Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penyakit yang Membuat Pasangan Susah Hamil, Waspadai Gejalanya!
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI
  • Artikel menjelaskan bahwa kesulitan hamil bisa disebabkan oleh berbagai penyakit pada pria maupun wanita, bukan hanya faktor perempuan saja.
  • Tujuh kondisi medis utama yang memengaruhi kesuburan antara lain PCOS, endometriosis, varikokel, PID, sumbatan tuba falopi, gangguan tiroid, dan diabetes tidak terkontrol.
  • Deteksi dini serta penanganan medis dan gaya hidup sehat menjadi kunci agar pasangan tetap memiliki peluang besar untuk memperoleh keturunan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menanti kehadiran buah hati merupakan proses yang penuh harapan sekaligus perjuangan yang mendalam bagi setiap pasangan. Namun, ketika garis dua yang dinanti belum kunjung hadir setelah satu tahun menikah, rasa cemas tentu kerap menghampiri pikiran ya, Mama. Penting untuk disadari sejak awal bahwa kendala ini bukanlah hal yang tabu, melainkan sering kali dipicu oleh adanya penyakit yang membuat pasangan susah hamil tertentu yang mengganggu sistem reproduksi.

Penyakit yang membuat pasangan susah hamil ini faktanya bisa dialami oleh siapa saja, baik dari pihak Mama maupun Papa. Seringkali pandangan masyarakat secara sepihak hanya menyudutkan perempuan, padahal secara medis peluang penyebab ketidaksuburan (infertilitas) terbagi rata antara pria dan wanita. Ada kalanya gangguan kesehatan pada tubuh Papa-lah yang justru menjadi faktor utama mengapa sel telur sulit dibuahi secara alami.

Banyak dari kondisi medis ini bersifat silent atau berjalan tanpa gejala yang mencolok, sehingga baru terdeteksi saat pasangan melakukan pemeriksaan promil secara mendalam. Mengenali jenis penyakit yang membuat pasangan susah hamil sejak dini sangat krusial agar Mama dan Papa bisa berhenti saling menerka-nerka atau menyalahkan, dan bisa segera mengambil tindakan medis yang tepat bersama dokter ahli.

Penasaran apa saja gangguan kesehatan pada tubuh yang bisa menghambat impian menimang buah hati? Yuk, langsung saja simak 7 daftar penyakit yang membuat pasangan susah hamil berikut ini, seperti yang telah dirangkum oleh Popmama.com!

1. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

PCOS merupakan salah satu gangguan hormonal yang paling sering dialami oleh perempuan di usia reproduksi. Kondisi ini terjadi ketika ovarium atau indung telur memproduksi hormon androgen secara berlebihan. Akibatnya, sel telur jadi sulit matang dan terbentuk kista, yang membuat proses ovulasi terganggu.

Gejala yang paling sering muncul adalah siklus menstruasi yang berantakan atau tidak haid sama sekali. Selain itu, ketidakseimbangan hormon ini juga kerap memicu pertumbuhan rambut halus berlebih serta masalah jerawat. Karena sel telur jarang dilepaskan, peluang untuk dibuahi menjadi jauh lebih kecil.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa PCOS diperkirakan memengaruhi sekitar 8–13% perempuan usia subur. WHO juga menegaskan bahwa PCOS merupakan salah satu penyakit yang membuat pasangan susah hamil akibat infertilitas anovulasi. Meski begitu, dengan penanganan gaya hidup dan terapi hormon, peluang kehamilan tetap terbuka lebar.

2. Endometriosis

Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Endometriosis adalah kondisi medis di mana jaringan yang mirip lapisan dinding rahim justru tumbuh di luar rongga rahim. Jaringan abnormal ini bisa tumbuh di ovarium atau tuba falopi. Setiap kali menstruasi, jaringan ini ikut meradang, memicu noda darah, kista, dan jaringan parut.

Keberadaan jaringan parut akibat endometriosis ini bisa merusak kualitas sel telur atau menyumbat tuba falopi. Jika saluran ini tersumbat, sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur. Gejala khasnya adalah nyeri haid yang luar biasa hebat hingga nyeri saat berhubungan intim.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), endometriosis menyerang sekitar 10% perempuan usia reproduksi global. WHO menekankan bahwa sebagai penyakit yang membuat pasangan susah hamil, kondisi ini memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup. Intervensi medis sejak dini sangat disarankan untuk menjaga peluang kesuburan.

3. Varikokel

Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Beralih ke faktor Papa, salah satu penyebab utama adalah varikokel. Varikokel adalah kondisi pembengkakan pembuluh darah vena di dalam kantong zakar (skrotum). Kondisi ini mirip dengan varises namun berada di area sensitif pria yang memproduksi sperma.

Pelebaran pembuluh darah ini menyebabkan aliran darah di sekitar testis tidak lancar, memicu kenaikan suhu skrotum. Padahal, untuk memproduksi sperma berkualitas, suhu harus lebih dingin dari suhu tubuh. Akibat suhu terlalu panas, jumlah dan kemampuan gerak sperma menurun drastis.

Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) mencatat varikokel ditemukan pada sekitar 15% laki-laki umum, dan angkanya melonjak hingga 40% pada laki-laki dengan masalah infertilitas. Sebagai penyakit yang membuat pasangan susah hamil, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan analisis sperma berkala agar kondisi ini bisa ditangani melalui prosedur medis.

4. Pelvic Inflammatory Disease (PID)

Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Pelvic Inflammatory Disease (PID) atau Radang Panggul adalah infeksi pada organ reproduksi perempuan. Infeksi ini biasanya berawal dari bakteri yang menyebar naik ke organ reproduksi bagian atas. Seringkali PID dipicu oleh infeksi menular seksual yang tidak diobati.

Dampak buruknya adalah terbentuknya jaringan parut yang menyebabkan kerusakan permanen atau penyumbatan tuba falopi. Jika rusak, perjalanan sel telur menuju rahim terhambat, yang menyebabkan susah hamil serta meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), PID merupakan salah satu penyebab utama infertilitas yang bisa dicegah. CDC mengingatkan bahwa satu dari delapan perempuan dengan riwayat PID akan mengalami kesulitan untuk hamil. Pemeriksaan rutin sangat penting untuk mendeteksi penyakit yang membuat pasangan susah hamil ini sebelum terjadi komplikasi jangka panjang.

5. Sumbatan tuba falopi (non-PID)

Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Tuba falopi adalah saluran tempat bertemunya sperma dan sel telur. Selain akibat radang panggul, saluran ini bisa tersumbat karena riwayat operasi panggul, infeksi masa lalu, atau penumpukan cairan.

Ketika saluran ini tersumbat, pertemuan sel telur dan sperma menjadi mustahil. Kondisi ini sering kali bersifat silent atau tanpa gejala, sehingga baru disadari setelah melakukan pemeriksaan khusus seperti Histerosalpingografi saat menjalani program hamil.

Laporan teknis Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa sumbatan tuba falopi menyumbang 25–35% kasus infertilitas. Organisasi Kesehatan Dunia mendorong diagnosis dini agar pasangan yang terhambat oleh penyakit yang membuat pasangan susah hamil ini bisa segera diarahkan pada program berbantu seperti bayi tabung (In Vitro Fertilization).

6. Gangguan tiroid

Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Kelenjar tiroid mengatur metabolisme tubuh dan bekerja sama dengan hormon reproduksi untuk memastikan siklus menstruasi berjalan normal. Jika tiroid terlalu aktif atau kurang aktif, keseimbangan hormon reproduksi langsung terganggu.

Akibatnya, perempuan bisa mengalami gangguan ovulasi atau tidak berovulasi sama sekali. Pada laki-laki, gangguan tiroid juga bisa memengaruhi kualitas sperma secara signifikan.

American Thyroid Association (Asosiasi Tiroid Amerika) menegaskan bahwa fungsi tiroid yang abnormal dapat mengganggu kesuburan dan meningkatkan risiko keguguran. Deteksi melalui tes darah disarankan agar keseimbangan hormon kembali normal sebelum memulai program hamil yang terhambat oleh penyakit yang membuat pasangan susah hamil ini.

7. Diabetes yang tidak terkontrol

Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Diabetes melitus adalah penyakit metabolik kronis yang jika tidak dikelola dengan baik, dampaknya bisa meluas ke sistem reproduksi. Kadar gula darah yang tinggi secara kronis dapat memicu peradangan dan stres oksidatif.

Pada perempuan, diabetes mengganggu hormon estrogen dan progesteron, serta menurunkan kualitas sel telur. Pada Papa, diabetes memicu disfungsi ereksi dan menurunkan kualitas DNA sperma, sehingga sperma sulit membuahi sel telur.

International Diabetes Federation (Federasi Diabetes Internasional) mengingatkan pentingnya perencanaan kehamilan yang matang. Federasi Diabetes Internasional menekankan bahwa mengontrol kadar Hemoglobin A1c mendekati normal sangat krusial, tidak hanya untuk meningkatkan peluang kehamilan tetapi juga demi kesehatan janin, terutama jika pasangan memiliki riwayat penyakit yang membuat pasangan susah hamil akibat diabetes yang tidak terkontrol.

Menghadapi tantangan kesuburan memang membutuhkan kesabaran ekstra dan kerja sama tim yang solid antara Mama dan Papa. Ingat ya, Ma, diagnosis berbagai penyakit yang membuat pasangan susah hamil di atas bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah peta petunjuk agar kita bisa mengambil tindakan medis yang tepat bersama dokter ahli tanpa harus saling menyalahkan. Banyak kok pasangan yang akhirnya sukses menjemput buah hati mereka setelah fokus berkonsultasi, menjalani pengobatan secara konsisten, dan kompak menerapkan gaya hidup sehat bersama-sama.

Kira-kira dari beberapa kondisi medis di atas, ada gak nih yang sedang Mama atau kerabat dekat alami saat ini?

Editorial Team

Related Article