bisa kecewa dan membenci orangtua. Di masa depan orangtua dan anak mungkin saja memiliki hubungan yang tidak baik.

  • Berusaha tenang

Sikap tenang Mama justru membuat anak tantrum menjadi lebih mudah diatasi.

Namun, reaksi anak memang berbeda-beda. Durasi anak tantrum pun berbeda-beda. Ajak anak ke tempat yang lebih sepi, perhatikan jika anak meracau. Simak ucapannya. 

Setelah anak tenang, barulah Mama bisa memberikan pengertian. Jika anak belum tenang dan merasa lebih baik, tunda mengajaknya biacara karena itu tidak akan efektif dan malah membuat anak kembali marah.

5. Membesarkan hati anak jika ia merasa tidak dimengerti

5. Membesarkan hati anak jika ia merasa tidak dimengerti
Freepik/prostooleh
Ilustrasi

Setelah anak merasa tenang, Mama bisa memberikan pengertian dan membesarkan hati si Kecil. Buatlah anak mengerti bahwa ada yang perlu ia perbaiki dalam dirinya. Buatlah anak lebih siap untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Misal, Mama bisa mengatakan:

"Kamu hebat, apa yang kamu ceritakan tadi di depan teman-teman Mama itu cerita yang luar biasa. Semua orang akan lebih memahami kehebatan kamu jika kamu mengatakannya dengan bahasa yang mereka mengerti. Tapi kalau kamu belum bisa, tidak apa-apa, kamu bisa berlatih beberapa bahasa agar kamu menjadi lebih hebat lagi."

Jika tantrum pada anak terlalu sering terjadi dan membuat anak menyakiti dirinya atau orang lain, sebaiknya Mama berkonsultasi pada dokter anak untuk mengetahui perilaku tersebut masih wajar atau tidak. Mama juga perlu mendiskusikan ke dokter mengenai cara tepat menanganinya.

Itulah alasan mengapa anak tantrum karena merasa tidak dimengerti oleh orangtua atau orang lain disekitarnya. Sabar dulu ya Ma, anak juga masih belajar mengelola emosinya sesuai dengan usianya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.