Ciri-Ciri Anak Autis Pintar yang Harus Diketahui Orangtua

Salah satu kondisi autisme yang terbilang istimewa adalah high functioning autism atau autis pintar.

15 Mei 2023

Ciri-Ciri Anak Autis Pintar Harus Diketahui Orangtua
Freepik
Ilustrasi

Masih banyak masyarakat yang belum melek terhadap autisme. Banyaknya anggapan bahwa anak penderita autis adalah anak yang mengalami keterbatasan dalam hal keterampilan dan kecerdasan.

Padahal autisme sendiri spektrumnya sangatlah luas. Salah satu kondisi autisme yang terbilang istimewa adalah high functioning autism atau autis pintar. 

Berikut ini Popmama.com merangkum ciri-ciri umum autis pinter yang penting diketahui orangtua.
 

1. Repetitif

1. Repetitif
Freepik/Freepik

Anak dengan autis pintar sebagian terobsesi dengan subyek atau aktivitas tertentu. Jika mama memperhatikan si Kecil tidak pernah puas terhadap subyek tertentu, bisa jadi itu lebih dari sekadar kesukaan masa kanak-kanak yang normal terhadap dinosaurus atau truk. 

Obsesi bisa menjadi positif karena meningaktkan pemahaman anak tentang subyek tertentu. Meningkatnya minat dalam bidang tertentu dapat membuat anak unggul di bidang yang spesifik. 

2. Kepekaan emosional

2. Kepekaan emosional
Freepik/jcomp

Anak autis pintar rentan terhadap kepekaan emosional yang tinggi. Sedikit provokasi seperti penggunaan bahasa, kebisingan, atau bahkan persaingan dengan saudara kandung, dapat merusak suasana hatinya sepanjang hari. 

Kesadaran terhadap autisme di masyarakat yang belum memadai, ditambah dengan fakta bahwa anak autis pintar sulit dideteksi, membuat banyak anak menderita kepekaan sosial yang ekstrem. Hal ini dapat menyebabkan kesedihan yang mendalam pada anak setelah mengalami trauma.

Editors' Pick

3. Masalah sosial

3. Masalah sosial
Freepik/user18526052
Ilustrasi

Anak-anak yang hidup dengan kondisi sebagai autis pintar mungkin mengalami kesulitan berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Dalam banyak kasus, anak mungkin selalu menyendiri dan cenderung mengalami kesulitan dalam diskusi kelompok atau kerja tim.

Tanpa intervensi dini untuk membantu anak melatih berinterkasi yang sehat, anak mungkin akan menghadapi tantangan yang signifikan dalam kehidupan profesionalnya di masa depan.

4. Menggunakan bahasa yang khas

4. Menggunakan bahasa khas
Freepik/Perfectlab

Tidak seperti penderita autisme spektrum rendah yang mengalami kesulitan dalam hal perkembangan berbahasa, anak autis pintar cenderung memiliki pemahaman bahasa yang lebih baik. 

Anak autis pintar memiliki kosakata yang kaya, tidak mengalami masalah dalam berbicara, dan dapat menulis kalimat yang benar secara tata bahasa. Namun, saat penggunaan bahasa ini dikombinasikan dengan minat yang spesifik, pilihan kata dan frasa yang terdengar aneh dapat menandakan seorang anak mengalami kondisi autis pintar. 

5. Masalah sensorik

5. Masalah sensorik
Freepik/karlyukav
Ilustrasi anak marah

Hampir semua anak yang memiliki gangguan spektrum autisme menganggap pemrosesan sensasi sebagai tantangan. Indra anak mungkin kurang sensitif atau terlalu sensitif, atau keduanya. Hal ini menyebabkan anak mengalami keemasan dan stres saat mereka mencoba memproses dunia sekitar menggunakan indra mereka.

Tantangan sensasi fisik dapat menyebabkan anak Anda mudah terganggu, seperti tingkat kebisingan atau bau yang tampaknya tidak memengaruhi teman sebayanya.

Sesuatu yang sederhana, seperti pelukan atau lampu berkedip, dapat merangsang anak secara berlebihan. Akibatnya anak mungkin akan menarik diri atau marah secara ekstrem. 

Dalam kasus seperti ini, mencari terapi yang tepat dapat membantu anak menerima intervensi yang mereka butuhkan untuk mengelola informasi sensorik dengan lebih baik.

6. Ketidakpedulian pada pengasuh

6. Ketidakpedulian pengasuh
Pexels/Mikhail Nilov

Anak-anak dengan autis pintar memiliki masalah menjaga kontak mata dengan orangtua atau pengasuhnya. Mereka mungkin tidak menanggapi, tidak tertawa, atau bermain dengan tingkah laku yang sama terhadap pengasuhnya seperti anak-anak yang lain.

Misalnya, ketika sebagian besar anak kecil menemukan sesuatu yang lucu, mereka menunjukkannya ke pengasuh mereka untuk melihat apakah pengasuhnya juga merasa terhibur. Hal ini adalah tanda kesadaran sosial. 

Namun, ketika seorang anak tidak mampu melihat pengasuhnya untuk kepentingan bersama, hal ini mungkin merupakan tanda bahwa anak tersebut tidak memiliki keterampilan sosial khusus ini.

Semakin banyak profesional medis dan kesehatan mental yang peduli mempelajari tanda-tanda paling umum dari autis pintar ini. Banyak penderita autis pintar yang akhirnya dapat bantuan yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan yang produktif dan maksimal karena perilaku mereka yang tidak biasa tak lagi dilihat sebagai kecanggungan atau pun keanehan. Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca juga:

The Latest