Cacing Kremi pada Anak: Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatan

Waspada bahaya cacing kremi di sekitar anak ya, Ma!

22 April 2020

Cacing Kremi Anak Penyebab, Gejala, Pencegahan, Pengobatan
Freepik/Wavebreakmedia

Cacingan biasanya memang terjadi pada anak-anak karena mereka cenderung lebih suka bermain di tempat yang kotor.

Ada berbagai jenis cacing yang dapat menyebabkan cacingan pada manusia, salah satu yang paling umum adalah cacing kremi.

Faktor-faktor yang sangat berpengaruh pada kasus cacingan ini antara lain kurangnya kebersihan, sanitasi, pasokan air, serta suhu yang lembap.

Selain menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan infeksi cacing dapat dilakukan dengan pemberian obat cacing kremi.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai cacing kremi, berikut Popmama.com telah merangkum 5 fakta pentingnya.

1. Apa itu cacing kremi?

1. Apa itu cacing kremi
Freepik

Cacing kremi adalah sejenis parasit yang dapat menjangkiti usus besar manusia. Cacing ini memiliki panjang sekitar 5-13 milimeter dan berwarna putih cenderung bening. Jenis cacing ini rentan menyerang anak-anak daripada orang dewasa, sebab anak-anak senang bermain kotor-kotoran. Penularannya terjadi melalui sentuhan langsung dengan kulit atau benda yang terkontaminasi cacing kremi. 

Selain itu, anak juga bisa terinfeksi cacing kremi karena secara tidak sadar telah memakan telur cacing kremi dari makanan ataupun benda lainya yang sudah terkontaminasi dengan cacing tersebut.

Setelah tertelan, cacing ini akan melakukan perjalan melalui sistem pencernaan anak dan akan meletakkan telurnya di lipatan kulit di sekitar anus saat sedang tertidur.

Di tubuh manusia, cacing kremi dapat berkembang biak dan menimbulkan gejala berupa gatal, nyeri, dan ruam pada anus.

Ketika cacing kremi dalam tubuh seseorang terus bertambah banyak, hal itu dapat memicu komplikasi seperti infeksi saluran kemih atau radang vagina.

2. Penyebab cacing kremi pada anak

2. Penyebab cacing kremi anak
Pexels/Pixabay

Penyebaran cacing kremi dapat terjadi melalui kontak langsung dengan seseorang atau benda yang terkontaminasi.

Telur cacing kremi biasanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui mulut, namun telur cacing juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui hidung.

Hal ini biasanya terjadi ketika benda yang terkontaminasi, seperti handuk yang terkontaminasi telur cacing dikibaskan dan membuat telur tersebut melayang di udara lalu terhirup saat seseorang bernapas.

Telur cacing kremi yang telah masuk ke dalam tubuh manusia akan menetap dan menetas di saluran pencernaan.

Cacing akan tumbuh dewasa di dalam saluran pencernaan, lalu berkembang biak dengan cara bertelur.

Biasanya, cacing kremi yang akan bertelur, keluar melalui anus saat malam hari untuk meletakkan telur-telurnya pada lipatan kulit di sekitar anus.

Telur yang ditinggalkan cacing kremi di lipatan kulit tersebut dapat menyebabkan gatal dan iritasi.

Apabila gatal yang disebabkan adanya telur cacing di lipatan kulit di sekitar anus tersebut digaruk, telur cacing kemudian akan berpindah ke jari.

Ketika jari yang terkontaminasi itu menyentuh orang lain atau suatu benda, telur cacing akan kembali berpindah dan penyebaran cacing kremi dapat berulang apabila tidak dicegah atau diobati.

Cacing kremi dapat bertahan dalam usus manusia hingga 13 minggu.

Telur cacing yang berhasil menetas pada lipatan kulit di sekitar anus, akan masuk kembali ke dalam usus dan menyebabkan infeksi apabila tidak segera ditangani.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko anak terkena infeksi cacing kremi meliputi:

  • Kebiasaan menghisap jari
  • Tidak menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan
  • Tinggal di lingkungan yang padat dan kumuh
  • Terdapat anggota keluarga yang terinfeksi cacing kremi
  • Tinggal di tempat dengan fasilitas berbagi

Editors' Picks

3. Gejala yang timbul saat anak terserang cacing kremi

3. Gejala timbul saat anak terserang cacing kremi
Pixabay.com

Pada kasus tertentu, infeksi cacing kremi dapat tidak menimbulkan gejala.

Gejala yang umumnya muncul pada anak yang mengalami infeksi tersebut dapat berupa:

  • Gatal pada bagian anus, terutama saat malam hari
  • Tidur terganggu karena gatal yang dialami
  • Anus terasa sakit dan terdapat ruam
  • Nyeri perut
  • Mual

4. Cara mencegah cacing kremi pada anak

4. Cara mencegah cacing kremi anak
myhealthytennessee.com

Telur cacing kremi dapat bertahan pada benda seperti handuk atau pakaian hingga 2-3 minggu.

Dalam mencegah terjadinya penyebaran telur cacing, beberapa upaya yang dapat dilakukan meliputi:

  • Mengganti pakaian dalam dan seprai setiap hari
  • Hindari kebiasaan mengisap jari
  • Cuci pakaian atau perlengkapan lain yang mungkin terkontaminasi dengan air panas. Setelah itu, keringkan pula pakaian dengan sinar matahari langsung
  • Bersihkan anus tiap pagi
  • Jangan berbagi pakai barang pribadi
  • Biasakan mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah dari kamar mandi atau mengganti popok bayi
  • Hindari menggaruk anus ketika gatal

5. Obat alami untuk mengatasi cacing kremi pada anak

5. Obat alami mengatasi cacing kremi anak
people.com

Ada sejumlah pilihan obat cacing kremi yang bisa menjadi pertimbangan.

Berikut ini adalah beberapa referensi obat cacing kremi alami yang aman dikonsumsi oleh anak-anak:

  • Bawang putih

Bawang putih ampuh menjadi obat cacing kremi dengan cara membunuh telur cacing dan mencegah cacing kremi betina memproduksi lebih banyak telur di dalam sistem pencernaan.

Anak mama bisa langsung mengonsumsi bawang putih mentah atau mengoleskannya seperti salep.

Untuk membuat salep, geruslah bawang putih sekupnya sampai benar-benar halus dan menjadi seperti pasta.

Lalu campur pasta bawang putih dengan sedikit minyak jelly atau minyak esensial lainnya. Celupkan kapas bersih ke dalam pasta dan oleskan salep ke anus anak.

  • Wortel

Selain bawang, anak dengan cacing kremi juga bisa mengonsumsi wortel sebagai obat.

Mengonsumsi wortel mentah yang sudah dicuci bersih dua kali sehari diyakini bisa membantu tubuh anak mendorong cacing yang berada di usus keluar dari tubuh.

Hal ini dikarenakan wortel kaya akan serat sehingga bisa memperbaiki pencernaan dan meningkatkan pergerakan usus.

  • Minyak kelapa

Minyak kelapa memiliki sifat antibakteri dan antiviral yang bisa membantu membersihkan infeksi cacing kremi.

Pengobatan ini membutuhkan dua langkah kerja. Langkah pertama, anak bisa menelan satu sendok teh minyak kelapa murni setiap pagi.

Sedangkan yang kedua, saat sebelum tidur, gosokkan sedikit minyak kelapa ke anus anak.

Nah, itulah beberapa fakta penting mengenai cacing kremi pada anak.

Sebelum terjadi, yuk cegah penyebarannya sesegera mungkin, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.