Ayo Cek Cara Menyiapkan Ruang Tidur Terbaik untuk Bayi

Kamar bayi sebenarnya harus hening atau berisik, sih? Faktanya ternyata mengejutkan!

2 Juli 2018

Ayo Cek Cara Menyiapkan Ruang Tidur Terbaik Bayi
Pixabay/Smpratt90

Si Kecil baru lahir. Mama menidurkannya di kamar bayi, dan semua orang Mama peringati agar tidak berisik: suara ponsel dimatikan, suara telepon rumah dikecilkan, suara televisi sebisa mungkin tak mengganggu Si Kecil.

Mama takut Si Kecil terganggu tidurnya akibat suara berisik. Apalagi ia sulit sekali untuk terlelap dalam waktu lama.

Tepatkah apa yang Mama lakukan?

Ayo Cek Cara Menyiapkan Ruang Tidur Terbaik Bayi
Pixabay/Pezibear

Jika Mama melakukan hal tersebut, berarti Mama sengaja membiasakan Si Kecil untuk tidur dalam kondisi hening.

Walaupun niat Mama baik, yaitu agar ia bisa cukup tidur, namun hal ini bisa menyulitkannya saat ia semakin besar.

Bisa jadi ia kesulitan untuk tidur saat suasana sedikit ribut, atau saat berlibur dan menginap di tempat yang tak bisa Mama kendalikan kondisinya.

Baca Juga: Ini Alasan Mengenal Pola TIdur Bayi Bakal Bikin Hidup Mama Gampang

Editors' Picks

White Noise

White Noise
Pixabay/PublicDomainPictures

Pada umumnya, bayi bisa tetap tidur dengan suara yang cukup ramai di sekitarnya, suara latar yang biasa disebut sebagai white noise.

Suara dengungan kipas angin, detak jam, suara televisi, suara musik dari radio, bisa membantunya terlelap jika ia memang tipe bayi yang senang dengan suara teratur seperti itu.

Seberapa jauh suara latar ini diterima oleh bayi, tergantung dari lingkungan saat ia masih dalam kandungan. Beberapa bayi bisa jadi sensitif terhadap suara, beberapa tidak. Hal ini akan menentukan seberapa ia terbiasa dengan keadaan ramai tersebut.

Jika Mama memang merasakan bahwa Si Kecil sensitif terhadap bunyi-bunyian sejak lahir, berarti hal yang Mama lakukan sudah tepat.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Tidur Bayi yang Bisa Mengganggu Kesehatannya

Suara Membantu Si Kecil Terlelap

Suara Membantu Si Kecil Terlelap
Pixabay/Skimpton007

Namun hal yang mengejutkan, menurut ahli bedah telinga anak Blake Papsin dari Hospital for Sick Children di Toronto, bahkan beberapa anak yang tak mau tidur, malah terlelap saat dipajankan dengan white noise yang kebisingannya mencapai 85 desibel, setara dengan hair dryer dengan level kebisingan paling tinggi.

Tetapi, para ahli menyarankan bahwa white noise tak lebih dari 70 desibel, seperti suara kucuran shower, agar tak berbahaya bagi pendengaran anak.

Ini sebenarnya bukan hal baru.

Sebuah artikel yang dipublikasikan di Archives of Disease in Childhood berjudul White Noise and Sleep Induction yang ditulis oleh J. A. Spencer menyebutkan, dalam penelitian yang melibatkan 20 anak baru lahir berusia 2 hingga 7 hari, 80 persen dari mereka tertidur dalam waktu lima menit setelah diperdengarkan white noise. 

Mama mau coba? Yuk, "ramaikan" ruang tidur Si Kecil.