Orangtua Harus Tahu 5 Penyebab Anak Menjadi Pengadu

Biasanya anak suka meniru orang-orang di sekitarnya, lho!

16 November 2020

Orangtua Harus Tahu 5 Penyebab Anak Menjadi Pengadu
Freepik/prostooleh

Apakah si Kecil pernah mengadu dimarahi gurunya di sekolah?

Sebagai orangtua, memang sepatutnya mendengarkan dahulu dengan seksama cerita anak. Langkah tersebut guna mencari tahu penyebab ia dimarahi oleh gurunya.

Sebenarnya mengadu merupakan latihan berkomunikasi bagi anak usia dini dengan lingkungannya dan pengaduan mereka umumnya tidak bermaksud buruk.

Namun terkadang anak hanya belum mampu menempatkan diri pada keadaan orang lain, karena balita masih memandang segala sesuatu dari sudut pandang dirinya.

Nah, berikut ini Popmama.com akan membahas 5 faktor pendorong anak menjadi pengadu :

1. Anak ingin mendapat dukungan dan pembenaran

1. Anak ingin mendapat dukungan pembenaran
Freepik/karlyukav

Si Kecil sering kali mengadu hal-hal kecil hingga masalah besar?

Sebenarnya mengadu adalah bentuk keinginan anak untuk mendapatkan pembelaan atas apa yang dilakukan, Ma. 

Namun sayangnya sebagian anak melakukannya karena kurang perhatian dari orangtua.

Dengan mengadu, ia berharap mendapatkan dukungan serta pembenaran bahwa dirinya adalah anak yang cerdas dan tegas.

Editors' Picks

2. Berharap orangtua memberikan perhatian lebih saat ia mengadukan sesuatu

2. Berharap orangtua memberikan perhatian lebih saat ia mengadukan sesuatu
Freepik

Pada usia tertentu, anak akan mengalami fase ketika ia mulai bersosialisasi dengan orang-orang di sekitanya.

Dalam proses perkembangan tersebut, sering kali membuat mereka mengadukan sesuatu kepada orangtua atau gurunya.

Dengan ia melaporkan perbuatan orang lain yang dianggap salah, itu artinya supaya orang tersebut mendapatkan hukuman.

Sebagai balita, ia ingin agar semua orang memperhatikan dirinya dan langsung mendengarkan ceritanya.

Bahkan anak juga berharap orangtua atau sang guru langsung membelanya dan menyalahkan orang yang sedang dijadikan bahan aduannya.

Punya pengalaman bahwa orangtua atau guru langsung memberikan perhatian lebih saat ia mengadukan sesuatu, hal itu sangatlah membuat ia merasa puas.

3. Anak sedang meminta bantuan untuk menyelesaikan masalahnya

3. Anak sedang meminta bantuan menyelesaikan masalahnya
Freepik/gpointstudio

Dalam kehidupan sehari-hari, seberapa sering anak menemui Mama dan dan mengadu peristiwa yang ia alami?

Kenyataannya, sebagian besar anak memang mengadukan apa saja kepada orang yang lebih tua.

Kebiasaan mengadu muncul karena anak merasa dalam posisi yang lemah dan membutuhkan pertolongan dari orang dewasa.

Sebenarnya ia ingin meminta bantuan pada orangtua atau gurunya untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya.

Hal tersebut karena ia belum terlalu mahir menjalin pertemanan.

4. Melakukan manipulatif untuk mendapatkan sesuatu

4. Melakukan manipulatif mendapatkan sesuatu
Freepik/user18526052

Mama sering mendapatkan si Kecil yang pura-pura menangis agar kenginannya dituruti?

Biasanya saat balita kesal pada seseorang, ia akan mengadu sambil menangis pada orangtua dengan harapan akan memarahinya.

Dalam hal ini terlihat jelas bahwa anak-anak melakukan manipulatif untuk mendapatkan hal-hal yang mereka ingin dan butuhkan.

Dengan demikian, perilakunya tersebut agar orangtua memenuhi apa yang sedang mereka inginkan.

5. Meniru perilaku dari lingkungan sekitarnya

5. Meniru perilaku dari lingkungan sekitarnya
Freepik/freepic.diller

Setiap hari ada saja yang menjadi pengaduan seorang anak?

Pada umumnya, sering kali balita yang suka mengadu karena meniru perilaku seseorang.

Awalnya memang tanpa sadar melakukannya. Tapi lambat laun, ia pun dapat menemukan kesenangan ketika melakukan hal tersebut.

Sudah barang tentu, kebiasaan ini disebabkan pandangannya tidak pernah lepas dari lingkungan sekitarnya. Ia pun sering kali sibuk mengamati gerak-gerik orang dan siap menirunya.

Setelah Mama mengetahui kelima penyebab anak menjadi pengadu, sebagai orangtua maka perlu menanyakan mengapa sang anak melakukan perilaku demikian.

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.