Menurut Para Ahli, Begini Cara Terbaik Merespon Anak yang Menangis

Jangan dimarahi, ajak ia untuk berkomunikasi dan menyelesaikan masalahnya ya Ma!

7 November 2018

Menurut Para Ahli, Begini Cara Terbaik Merespon Anak Menangis
workingmother.com

Bukan rahasia bahwa mendengar tangisan anak-anak terkadang membuat anak tidak nyaman. Coba pikirkan lagi betapa cemas perasaan Mama ketika si Kecil menangis tanpa alasan yang jelas.

Meskipun Mama tahu bahwa cara utama anak untuk berkomunikasi adalah menangis, namun tetap saja Mama akan merasa terganggu jika ia terus seperti itu.

Bahkan, penelitian telah menemukan bahwa otak Mama telah terprogram untuk memiliki reaksi instan terhadap anak yang menangis, hal itu akan membuat Mama menjadi lebih perhatian.

Seorang anak yang menangis memicu Mama untuk segera bertindak, bahkan jika anak tersebut bukanlah anak mama sendiri.

Bagi banyak anak, menangis bukanlah refleksi kesedihan. Menangis adalah cara alami mereka untuk memproses segala bentuk emosi. 

Mereka mungkin saja menangis karena marah, frustrasi, takut, kegirangan, kebingungan, kecemasan, atau bahkan kebahagiaan.

Namun masalahnya, mereka tidak memiliki kemampuan verbal dan kesadaran diri untuk menjelaskan perasaan yang dialami.

Mengatakan "berhentilah menangis!" atau "jangan menangis!" justru membuat mereka akan segera berpikir bahwa Mama tidak mengerti bagaimana perasaan mereka. 

Maka dari itu, jauhi kata-kata tersebut pada anak saat ia menangis ya, Ma!

Tujuan kita sebagai orang tua, betapapun rumitnya kelihatannya, adalah mendukung pengembangan regulasi emosi diri anak.

Oleh karena itu, sesuatu yang bisa Mama lakukan hanyalah memperlakukan mereka dengan empati dan pengertian.

Jika Mama dihadapkan dengan anak yang menangis, cobalah luangkan waktu sejenak untuk memastikan diri mama tenang.

Jika Mama marah, stres, atau frustrasi, maka hal-hal yang akan Mama katakan hanya akan menambah penderitaan bagi si Kecil. 

Tarik nafas dan kenali perasaan Mama, fokus pada apa yang terjadi di dalam tubuh. Ketika Mama sudah siap, gunakan suara rendah, dan cobalah ungkapkan beberapa kalimat ala Popmama.com berikut ini!

1. "Mama tahu apa yang kamu rasakan. Mama akan membantumu, sayang,"

1. "Mama tahu apa kamu rasakan. Mama akan membantumu, sayang,"
whatsupfagans.com

Bantulah ia bahkan jika anak mama mengatakan bahwa mereka tidak membutuhkan bantuan Mama.

Dengan begitu, Mama dapat menunjukan pada anak bahwa Mama akan selalu ada untuknya bahkan ketika ia sedang membutuhkan.

2. "Mama tahu kalau ini sangat menyakitkanmu,"

2. "Mama tahu kalau ini sangat menyakitkanmu,"
vix.com

Kalimat sederhana ini sebenarnya sangat mudah dan simpel.

Dengan kalimat ini, Mama dapat menunjukan padanya bahwa Mama dapat melihat dan merasakannya.

3. "Mama tahu ini membuat kamu sedih/kecewa/takut/cemas, tidak apa-apa kalau ingin menangis,"

3. "Mama tahu ini membuat kamu sedih/kecewa/takut/cemas, tidak apa-apa kalau ingin menangis,"
verywellfamily.com

Perkuatlah pada dirinya mengenai gagasan bahwa emosi wajar dirasakan oleh manusia.

Oleh karena itu, biarkanlah ia puas mengungkapkan perasaanya terlebih dahulu.

4. "Iya sayang, itu memang benar-benar menyedihkan,"

4. "Iya sayang, itu memang benar-benar menyedihkan,"
the-motherload.co.uk

Mengakui peristiwa yang memicu tangisan anak membantu mereka untuk melihat apa yang memicu emosi mereka.

Selain itu, mengungkapkan hal tersebut juga dapat membuatnya mengerti tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.

5. "Mari kita istirahat,"

5. "Mari kita istirahat,"
projectmanagers.net

Mengajaknya untuk beristirahat dapat membantu anak memahami bahwa kadang-kadang yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan masalah adalah menenangkan diri. 

Anak mungkin merasa lelah atau terlalu bersemangat sehingga ia hanya perlu ketenangan sebelum akhirnya ia beraktifitas kembali.

Editors' Picks

6. "Mama mencintaimu, kamu akan aman bersama Mama,"

6. "Mama mencintaimu, kamu akan aman bersama Mama,"
maggiedent.com

Ucapan simpel ini akan mengundang koneksi antara Mama dengan anak.

Tak hanya ucapan, ia juga mungkin membutuhkan pelukan atau sentuhan tangan Mama untuk merasa bahwa Mama memang ada di sana untuk membantunya.

7. "Apakah kamu membutuhkan bantuan atau ingin mencobanya lagi?,"

7. "Apakah kamu membutuhkan bantuan atau ingin mencoba lagi,"
kidsworldfun.com

Salah satu penyebab anak menangis adalah frustrasi, bisa karena tugasnya atau waktu istirahat yang kurang cukup.

Maka dari itu, mintalah pada mereka untuk memberi tahu apa mereka butuhkan. Dengan begitu, anak juga akan merasa bahwa Mama masih mementingkannya.

8. "Mama bisa mendengarmu menangis, tapi Mama tidak tahu apa yang kamu inginkan. Coba ceritakan pada Mama?,"

8. "Mama bisa mendengarmu menangis, tapi Mama tidak tahu apa kamu inginkan. Coba ceritakan Mama,"
imagenesmy.com

Meskipun anak mama tidak dapat mengatakan penyebab ia menangis, namun dengan bertanya setidaknya hal ini dapat memberi mereka kesempatan untuk dapat mengungkapkan apa yang ia rasakan.

9. "Mama ingat ketika kamu ..."

9. "Mama ingat ketika kamu ..."
bdcwire.com

Meskipun mungkin tampak seperti mengalihkan perhatian, namun hal ini ternyata dapat membantu mereka mengingat momen-momen ketika mereka merasa bahagia.

Memunculkan kembali momen-momen tersebut juga dapat membantu otaknya untuk berpikir rasional. 

10. "Mari kita cari solusinya bersama,"

10. "Mari kita cari solusi bersama,"
familyeducation.com

Pada akhirnya Mama pasti ingin membantu anak untuk memecahkan masalah yang ia hadapi. 

Oleh karena itu, berikanlah solusi yang dapat membantu proses pengembangan emosi mereka sehingga ia dapat melihat situasi secara objektif serta menghasilkan solusi yang baik.

Nah, itulah 10 kalimat indah yang dapat Mama ucapkan pada anak ketika ia menangis.

Jangan langsung panik apalagi marah ya, Ma. Ingat, ketika memarahi anak maka Mama sama saja membunuh sel otaknya yang sedang tumbuh.

Maka dari itu, ucapkanlah hal-hal baik padanya ya!

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Anak yang Tantrum di Depan Umum

Baca juga: Jangan Langsung Kesal Ya Ma, Tantrum Ternyata Punya Manfaat Baik Lho