Jangan Salah! Begini Cara Merawat Gigi Bayi yang Baru Tumbuh

Ketahui pula cara memilih pasta gigi yang tepat untuk si Kecil

29 November 2018

Jangan Salah Begini Cara Merawat Gigi Bayi Baru Tumbuh
Pixabay/collusor

Jika si Kecil tiba-tiba jadi sering menangis, mengalami demam ringan, mengeluarkan air liur lebih banyak daripada biasanya, dan suka menggigit-gigit apa saja di sekitarnya, maka kemungkinan besar ia sedang tumbuh gigi.

Kondisi ini bisa berlangsung antara satu atau hingga dua bulan. Normalnya, gigi bayi pertama kali muncul saat berusia 4 sampai 7 bulan. 

Ukuran usia ini tidak mutlak, sebab sangat tergantung dari status gizi bayi terutama asupan kalsium selama masa hamil dan menyusui.

Bila si Kecil sudah tumbuh gigi, ada baiknya Mama lebih rajin membersihkan giginya.

Bukan sembarang menyikat, gigi bayi yang baru tumbuh memerlukan cara menyikat khusus.

Agar lebih jelas, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa langkah yang dapat Mama lakukan untuk membersihkan gigi bayi beserta cara memilih pasta gigi bayi yang tepat.

1. Cara merawat gigi bayi yang baru tumbuh

1. Cara merawat gigi bayi baru tumbuh
Flickr.com/spider.dog

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pada usia 4-6 bulan bayi biasanya sudah mengalami pertumbuhan gigi. Meski bukan gigi dewasa dan berukuran kecil, Mama tetap harus merawat kesehatan giginya.

Penanganan yang salah pada gigi bayi bisa saja menyebabkan hal buruk di kemudian hari. 

Dilansir dari parents.com, berikut beberapa hal yang sebaiknya lakukan untuk merawat gigi bayi yang baru tumbuh:

  • Rawat sebelum gigi bayi tumbuh

Mulailah membersihkan rongga mulut si Kecil bahkan sebelum giginya tumbuh. Bersihkan gusi setiap kali ia selesai makan atau minum susu.

Mama dapat membersihkannya dengan lap hangat yang sudah dibasahi terlebih dahulu atau dengan menggunakan sepotong kain kasa yang dibasahi di jari Mama.

Selain itu, Mama juga dapat membeli Sikat gigi bayi berupa perangkat karet lembut yang disematkan pada jari telunjuk Mama untuk mempermudah proses penggosokan sisa makanan pada gigi si Kecil. 

  • Jika sudah tumbuh, segera rawat!

Begitu gigi mulai tumbuh, segeralah rawat dengan baik. Banyak orangtua yang berpikir bahwa gigi bayi tidaklah penting karena nantinya mereka akan diganti dengan gigi permanen.

Meski begitu, gigi pertama ini merupakan pondasi utama mereka untuk mengunyah dan berbicara. Jika tidak dirawat dengan benar, gigi si Kecil bisa saja membusuk dan mengarah ke infeksi gusi yang disebut gingivitis.

Untuk membersihkan gigi bayi, Mama dapat menggunakan kasa steril yang telah dilembapkan dengan air matang. Bersihkan minimal dua kali sehari.

  • Hindari menyusu dengan botol dalam waktu yang lama

Jangan biarkan bayi menyusu dengan botol dalam jangka waktu yang lama. Pasalnya, sisa susu atau jus yang menempel pada gigi bayi dalam waktu lama dan tidak dibersihkan akan mengakibatkan lubang pada giginya.

Tanda-tanda pertama gigi berlubang pada bayi adalah perubahan warna dan lubang kecil. Jika sudah begini, segeralah pergi ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan khusus.

  • Cukupi kebutuhan fluorida pada gigi bayi

Meskipun bayi tidak menggunakan pasta gigi berfluorida, ia harus mendapat cukup fluorida untuk mencegah kerusakan gigi seperti fluoriosis. 

Selain dari pasta gigi, Mama bisa mendapatkan fluorida dari makanan-makanan laut seperti ikan, kerang, dll.

Namun jika si Kecil alergi terhadap itu, Mama dapat menanyakan kepada dokter gigi mengenai suplemen fluorida yang dapat diberikan pada bayi setelah berusia 6 bulan.

  • Jadwalkan pemeriksaan gigi secara rutin

American Dental Association dan American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh atau saat usia anak telah mencapai 1 tahun, Mama wajib memeriksakan gigi bayi ke dokter gigi. 

Pasalnya, gigi dan gusi yang sehat saat bayi merupakan bakal gigi dan gusi yang sehat saat dewasa. 

Editors' Picks

2. Cara memilih pasta gigi yang tepat untuk bayi

2. Cara memilih pasta gigi tepat bayi
Pxhere/nikon d60

Untuk memilih pasta gigi bayi yang tepat, sebaiknya pilihlah pasta gigi yang mengandung bahan-bahan alami, karena bayi masih sangat rentan dan lemah. 

Lebih baik gunakan pasta gigi yang tidak mengandung fluorida. Bayi masih dalam tahap berlatih menyikat gigi, sehingga pasta gigi bisa saja tertelan olehnya. 

Pasta gigi bayi yang mengandung fluorida akan kurang aman jika tertelan. Selain itu, makanan bayi masih belum sevariatif balita, sehingga kemungkinan timbulnya karies juga lebih kecil.

Karena itulah, kandungan fluorida sebenarnya belum dibutuhkan untuk perawatan giginya. Selain itu, Mama juga sudah harus melatih bayi menyikat gigi sejak umur 5 bulan.

Pada saat ia berumur 5 bulan, gigi bayi sudah mulai muncul ke permukaan sedikit demi sedikit. Oleh karena itu, pacu pertumbuhan gigi anak dengan cara memasukkan sikat gigi disertai pasta gigi ke mulut bayi. 

Biarkan bayi mencoba mengunyah sikat tersebut untuk melatihnya. Dilansir dari babycenter, berikut 2 hal yang perlu Mama perhatikan sebelum memilih pasta gigi bayi:

  • Bahan pasta gigi bayi

Pasta gigi bayi berbeda dari pasta gigi orang dewasa, karena kebanyakan produk bayi tidak mengandung bahan pemutih dan bahan kimia keras yang dapat merusak enamel gigi muda.

Memilih pasta gigi yang berlabel untuk bayi, balita atau anak-anak dapat membantu memastikan tidak ada bahan kimia yang tidak diperlukan di sana.

Bahan yang harus dihindari adalah sodium lauryl sulfate (SLS). SLS sendiri diketahui dapat menyebabkan luka kanker yang menyakitkan setelah digunakan pada beberapa bayi.

  • Varian rasa pada pasta gigi

Tidak ada varian khusus yang ampuh melindungi gigi bayi mama. Namun, ada baiknya jika Mama menghindari varian yang lebih kuat untuk si Kecil seperti rasa mint atau kayu manis.

Pilihlah pasta gigi bayi dengan rasa yang ramah bagi bayi, seperti rasa buah-buahan dan permen karet. 

Nah, itulah beberapa cara merawat gigi bayi beserta cara mudah memilih pasta gigi terbaik untuk si Kecil.

Jagalah gigi si Kecil sebelum terlambat ya, Ma!

Baca juga: Xabiru Tumbuh Gigi, Orangtua Wajib Tahu Ciri Tumbuh Gigi si Kecil

Baca juga: Tips Memilih Sikat Gigi Pertama untuk Si Kecil

Baca juga: 4 Alasan Penting Mengajarkan Sikat Gigi Sejak Bayi

Baca juga: 5 Fakta tentang Gigi Pertama Bayi