Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Gabagen pada Bayi? Kenali Penyebab dan Gejalanya
Pexels.com/Antoni Shkraba
  • Gabagen atau campak adalah infeksi paramyxovirus yang sangat menular melalui droplet dan permukaan terkontaminasi, terutama berisiko pada bayi atau anak yang belum mendapat vaksin MMR/MMRV.
  • Gejala biasanya muncul 7–12 hari setelah infeksi: demam, pilek, batuk, mata merah, lemas, lalu bintik Koplik dan ruam merah dari wajah yang menyebar ke tubuh.
  • Setelah paparan, langkah bergantung status imunisasi dan waktu paparan; segera hubungi dokter, karena vaksin MMR atau immune globulin dapat dipertimbangkan dalam batas waktu tertentu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gabagen adalah campak, penyakit dari virus yang gampang menular saat orang batuk atau bersin. Bayi bisa demam, pilek, batuk, mata merah, lalu ada bintik merah dari wajah sampai badan. Bayi yang belum vaksin lebih mudah tertular. Kalau bayi terkena atau ada tanda-tandanya, Mama perlu cepat hubungi dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melihat munculnya bintik-bintik merah pada kulit si Kecil tentu bisa membuat Mama khawatir. Apalagi jika kondisi tersebut disertai demam atau gejala lain yang membuat bayi tampak tidak nyaman.

Salah satu kondisinya kerap disebut sebagai gabagen, terutama karena gejalanya dapat menyerupai beberapa penyakit lain. Lantas, apa yang menyebabkan gabagen dan seperti apa gejalanya?

Popmama.com telah mengutip informasi dari Baby Centre untuk membahas lebih lanjut mengenai apa itu gabagen pada bayi.

Yuk, simak penjelasannya agar Mama tidak keliru!

Apa itu Gabagen?

Magnific.com/pvproductions

Melansir Baby Centre, gabagen atau campak merupakan penyakit infeksi akibat virus yang sangat mudah menular, terutama pada bayi dan anak yang belum mendapatkan perlindungan vaksinasi.

Anak yang belum mendapatkan vaksin MMR (measles, mumps, dan rubella) atau MMRV, yakni vaksin kombinasi yang juga memberikan perlindungan terhadap cacar air, memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular campak.

Meski campak cukup umum terjadi pada anak, penyakit ini tidak boleh dianggap sepele. Kasus campak juga masih menjadi perhatian di sejumlah negara.

Di Amerika Serikat, misalnya, tercatat 2.289 kasus campak yang terkonfirmasi sepanjang 2025. Jumlah tersebut bahkan hampir kembali tercapai hanya dalam enam bulan pertama 2026.

Penyebab Gabagen pada Bayi

Magnific.com/jcomp

Gabagen atau campak disebabkan oleh virus dari kelompok paramyxovirus yang sangat mudah menular. Virus ini dapat menyebar melalui droplet saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Droplet yang mengandung virus dapat bertahan di udara atau menempel pada permukaan benda hingga sekitar dua jam.

Bayi atau anak yang menghirup droplet tersebut maupun menyentuh permukaan yang terkontaminasi dapat ikut terinfeksi.

Apalagi jika belum mendapatkan imunisasi atau terkena campak, risiko tertular setelah terpapar virus dapat mencapai 90 persen.

Campak juga dapat menular sebelum ruam khas muncul, yakni sekitar empat hari sebelum hingga empat hari setelah ruam muncul.

Karena itu, penting bagi Mama untuk mengenali gejalanya agar risiko penularan dapat diminimalkan.

Gejala Gabagen pada Bayi

Pexels.com/Sarah Chai

Gejala campak biasanya mulai terlihat sekitar 7–12 hari setelah si Kecil terinfeksi. Pada tahap awal, gejalanya sering kali menyerupai pilek atau infeksi saluran pernapasan, seperti:

  • Demam

  • Hidung berair atau pilek

  • Batuk

  • Mata merah dan berair

  • Tubuh terasa lemas

  • Nafsu makan menurun

Beberapa hari kemudian, dapat muncul bintik putih kecil di bagian dalam pipi yang dikenal sebagai Koplik's spots. Bintik ini merupakan salah satu tanda khas campak yang dapat membantu membedakannya dari penyakit lain.

Setelah itu, ruam merah mulai muncul di wajah, biasanya dari area sekitar garis rambut, kemudian menyebar secara bertahap ke leher, punggung, dan badan.

Ruam selanjutnya dapat meluas ke lengan dan tangan hingga kaki. Awalnya ruam terlihat seperti bercak merah datar, kemudian bisa menjadi sedikit menonjol dan terkadang terasa gatal.

Saat ruam mulai muncul, demam juga dapat meningkat cukup tinggi. Si Kecil mungkin terlihat lebih rewel, lemas, dan tidak nyaman.

Pada beberapa anak, campak juga dapat disertai pembengkakan kelenjar getah bening, mual, muntah, atau batuk yang semakin mengganggu.

Umumnya, ruam akan bertahan selama sekitar lima hari sebelum perlahan memudar. Warna ruam dapat berubah menjadi kecoklatan dan kulit mungkin menjadi kering atau mengelupas.

Secara keseluruhan, gejala campak pada anak dapat berlangsung selama sekitar satu hingga tiga minggu.

Apa yang Harus Dilakukan jika Bayi Terpapar Gabagen?

Magnific.com/krakenimages.com

Penanganan setelah si Kecil terpapar virus campak bergantung pada status imunisasinya dan kapan paparan terjadi. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan Mama:

  1. Sudah mendapat dua dosis vaksin MMR
    Jika si Kecil sudah mendapatkan dua dosis vaksin MMR dan terpapar virus campak, kemungkinan untuk mengalami infeksi sangat kecil. Namun, tetap hubungi dokter jika mulai muncul gejala campak.

  2. Baru mendapat satu dosis vaksin MMR
    Jika si Kecil baru mendapat satu dari dua dosis MMR, konsultasikan dengan dokter. Bila dosis pertama diberikan setelah usia 1 tahun dan sudah lebih dari satu bulan, dokter mungkin menyarankan pemberian dosis kedua lebih awal untuk memberikan perlindungan tambahan.

  3. Belum mendapatkan imunisasi campak
    Jika si Kecil belum mendapatkan vaksin dan baru saja terpapar, segera hubungi dokter. Bila paparan terjadi dalam enam hari terakhir, dokter dapat mempertimbangkan pemberian suntikan immune globulin untuk membantu mencegah campak atau mengurangi keparahan gejalanya.

  4. Bayi berusia minimal 6 bulan dan baru terpapar
    Jika bayi sudah berusia setidaknya 6 bulan dan paparan terjadi dalam 72 jam terakhir, dokter mungkin merekomendasikan satu dosis vaksin MMR. Pemberian ini tidak menggantikan jadwal imunisasi rutin, sehingga si Kecil tetap perlu mendapatkan dosis berikutnya sesuai rekomendasi dokter.

Itulah informasi seputar gabagen pada bayi yang perlu Mama ketahui, mulai dari penyebab hingga gejalanya.

Pastikan si Kecil mendapatkan imunisasi sesuai jadwal dan segera konsultasikan ke dokter jika muncul gejalanya ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article