- Virus dan jamur lebih mudah bertahan
- Saluran napas lebih sensitif
- Batuk, pilek, dan alergi makin mudah kambuh
Kamar Lembap Bisa Memperparah Batuk Pilek pada Bayi dan Anak

- Kamar lembap bisa memperparah batuk pilek pada bayi dan anak
- Tingkat kelembapan ideal untuk kamar bayi adalah antara 40% dan 60%
- Ada beberapa cara untuk menjaga kelembapan kamar bayi, seperti memantau suhu dan kelembapan ruangan dengan thermo-hygrometer
Batuk dan pilek kerap dialami oleh bayi. Namun jika bayi sering batuk pilek di malam hari, apakah ini normal?
Mama mungkin berpikir jika batuk pilek malam hari itu disebabkan oleh AC yang terlalu dingin. Namun rupanya ada penyebab lain, Ma. Salah satunya adalah tingkat kelembapan kamar
Kamar yang lembap bisa memperparah batuk pilek pada anak. Untuk mengetahui penjelasannya, Popmama.com sudah merangkum informasinya untuk Mama pada ulasan berikut.
Kamar Lembap Bisa Memperparah Batuk Pilek pada Bayi dan Anak

Dilansir dari unggahan dr. Mas Nugroho Ardi Santoso, SpA, M.Kes., di laman Instagram pribadinya @ardisantoso, bila bayi sering mengalami batuk pilek yang kambuh antara malam dan pagi hari, sering kali penyebabnya bukan AC, tapi karena kamar terlalu lembap, Ma.
Kelembapan tinggi di kamar dan ruangan lain bisa menyebabkan:
Berapa Tingkat Kelembapan yang Disarankan?

Mama mungkin bertanya-tanya: Berapa tingkat kelembapan yang aman untuk kamar bayi? Tingkat kelembapan ideal untuk kamar bayi adalah antara 40% dan 60%, ketika suhu ruangan antara 24 dan 26°C.
Kisaran ini memastikan udara yang cukup lembap untuk melindungi sistem pernapasan, tanpa menciptakan lingkungan yang kondusif bagi alergen. Ini sesuai dengan rekomendasi yang paling sering dikutip oleh dokter anak dan spesialis kualitas udara dalam ruangan saat ini.
Mengapa Kelembapan Sangat Penting di Kamar Bayi?

Tingkat kelembapan di kamar bayi tidak hanya terbatas pada kenyamanan. Kelembapan memainkan peran mendasar dalam melindungi sistem pernapasan dan sistem kekebalan tubuh mereka yang masih belum matang.
Udara yang tidak seimbang dapat menyebabkan iritasi, memicu infeksi THT, dan mengganggu tidur secara permanen. Pada bayi baru lahir, selaput lendir sangat sensitif terhadap variasi kelembapan, yang menjelaskan peningkatan kerentanan mereka.
Studi menunjukkan bahwa udara yang terlalu kering mengiritasi selaput lendir hidung dan meningkatkan risiko pilek dan batuk malam hari. Sebaliknya, kelembapan yang berlebihan mengubah ruangan menjadi tempat yang ideal bagi jamur dan tungau debu, alergen yang berbahaya bagi paru-paru bayi yang rapuh.
Oleh karena itu, menjaga tingkat kelembapan yang baik merupakan tindakan pencegahan kesehatan yang nyata, sama seperti suhu atau kualitas tempat tidur.
Sistem pernapasan bayi baru lahir masih berkembang. Udara yang terlalu kering bertindak seperti gurun bagi selaput lendir mereka, sementara udara yang terlalu lembap menjadi “hutan” mikroba.
Menjaga kelembapan tetap stabil berarti menawarkan bayi lingkungan pernapasan yang setara dengan zona beriklim sedang yang seimbang sempurna, yang kondusif untuk tidur nyenyak dan memulihkan tenaga.
Solusi agar Kamar Bayi Tidak Lembap

Ada beberapa cara untuk menjaga kelembapan kamar bayi, seperti:
- Memantau suhu dan kelembapan ruangan dengan thermo-hygrometer (alat ukur suhu dan kelembapan)
- Menetapkan target amat untuk kelembapan di ruang tidur. Suhu yang aman antara 24–26°C dan kelembapan 40–60%
- Bila menggunakan AC, pastikan tidak terlalu dingin. Selain itu, jangan lupa untuk melakukan perawatan rutin pada AC, ya, Ma.
- Menutup jendela dan pintu dengan rapat agar tidak “masuk lembap”
- Kurangi sumber lembap di kamar. Seperti tidak menjemur baju basah di dalam kamar, memperbaiki dinding atau plafon yang bocor, serta membersihkan jamur dan debu secara rutin.
- Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang cukup di siang hari
- Ganti seprai dan gorden secara rutin
- Gunakan dehumidifier bila perlu
Menurur dr. Ardi, kamar yang sejuk tapi kering jauh lebih sehat dibanding kamar hangat tapi lembap, Ma.
Jadi bila si Kecil kerap batuk pilek di malam hingga pagi hari, kamar lembap bisa menjadi penyebabnya. Menurut dokter, kamar lembap bisa memperparah batuk pilek pada bayi dan anak.
Apakah si Kecil juga kerap mengalami batuk pilek di malam hari, Ma? Bila ya, yuk, cek dulu tingkat kelembapan di kamar.


















