Bayi Muntah Setelah Minum ASI? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pahami jenis muntah bayi yang normal dan abnormal

29 Maret 2019

Bayi Muntah Setelah Minum ASI Ketahui Penyebab Cara Mengatasinya
Babycenter

Tiap bayi pasti pernah mengalami muntah. Ada yang mengalaminya sesekali dan ada pula yang muntah setiap kali selesai minum ASI.

Sebagai orangtua, Mama tidak perlu panik ketika si Kecil muntah.

Muntah pada bayi bisa tergolong reaksi yang normal, namun hal ini bisa pula menjadi pertanda bahwa bayi mama mengalami kondisi serius.

Lalu bagaimana cara membedakannya?

Apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Untuk menjawab itu semua, berikut Popmama.com telah merangkum 3 informasi pentingnya.

Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum ASI

Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum ASI
Freepik/Freepic.diller

Dilansir dari laman babycenter.co.uk, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi muntah setelah minum ASI.

Berikut beberapa diantaranya:

1. Naiknya asam lambung

Asam lambung dapat menyebabkan bayi sering muntah setelah minum ASI.

Penyebabnya karena katup esofagus bawah pada bayi masih dalam tahap perkembangan sehingga belum sempurna.

Ini artinya ketika lambung si Kecil penuh, ASI dan asam lambung di dalamnya bisa naik kembali ke saluran esofagusnya.

Hal ini umumnya terjadi hingga usia 0-5 bulan. Setelah itu, ia biasanya berhenti muntah. Tak hanya memicu gumoh, refluks juga berpotensi membuat anak cegukan atau batuk.

Meski begitu, kondisi ini rata-rata normal selama si Kecil baik-baik saja. 

Untuk mencegahnya terjadi, lakukan beberapa hal berikut:

  • Pertahankan posisi tubuh bayi tetap tegak lurus usai makan hingga 30 menit berikutnya,
  • pastikan perutnya tidak tertekan, jadi tunggu 30 menit sebelum meletakkannya di kursi khusus,
  • buat ia bersendawa setiap kali usai makan,
  • hindari mengajaknya bermain atau bercanda setelah maupun ketika makan.

Pada kasus yang lebih parah, asam lambung bisa membuat si Kecil mual. Ia mungkin jadi menangis atau sering batuk juga.

Pertumbuhannya pun jadi terhambat, dan bukan tidak mungkin kalau ia mengalami pneumonia karena refluks.

Jika sudah begini, Mama harus  membawa anak ke dokter yang mungkin akan meresepkan antacid khusus bayi, atau pengental makanan yang harus ditambahkan pada susu.

2. Galaktosemia

2. Galaktosemia
Pixabay/StockSnap

Penyebab satu ini sangat jarang terjadi, diperkirakan hanya 1 dari 70.000 bayi yang mengalaminya.

Galaktosemia merupakan kondisi di mana tubuh bayi kekurangan enzim galaktosa untuk mencerna ASI.

Jika tubuh kebanjiran galaktosa dan itu tak bisa diubah menjadi glukosa, maka organ hati akan melemah karenanya.

Gejala galaktosemia berikut rata-rata dialami 3 hari setelah bayi lahir:

  • Muntah,
  • berat badan rendah,
  • gangguan makan,
  • penyakit kuning,
  • membesarnya organ hati dan limfa,
  • perdarahan,
  • katarak,
  • gagal hati,
  • keterbelakangan mental.,
  • lebih rawan terserang infeksi E coli.

Jika benar bahwa galaktosemia adalah penyebab bayi sering muntah setelah disusui, maka Mama tak bisa melanjutkan pemberian ASI. Bayi kemudian harus diberi minum susu bebas laktosa.

Editors' Picks

3. Gastroenteritis

Jika kasus bayi sering muntah setelah minum ASI baru terjadi belakangan dan diikuti dengan diare, penyebabnya bisa jadi gastroenteritis.

Gastroenteritis merupakan infeksi yang disebabkan virus atau bakteri. Dalam hal ini, Mama harus membawa bayi ke dokter.

Dokter mungkin akan memeriksa sample kotoran guna mencari cara terbaik mengobati si Kecil. Salah satunya dengan memberi jenis oralit yang aman untuk bayi.

Baik muntah maupun diare, keduanya membuat bayi kehilangan banyak cairan. Bila cairan yang hilang tidak segera diganti, itu mampu memicu dehidrasi.

4. Infeksi atau sakit

4. Infeksi atau sakit
Unsplash/Brytny.com

Penyebab bayi sering muntah setelah minum ASI berikutnya adalah karena ia sakit atau mengalami infeksi. 

Gejala lain biasanya juga muncul, seperti:

  • Demam,
  • hilang nafsu makan,
  • rewel,
  • lesu,
  • timbul ruam,
  • batuk,
  • hidung tersumbat,

Muntah juga merupakan ciri-ciri dari:

  • Flu,
  • demam scarlet (disertai ruam merah, disebabkan bakteri Streptococcus),
  • infeksi saluran kemih,
  • infeksi telinga,
  • meningitis,
  • Stenosis pilorus

Penyebab bayi sering muntah setelah minum ASI yang terakhir ini juga jarang terjadi. Bayi yang mengalaminya bisa muntah-muntah selama 30 menit setelah minum ASI.

Walau bisa muncul kapan saja sebelum usia 4 bulan, namun stenosis pilorus ini rata-rata dialami pada usia 6 minggu.

Selain bersifat genetik, bayi laki-laki memiliki risiko 4 kali lebih besar terkena stenosis pilorus ketimbang anak perempuan.

Stenosis pilorus terjadi saat otot yang mengontrol katup dari lambung ke usus menebal.

Penebalan inilah yang mencegah katup terbuka sehingga makanan tetap berada dalam lambung atau naik ke esofagus.

Untuk mengatasinya, dokter mungkin harus melakukan bedah minor. 

Membedakan Muntah yang Normal dan Abnormal

Membedakan Muntah Normal Abnormal
Freepik/javy_indi

Jangan langsung panik jika si Kecil muntah usai minum ASI. Pasalnya, ada dua jenis muntah yang perlu Mama ketahui sebelumnya.

Pertama adalah muntah normal yang tak perlu Mama takuti, dan kedua adalah muntah abnormal yang harus segera ditangani.

Agar lebih paham, berikut penjelasannya:

Muntah yang normal

Muntah merupakan hal yang biasa dialami oleh bayi, terutama saat usianya masih beberapa minggu.

Di usia tersebut, bayi sedang berusaha menyesuaikan diri dengan ASI. Muntah jenis ini kerap disebut gumoh.

Biasanya si Kecil akan gumoh setelah minum susu. Setelah si Kecil menelan susu, susu kemudian akan melewati bagian belakang mulut, lalu turun ke kerongkongan, dan diteruskan ke lambung.

Di antara kerongkongan dan lambung, terdapat cincin otot. Cincin ini menjadi pintu masuk susu ke lambung. Setelah susu masuk ke lambung, cincin akan menutup.

Namun jika cincin ini tidak menutup dengan sempurna, susu bisa kembali lagi ke kerongkongan, lalu terjadilah gumoh.

Dalam ilmu medis disebut refluks.Di usia yang masih beberapa minggu, bayi rentan mengalami refluks karena ukuran lambungnya masih kecil.

Di usia ini juga cincin otot belum bisa bekerja dengan sempurna. Biasanya, cincin akan tumbuh kuat saat bayi berusia sekitar 4-5 bulan.

Pada masa ini dia mungkin sudah berhenti mengalami gumoh. Selain hal di atas, muntah juga bisa terjadi ketika bayi menangis atau batuk-batuk secara berlebihan.

Kemungkinan Mama akan sering melihat si Kecil muntah karena hal ini akan terjadi pada tahun-tahun pertamanya.

Muntah yang abnormal

Muntah pada bayi yang tidak normal bisa berhubungan dengan kondisi kesehatan si Kecil.

Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:

  • Keracunan makanan,
  • infeksi virus atau bakteri,
  • infeksi saluran pernapasan,
  • infeksi telinga,
  • pneumonia,
  • radang usus buntu.
  • stenosis pilorus (cincin otot antara lambung dan usus terlalu tebal sehingga menutup jalur ke lambung dan makanan tidak dapat lewat),
  • meningitis.

Tanda-tanda bahwa bayi Mama mengalami muntah abnormal, antara lain:

  • Muntahan bayi berwarna kuning kehijauan. Kondisi ini bisa menjadi pertanda bayi mengalami gangguan pada ususnya,
  • bayi terlihat sangat kesakitan,
  • muntah yang diiringi pembengkakan perut,
  • muntah lebih dari sekali setelah mengalami cedera. Hal ini kemungkinan bisa menjadi pertanda gegar otak,
  • terdapat darah pada muntahan. Jika hanya sedikit, Mama tidak perlu khawatir karena itu normal terjadi. Namun jika banyak atau terus menerus ada darah, segera bawa si Kecil ke dokter,
  • muntah secara hebat dan terus-menerus,
  • muntah yang diiringi menguningnya kulit dan mata bayi. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa bayi mengalami jaundice atau sakit kuning.

Cara Mengatasi Bayi yang Muntah Setelah Minum ASI

Cara Mengatasi Bayi Muntah Setelah Minum ASI
tesco-baby.com

Untuk mengatasi muntah yang normal, Mama tidak perlu membawanya ke dokter atau memberikan obat-obatan khusus.

Cukup berikan ia cairan agar terhindar dari dehidrasi.

Untuk lebih amannya, dua tips di bawah ini mungkin bisa Mama coba untuk meminimalisasi muntah usai si Kecil minum susu:

  • Usai minum susu jangan langsung membaringkannya di tempat tidur bayi. Lebih baik Mama menggendongnya dengan posisi tubuh si Kecil tegak. Gendong ia sekitar setengah jam setelah menyusu agar cairan bisa turun dengan sempurna,
  • biasakan untuk menyendawakan bayi sehabis mengonsumsi apa pun.

Berbeda dengan tips di atas, untuk mengatasi muntah yang abnormal, Mama bisa langsung membawa si Kecil ke dokter guna mendapat penanganan lebih lanjut.

Sebagai langkah awal, Mama bisa memberikannya cukup cairan, namun hindari memberikannya jus buah.

Terkadang jus buah bisa memperparah keadaan, terutama jika bayi mengalami diare. Dehidrasi juga bisa dicegah dengan memberikan cairan elektrolit atau oralit.

Tapi pemberian oralit pada bayi harus mendapat persetujuan dari dokter terlebih dahulu. Selain itu, Mama juga bisa menidurkannya jika mengalami muntah dalam perjalanan.

Tidur kemungkinan bisa membantu menenangkan bayi sekaligus menghilangkan keinginan bayi untuk muntah.

Nah, itulah beberapa informasi penting mengenai bayi muntah setelah minum ASI.

Jika si Kecil sudah kembali sehat dan kondisi perutnya sudah membaik, jangan lupa untuk memberikannya kembali asupan yang sehat dan higienis ya, Ma.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!