Separation Anxiety pada Anak: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi

Tak hanya pada bayi dan balita, anak yang lebih besar juga bisa menderita kecemasan akan perpisahan

29 Juni 2021

Separation Anxiety Anak Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi
Freepik/Ufabizphoto

Kecemasan akan perpisahan bukan hanya sesuatu yang Mama lihat pada anak bayi dan balita. Anak-anak yang lebih besar juga dapat menderita gangguan kecemasan ini, yang merupakan rasa takut berada jauh dari orangtua atau pengasuh yang diandalkan.

Kecemasan akan perpisahan juga dapat menyebabkan anak menunjukkan gejala fisik dan dapat menyebabkan tekanan emosional. Ini juga dapat menurunkan motivasi belajar anak hingga risiko terburuknya mungkin mengalami depresi.

Untuk menghindari bahaya dari risiko tersebut, penting bagi Mama untuk mengetahui tanda-tanda, penyebab, hingga bagaimana cara membantu anak menghadapi kecemasan akan perpisahan. Simak informasinya yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini!

Apa itu Separation Anxiety Disorder?

Apa itu Separation Anxiety Disorder
Freepik/Skawee

Dilansir dari WebMD, gangguan kecemasan perpisahan atau Separation Anxiety Disorder (SAD) adalah suatu kondisi di mana seorang anak menjadi takut dan gugup ketika jauh dari rumah atau dipisahkan dari orang yang dicintai, biasanya orangtua atau pengasuh.

Beberapa anak juga mengalami gejala fisik, seperti sakit kepala atau sakit perut, saat memikirkan perpisahan. Ketakutan akan perpisahan menyebabkan penderitaan besar bagi anak dan dapat mengganggu aktivitas normal mereka, seperti pergi ke sekolah atau bermain dengan anak lain.

Kecemasan akan perpisahan memengaruhi sekitar empat sampai lima persen anak-anak di Amerika Serikat yang berusia 7 hingga 11 tahun. Kondisi ini memengaruhi anak laki-laki dan perempuan secara setara.

Tanda-Tanda Separation Anxiety Disorder pada Anak yang Usianya Lebih Besar

Tanda-Tanda Separation Anxiety Disorder Anak Usia Lebih Besar
Freepik/Tirachardz

Gejala pertama gangguan kecemasan perpisahan ini sering muncul sekitar kelas tiga atau empat, yang mungkin dimulai setelah libur panjang dari sekolah atau setelah sakit jangka panjang. Setiap anak mungkin memiliki gejala yang berbeda. Dilansir dari Stanford Childrens, tanda-tanda SAD yang paling umum adalah:

  • Menolak untuk tidur sendiri
  • Mimpi buruk berulang dengan tema perpisahan
  • Banyak kekhawatiran saat berpisah dari rumah atau keluarga
  • Terlalu banyak khawatir tentang keselamatan anggota keluarga
  • Terlalu banyak khawatir tersesat dari keluarga
  • Menolak sekolah
  • Takut dan enggan sendirian
  • Sering sakit perut, sakit kepala, atau keluhan fisik lainnya
  • Nyeri atau ketegangan otot
  • Terlalu mengkhawatirkan keselamatan diri sendiri
  • Terlalu banyak khawatir tentang atau ketika tidur jauh dari rumah
  • Menjadi sangat manja, bahkan ketika di rumah
  • Panik atau amarah saat berpisah dari orangtua atau pengasuh

Gejala kecemasan ini mungkin terlihat seperti masalah kesehatan lainnya. Sehingga, pastikan anak mama menemui penyedia layanan kesehatannya untuk diagnosis.

Penyebab Separation Anxiety Disorder

Penyebab Separation Anxiety Disorder
Freepik/Spukkato

Dilansir dari Riley Beberapa penyebab gangguan kecemasan perpisahan bisa disebabkan karena anak mengalami perasaan berduka akibat kematian baru-baru ini dalam keluarga, atau hewan peliharaan, pindah sekolah atau pindah ke rumah atau kota yang berbeda.

Ini juga bisa diturunkan secara genetik, jika ada anggota keluarga memiliki gangguan yang sama. Selain itu, gangguan ini juga bisa disebabkan ketika orangtua terlalu protektif, ini membuat seorang anak mungkin berisiko lebih tinggi menderita kecemasan perpisahan.

Diagnosis Separation Anxiety Disorder

Diagnosis Separation Anxiety Disorder
Freepik/Macniak

Dokter akan memeriksa anak untuk tanda dan gejala gangguan kecemasan akan perpisahan. Jika ada, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan anak dan melakukan pemeriksaan fisik.

Meskipun tidak ada tes laboratorium untuk secara khusus mendiagnosis gangguan kecemasan perpisahan, dokter mungkin menggunakan berbagai tes, seperti tes darah dan tindakan laboratorium lainnya untuk menyingkirkan penyakit fisik atau efek samping pengobatan.

Jika tidak menemukan tanda-tanda penyakit fisik, dokter mungkin merujuk anak ke psikiater atau psikolog anak dan remaja, profesional kesehatan mental yang dilatih khusus untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit mental pada anak-anak dan remaja.

Psikiater dan psikolog menggunakan wawancara yang dirancang khusus dan alat penilaian untuk mengevaluasi anak untuk penyakit mental. Dokter mendasarkan diagnosis pada laporan gejala anak dan pengamatannya terhadap sikap dan perilaku anak.

Editors' Pick

Perawatan Separation Anxiety Disorder

Perawatan Separation Anxiety Disorder
Freepik/Macniak

Dilansir dari WebMd, sebagian besar kasus gangguan kecemasan akan perpisahan yang ringan, tidak memerlukan perawatan medis. Dalam kasus yang lebih parah, atau ketika anak menolak untuk pergi ke sekolah, pengobatan mungkin diperlukan.

Tujuan pengobatan termasuk mengurangi kecemasan pada anak, mengembangkan rasa aman pada anak dan orangtua, dan mendidik anak dan keluarga/orangtua tentang perlunya perpisahan alami. Perawatan yang dapat digunakan meliputi:

Terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioral Therapy)

Ini dikenal sebagai terapi berbicara, yang menjadi bentuk utama pengobatan untuk gangguan kecemasan perpisahan. Fokusnya adalah untuk membantu anak menangani perpisahan dari orangtua yang menyebabkan penderitaan atau mengganggu fungsi.

Terapi ini berfungsi untuk membentuk kembali pemikiran (kognisi) anak sehingga perilakunya menjadi lebih sesuai. Terapi keluarga juga dapat membantu mengajari keluarga tentang gangguan tersebut dan membantu anggota keluarga mendukung anak selama periode kecemasan.

Pemberian obat

Antidepresan atau obat anti-kecemasan lainnya dapat digunakan untuk mengobati kasus gangguan kecemasan perpisahan yang parah.

Bantuan sekolah

Praktisi kesehatan mental di sekolah anak dapat menawarkan terapi untuk membantu anak dalam mengelola gejala SAD.

Apa yang dapat dilakukan orangtua

Bicaralah dengan terapis untuk lebih memahami bagaimana SAD memengaruhi anak dalam kehidupan sehari-hari. Pastikan anak dapat menghadiri janji terapi sesuai jadwal. Perawatan secara teratur akan memberikan hasil yang lebih baik.

Cari tahu apa yang memicu gejala kecemasan anak, dan terapkan teknik terapi untuk membantu anak mengelola perasaannya di rumah atau di sekolah.

Cara Mengatasi Separation Anxiety Disorder pada Anak

Sebagian besar anak dengan gangguan kecemasan perpisahan menjadi lebih baik, meskipun gejalanya mungkin kembali selama bertahun-tahun, terutama selama masa-masa stres.

Untungnya, ada cara untuk membantu anak menderita kecemasan perpisahan. Perawatan yang dimulai lebih awal dan melibatkan seluruh keluarga kemungkinan besar akan berhasil. Simak beberapa caranya di bawah ini:

1. Bantu anak belajar bersantai

1. Bantu anak belajar bersantai
Freepik

Ada beberapa teknik relaksasi yang dapat Mama praktikkan bersama anak untuk membantu meredakan kecemasannya, termasuk yoga, meditasi, atau mandi dengan tenang.

Menggunakan humidifier dengan minyak esensial juga merupakan ide bagus untuk dimiliki di kamar anak. Minyak esensial yang membantu relaksasi adalah, chamomile, clary sage, lavender, lemon, atau jeruk bergamot.

Jika anak mama menginginkan perawatan lain, manikur, pedikur, atau perawatan wajah yang bagus bisa menjadi waktu santai yang menyenangkan bagi Mama dan anak.

2. Pastikan anak mama punya waktu cukup istirahat

2. Pastikan anak mama pu waktu cukup istirahat
Freepik/Artfolio

Tidur nyenyak tanpa berlebihan akan membantu tubuh dan pikiran anak dalam mengatasi stres dan kecemasan dengan lebih mudah. Jika anak terlalu lelah, ada kemungkinan lebih besar bahwa menghadapi situasi yang tidak diinginkan bisa menjadi lebih buruk.

3. Olahraga dan mengonsumsi makanan sehat

3. Olahraga mengonsumsi makanan sehat
Freepik/Gorynvd

Olahraga akan membantu meringankan gejala kecemasan dan dapat membantu menangkal depresi.

Dilansir dari Anxiety & Depression Association of America, meningkatkan rutinitas aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan atau mengurangi gejala kecemasan atau depresi di masa depan setelah anak stabil.

Selain itu, gabungkan rutinitas olahraga anak dengan makan sehat. Sajikan banyak buah dan sayuran, biji-bijian dan protein tanpa lemak untuk energi jangka panjang. Kurangi pemberian gula yang tidak sehat dan membuat anak lebih mudah lelah.

4. Dorong anak untuk mencoba hal baru

4. Dorong anak mencoba hal baru
Freepik/Zinkevych

Memperkenalkan hal-hal baru kepada anak akan membantunya belajar bahwa ia dapat melakukan hal-hal sendiri dengan perlahan, atau respons melawan dan lari akan muncul. Cobalah agar anak mengundang beberapa teman ke rumah, dan selanjutnya ia bisa pergi ke rumah teman.

Sarankan kepada anak bahwa ia dapat menghabiskan waktu satu jam, dan kemudian dapat kembali ke rumah. Jangan menawarkan untuk menjemputnya jika ia merasa kewalahan, tetapi beri tahu orangtua temannya, tentang situasi anak dan beri tahu mereka bahwa Mama dapat dihubungi.

Jika peristiwa yang membuat anak trauma dihilangkan, ia akan belajar mengatasi dan menghadapi ketakutannya.

5. Cari bantuan profesional

5. Cari bantuan profesional
Freepik/Zinkevych

Jika anak benar-benar kesulitan berjuang dengan gangguan ini, carilah bantuan seorang profesional. Anak mungkin mendapat manfaat besar dari berbicara dengan seseorang yang berpengalaman dalam bidang kecemasan akan perpisahan.

Mungkin ada baiknya Mama membuat janji untuk diri sendiri juga, ini untuk mencari beberapa saran tentang cara membantu.

Kesehatan mental anak penting dan harus dibicarakan secara terbuka dengan anak, sehingga ia tahu bahwa ia tidak sendirian dan tidak ada yang salah dengan ini. Seorang profesional kesehatan akan membuat dampak positif dan menjelaskan berbagai hal pada anak dengan cara yang mudah dipahami.

Nah itulah beberapa informasi seputar Separation Anxiety Disorder (SAD) pada anak dengan usia yang lebih besar. Sayangnya, hingga saat ini, belum ada cara untuk mencegah gangguan kecemasan perpisahan.

Tetapi mengenali dan bertindak berdasarkan gejala yang muncul dapat mengurangi gangguan dan mencegah masalah yang terkait, seperti sering terlambat atau bolos sekolah.

Selain itu, memperkuat kemandirian dan harga diri anak melalui dukungan dapat membantu mencegah kecemasan di masa depan.

Baca juga:

The Latest