Fanny Kondoh Ceritakan Perjuangannya saat Hamil Kazuki

- Fanny mengalami kesulitan hamil sejak 2017 karena sindrom PCOS
- Kehamilan Kazuki baru diketahui setelah kepergian suami dan Fanny menjaga kesehatannya dengan berbagai cara
- Fanny berhasil melahirkan Kazuki dengan selamat setelah perjuangan panjang dan trauma kehilangan suami
Selebgram Sherly Fanny, atau yang lebih akrab disapa Fanny Kondoh, resmi menikah dengan CEO Marugame Udon, Hajime Kondoh, pada 2017.
Dari pernikahan tersebut, Fanny dikaruniai seorang putra bernama Kazuki yang lahir pada Juli 2025. Kelahiran Kazuki membawa kebahagiaan dalam kehidupan Fanny, terlebih lagi Fanny memang sudah lama mendambakan seorang anak.
Perjalanan Fanny saat hamil Kazuki juga bukanlah hal yang mudah. Berbagai perjuangan yang telah Fanny lalui dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, @fannykondoh.
Penasaran bagaimana perjuangan Mama yang satu ini? Berikut telah popmama.com rangkum ketika Fanny Kondoh ceritakan perjuangannya saat hamil Kazuki.
Table of Content
1. Sejak 2017 Fanny kesulitan untuk hamil

Sejak menikah pada 2017, Fanny memang diketahui mengalami kesulitan untuk hamil karena mengidap sindrom polikistik ovarium (PCOS). Sebagai upaya untuk memiliki anak, Fanny pun sempat menjalani program bayi tabung meski prosesnya tidak mudah.
Sayangnya, meski telah dua kali menjalani program tersebut, Fanny belum berhasil. Ketika berniat melanjutkan program ketiga, Fanny justru dihadapkan pada kabar bahwa sang suami mengidap kanker.
Kondisi tersebut membuat Fanny ragu untuk melanjutkan proses transfer embrio untuk ketiga kalinya. Namun, atas dukungan sang suami, Fanny akhirnya kembali mencoba.
2. Hamil Kazuki baru diketahui setalah beberapa bulan kepergian suami

Usaha dan penantian panjang Fanny akhirnya membuahkan hasil. Pada awalnya, Fanny tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Fanny hanya merasakan perubahan pada tubuh, seperti penurunan berat badan dan mual muntah, yang sempat dianggap sebagai kondisi biasa.
Setelah melakukan pemeriksaan kadar hCG, kehamilan tersebut akhirnya terkonfirmasi. Namun, kabar bahagia itu baru diketahui Fanny setelah kepergian sang suami pada 15 Oktober 2024.
Kisah perjuangan selama hamil Kazuki dibagikan Fanny melalui unggahan Instagram pada 7 Januari 2026. Dalam unggahan tersebut, Fanny menceritakan perjalanan kehamilannya dari sudut pandang Kazuki.
Rasa duka dan kesedihan yang masih dirasakan Fanny atas kepergian sang suami turut memengaruhi kondisi kesehatannya selama masa kehamilan.
3. Menjaga Baby Kazuki dengan berbagai cara

Kepergian sang suami membuat Fanny merasa tidak kuat mengonsumsi makanan. Meski begitu, demi menjaga kehamilan, Fanny tetap memaksa diri untuk mengonsumsi makanan protein agar kondisi janin tetap terjaga.
Selain itu, Fanny juga memilih mengonsumsi makanan organik dan menghindari makanan ultra-proses (UPF).
Meninggalnya sang suami akibat kanker turut meninggalkan trauma mendalam bagi Fanny. Hal tersebut membuat Fanny lebih berhati-hati terhadap hal apa pun yang bisa menstresor sel kanker pada calon bayinya.
Fanny bahkan memilih untuk tidak menggunakan skincare karena khawatir terdapat kandungan berbahaya di dalamnya yang dapat berdampak pada kesehatan janin selama masa kehamilan.
4. Mengenalkan sosok Papa sejak dalam kandungan

Sejak Kazuki masih berada dalam kandungan, Fanny berusaha mengenalkan Hajim sebagai Papa Kazuki. Fanny kerap memutar rekaman suara Hajime dan bercerita tentang kebaikan Hajim .
Cara tersebut dilakukan agar Baby Kazuki tetap dapat merasakan kedekatan dengan papanya, meski hanya melalui suara dan cerita.
5. Baby Kazuki sempat terancam untuk dikuret

Saat memasuki usia kehamilan tiga bulan, Fanny sempat dinyatakan harus menjalani kuret akibat pendarahan hebat. Meski demikian, Fanny tidak menyerah dan memilih untuk mencari dokter lain.
Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa Kazuki masih bertahan dengan detak jantung yang terdeteksi dan kondisi air ketuban yang baik.
6. Berhasil melahirkan Baby Kazuki dengan selamat

Pada 3 Juli 2025, Fanny akhirnya berhasil melahirkan Kazuki dengan selamat. Momen kelahiran tersebut menjadi penutup dari perjalanan panjang dan penuh perjuangan yang Fanny lalui selama masa kehamilan Kazuki.
Dalam unggahannya, Fanny kembali menuliskan cerita dari sudut pandang Kazuki yang menggambarkan perjuangan sang Mama yang tetap berusaha tersenyum meski diliputi rasa lelah dan rapuh.
Melalui unggahan tersebut, Kazuki seolah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Fanny yang telah berjuang mempertahankan Baby Kazuki di tengah kondisinya.
Itulah rangkuman terkait Fanny Kondoh ceritakan perjuangannya saat Hamil Kazuki. Kisahnya begitu mengharukan, ya, Ma!


















