Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Tanda Bayi Kekurangan Zat Besi, Perhatikan dan Segera Deteksi!
Ilustrasi bayi makan ( pexels.com/vanessa loring)
  • Kekurangan zat besi menghambat produksi hemoglobin dan pengangkutan oksigen, sehingga berisiko mengganggu kesehatan serta tumbuh kembang bayi.
  • Tandanya meliputi kulit pucat, lemas atau rewel, mata sayu, nafsu makan menurun, imunitas melemah, pola tidur berubah, hingga detak jantung cepat.
  • Pencegahan dilakukan melalui ASI eksklusif, formula tinggi zat besi, MPASI kaya zat besi, dan suplemen bila diperlukan; konsultasikan ke dokter jika muncul tanda-tanda tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kekurangan zat besi atau anemia defisiensi besi pada bayi dapat menghambat produksi hemoglobin dan pengangkutan oksigen, dengan tanda seperti kulit pucat, lemas, nafsu makan menurun, tidur berlebihan, detak jantung cepat, serta tumbuh kembang melambat.
  • Who?
    Bayi yang mengalami kekurangan zat besi, serta orangtua yang perlu memantau perubahan kondisi anak dan berkonsultasi dengan dokter bila tanda-tanda tersebut muncul.
  • Where?
    Tanda-tanda dapat diamati pada kondisi fisik dan perilaku bayi, termasuk wajah, telapak tangan, telapak kaki, mata, pola makan, tidur, dan perkembangan kemampuan geraknya.
  • When?
    Pemantauan perlu dilakukan saat bayi menunjukkan perubahan seperti pucat, rewel, lemas, sulit makan, lebih sering tidur, atau perkembangan yang lebih lambat. Suplemen zat besi dapat diberikan pada bayi menyusu setelah usia 4–6 bulan.
  • Why?
    Kondisi terjadi ketika tubuh bayi tidak memiliki zat besi cukup untuk memproduksi hemoglobin. Rendahnya hemoglobin menghambat sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh.
  • How?
    Pencegahan dilakukan melalui ASI eksklusif enam bulan pertama, formula tinggi zat besi, MPASI kaya zat besi seperti daging, telur, sereal bayi, dan bayam, serta konsultasi dokter. Bayi dengan tanda tersebut perlu segera diperiksakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi yang kurang zat besi bisa kulitnya pucat, lemas, rewel, dan matanya sayu. Ia juga mungkin susah makan, sering tidur, mudah sakit, atau jantungnya berdetak cepat. Tumbuhnya bisa lambat. Mama dan Papa bisa memberi ASI, susu, atau makanan kaya zat besi. Kalau ada tanda ini, bayi perlu dibawa ke dokter.Bayi yang kurang zat besi bisa pucat, lemas, rewel, dan susah makan. Matanya bisa sayu. Bayi juga bisa sering tidur, mudah sakit, jantungnya cepat, dan tumbuhnya lebih lambat. Mama dan Papa bisa memberi ASI, susu, atau makanan kaya zat besi. Kalau ada tanda itu, bayi perlu dibawa ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Zat besi merupakan nutrisi penting yang berperan besar dalam penyebaran oksigen di seluruh tubuh si Kecil. Kekurangan zat besi dapat berakibat fatal dan dapat menghambat tumbuh kembang bayi

Kondisi kekurangan zat besi juga disebut anemia defisiensi besi yang terjadi akibat tubuh tidak memiliki jumlah zat besi yang cukup untuk memproduksi hemoglobin, protein dalam sel darah merah. 

Kondisi tersebut dapat menghambat sel darah merah yang tugasnya membawa oksigen ke seluruh tubuh. Untuk itu, penting bagi orangtua mengetahui bagaimana tanda bayi kekurangan zat besi untuk mencegah terjadinya kondisi ini.

Nah, kali ini Popmama.com telah merangkum tanda bayi kekurangan zat besi yang dapat Mama pahami.

1. Kulit pucat

Ilustrasi bayi tidur (Pexels.com/Yan Krukau)

Tanda yang paling terlihat pada bayi yang kekurangan zat besi adalah kulit pucat. Zat besi yang tidak terpenuhi membuat kulit terlihat pucat sebab kekurangan hemoglobin yang membawa oksigen dalam darah. 

Hal ini yang akhirnya membuat darah terlihat kurang merah hingga memicu kulit pucat. Sebaiknya periksa bagian wajah, telapak tangan, dan telapak kaki si Kecil untuk melihat tanda-tanda ini.

2. Rewel dan kondisinya lemas

ilustrasi mengatasi rewel pada si kecil saat tumbuh gigi (pexels.com/Vanessa Loring)

Bayi yang kekurangan zat besi juga cenderung lebih rewel dari biasanya. Hal ini dikarenakan kekurangan zat besi berpengaruh terhadap berkurangnya oksigen di seluruh tubuh.

Kondisi ini dapat membuat si Kecil menjadi tidak lemas, lelah, dan tidak nyaman hingga akhirnya menjadi rewel dan mudah menangis.

3. Mata terlihat sayu

Ibu dan bayi (freepik.com)

Tanda kekurangan zat besi juga dapat dilihat dari kondisi mata si Kecil yang terlihat berbeda dari biasanya. Kondisi ini memengaruhi mata bayi menjadi terlihat sayu dan putih matanya menjadi kebiruan atau kekuningan.

Penurunan jumlah serat kolagen pada sklera membuat lapisan biru di mata menjadi terlihat lebih jelas. Kekurangan hemoglobin juga membuat senyawa bilirubin yang berwarna kuning menumpuk di bagian sklera.

4. Nafsu makan menurun

Ilustrasi anak GTM (freepik/cookie_studio)

Kekurangan zat besi juga berpengaruh terhadap pola makan bayi. Kondisinya yang lemas juga memengaruhi nafsu makan bayi yang cendeurng menurun.

Melansir dari Liv Hospital, biasanya nafsu makan yang menurun juga dapat ditandai dengan ciri-ciri sering meludah atau rewel saat makan, adanya penolakan saat disuapi, dan berpengaruh pada kenaikan berat badan yang melambat. 

5. Sistem kekebalan tubuh lemah

ilustrasi anak sakit (freepik.com/freepik)

Kekebalan tubuh si Kecil juga melemah akibat kekurangan zat besi, Ma. Kondisi ini berpengaruh pada terganggunya pengangkutan oksigen ke sel-sel imun.

Jika kondisi ini terjadi, fungsi sel yang menjaga kekebalan tubuh ikut melemah. Hal ini berisiko membuat bayi menjadi lebih rentan terjangkit penyakit dan infeksi.

6. Tidur berlebihan

ilustrasi bayi tidur pulas (freepik.com/freepik)

Hemoglobin yang rendah juga membuat bayi menjadi mengantuk berlebihan. Akibatnya, frekuensi tidur si Kecil menjadi lebih sering dari biasanya.

Saat tidur, si Kecil juga lebih sulit dibangunkan. Pada beberapa kondisi, efeknya justru berkebalikan, membuat bayi menjadi lebih sulit tidur dan cenderung terjaga.

7. Detak jantung cepat

ilustrasi memeriksakan bayi ke dokter anak (freepik.com/pressfoto)

Detak jantung cepat atau murmur jantung juga menjadi salah satu tanda kekurangan zat besi yang serius. kekurangan sel darah merah atau hemoglobin membuat jantung menjadi bekerja lebih keras.

Kondisi ini yang akhirnya membuat detak jantung si Kecil menjadi lebih cepat, bahkan menghasilkan suara yang tidak biasa.

8. Tumbuh kembangnya melambat

ilustrasi dokter anak (freepik.com/Freepik)

Kekurangan zat besi juga berpengaruh terhadap tumbuh kembang jangka panjang pada bayi. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat berpengaruh pada tumbuh kembangnya yang ikut melambat.

Zat besi sangat penting bagi otak dan sistem saraf untuk tumbuh. Artinya, kekurangan zat besi dapat berisiko membuat bayi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk duduk, berdiri, dna berjalan dibandingkan teman sebayanya.

Cara Mencegah Kekurangan Zat Besi pada Bayi

Pexels/Andrea Piacquadio (mpasi)

Kondisi tersebut dapat dihindari dengan pemberian makanan yang optimal dan tepat pada bayi. Lantas, bagaimana pola makan yang membantu meningkatkan zat besi pada bayi?

Hal yang dapat Mama perhatikan sebagai langkah mencegah kekurangan zat besi meliputi:

  • ASI eksklusif: Mama dapat mengoptimalkan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama. 

  • Susu tinggi zat besi: Jika bayi mengonsumsi susu formula, perhatikan kandungan susu yang kaya akan zat besi agar lebih optimal.

  • MPASI kaya zat besi: Asupan makanan yang dikonsumsi si Kecil sebaiknya juga kaya akan zat besi yang bisa didapat dari bahan-bahan seperti daging, telur, sereal bayi, dan sayuran hijau (bayam)

  • Suplemen zat besi: Pemberian suplemen juga diperbolehkan pada bayi yang disusui setelah 4-6 bulan.

Selain mengupayakan berbagai cara di atas, penting untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk mengoptimalkan upaya pencegahan kekurangan zat besi pada bayi. Jika terdapat tanda-tanda di atas, segera bawa si Kecil ke dokter agar penanganannya cepat.

Itu dia penjelasan mengenai tanda bayi kekurangan zat besi. Dicatat, ya Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article