Popmama.com/Reisya Adelia/AI
Bila perawatan mandiri terasa lambat, Mama bisa mempertimbangkan perawatan klinik seperti microneedling. Prosedur ini dilakukan dengan membuat saluran mikroskopis pada kulit untuk merangsang proses perbaikan jaringan dan produksi kolagen.
Hasilnya dapat lebih optimal jika dipadukan dengan terapi Platelet Rich Plasma (PRP), yaitu prosedur yang menggunakan sedikit darah Mama untuk diolah dan diambil bagian plasmanya. Plasma tersebut kemudian diaplikasikan atau disuntikkan ke area yang membutuhkan perawatan untuk membantu merangsang produksi kolagen, memudarkan tampilan stretch mark, serta memperbaiki tekstur kulit secara bertahap.
Namun, bagi Mama yang masih dalam masa menyusui, sebaiknya tidak terburu-buru menjalani prosedur tersebut. Perawatan seperti microneedling maupun PRP sebaiknya dilakukan setelah masa menyusui selesai dan setelah Mama berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit atau dokter yang menangani kondisi Mama. Dokter dapat membantu menilai kondisi kulit, memastikan prosedur sesuai, serta mempertimbangkan keamanan bahan atau obat yang mungkin digunakan selama perawatan.
Perlu diingat, stretch mark merupakan perubahan pada struktur kulit sehingga perawatan umumnya tidak dapat menghilangkannya secara total. Namun, dengan perawatan yang tepat dan konsisten, tampilannya dapat dibuat lebih samar dan tekstur kulit dapat terlihat lebih halus secara bertahap.