Waspada! Kenali 5 Faktor Penyebab Dubur Gatal pada Anak

Intip juga cara mengatasi rasa gatal pada bagian dubur ya, Ma!

24 Mei 2019

Waspada Kenali 5 Faktor Penyebab Dubur Gatal Anak
Pixabay/amandacatherine

Rasa gatal tentu membuat siapa saja merasa tidak nyaman ya, Ma. Apalagi kalau bagian yang terasa gatal-gatal termasuk bagian yang sensitif seperti dubur. 

Dubur gatal pada anak-anak termasuk masalah yang cukup umum terjadi terlebih pada usia 5-10 tahun. Tak jarang, si Kecil yang tidak kuat dengan rasa gatal memicu dirinya berusaha menggaruk lubang dubur. Padahal menggaruk hanya akan menyebabkan luka. 

Perlu Mama ketahui bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan rasa gatal semakin bertambah parah, seperti: 

  • Rasa stres karena rasa gatal yang tak kunjung mereda. 
  • Kondisi panas, lembab dan panas yang terjadi di sekitar anus. 
  • Tidak membersihkan area dubur secara benar, sehingga sisa kotoran ketika BAB menempel pada kulit di sekitar area dubur. 

Terkait masalah gatal-gatal pada bagian dubur yang terjadi pada si Kecil, orangtua perlu memahami bahwa kondisi ini tentu disebabkan oleh berbagai faktor.

Untuk Mama yang belum mengetahui faktor pemicunya, kali ini Popmama.com telah merangkumnya sekaligus tips dalam mengurangi rasa gatal pada area dubur. 

Demi kesehatan anak-anak, wajib dibaca ya!

1. Bermasalah ketika memakai celana dalam yang kurang nyaman

1. Bermasalah ketika memakai celana dalam kurang nyaman
wikimedia.org

Kebiasaan memakai celana dalam yang tidak nyaman seperti terlalu ketat atau mungkin kekecilan bisa menyebabkan anak mama akan mulai merasa duburnya gatal. 

Bila si Kecil terlihat tidak nyaman dengan apa yang sedang dipakainya, Mama harus menanyakan apakah celana dalam yang digunakannya terlalu ketat atau kekecilan. Perlu diketahui bahwa celana dalam yang terlalu ketat memicu area pada pantat menjadi mudah mengalami iritasi. 

Ini dikarenakan kulit pantat anak-anak masih sangat lembap dan mudah berkeringat, sehingga meningkatkan bakteri serta jamur tumbuh dan menginfeksi bagian dubur.

2. Alergi terhadap zat kimia memicu gatal pada dubur

2. Alergi terhadap zat kimia memicu gatal dubur
Pexels/Rawpixel

Ma, perlu diketahui bahwa dubur gatal pada anak bisa juga disebabkan oleh adanya alergi. Penggunaan bahan-bahan kimia terhadap barang si Kecil tanpa disadari dapat memicu alergi.

Alergi terhadap zat kimia ini bisa terjadi karena berbagai faktor seperti sabun, tisu basah, deterjen atau bahan yang digunakan pada celana dalam anak. Produk pembersih kulit yang tidak cocok juga akan memicu gatal-gatal di bagian dubur. 

Selain itu, jika si Kecil terlalu sering atau jarang membersihkan kulit dubur juga bisa menimbulkan rasa gatal.

Baca juga: 7 Rekomendasi Bedak dan Gel Anti Gatal Untuk Bayi

3. Infeksi cacing kremi menyebabkan dubur gatal-gatal

3. Infeksi cacing kremi menyebabkan dubur gatal-gatal
reesespinworm.com

Anak mengalami gatal pada dubur seringkali disebabkan oleh infeksi jamur dan cacing kremi, sehingga menimbulkan rasa gatal. 

Cacing kremi bisa hinggap di tubuh si Kecil kerika dirinya bermain tanah atau pasir. Sebenarnya sah-sah saja ketika anak mama dibiarkan untuk bermain serta bereksplorasi terhadap hal-hal baru, termasuk berani kotor-kotoran. 

Namun, perlu diketahui bahwa pasir atau tanah memang termasuk tempat persembunyian dari cacing kremi. Ukuran cacing yang terlalu kecil dapat masuk ke dalam kuku si Kecil dengan mudah. Bahkan dapat masuk ke area dubur ketika dirinya tida sengaja menggaruk lubang anusnya. 

Saat proses menggaruk, cacing kremi akan masuk ke dalam dubur dan bertelur. Proses inilah yang menyebabkan dubur si Kecil akan mengalami gatal-gatal. Jika dirinya memiliki kebiasan mengemut jari, maka cacing kremi akan memicu diare pada anak mama. 

Baca juga: Cacing Kremi pada Anak: Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatan

Editors' Picks

4. Bakteri Streptococcus menimbulkan rasa gatal saat memasuki bagian dubur

4. Bakteri Streptococcus menimbulkan rasa gatal saat memasuki bagian dubur
Pixabay/PublicDomainPictures

Ma, gatal-gatal yang terjadi pada bagian dubur anak bisa disebut sebagai infeksi perianal streptococcus. Infeksi yang terjadi akibat bakteri streptococcus beta-hemolitik grup A bisa terjadi pada usia 6 bulan hingga 10 tahun. 

Bakteri streptococcus akan masuk ke dalam tubuh melalui lubang tertentu, sehingga bisa menginfeksi jaringan di sekitar dubur.

Perlu Mama ketahui bahwa bakteri ini akan menimbulkan beberapa gejala seperti rasa gatal dan nyeri pada dubur, ruam kulit di sekitar anus hingga BAB berdarah.

5. Adanya robekan di lapisan lubang anus

5. Ada robekan lapisan lubang anus
Pixabay/NONGNAPAS

Lapisan lubang anus yang robek akibat sembelit bisa menyebabkan rasa sakit dan gatal. Secara medis ini disebut juga dengan fisura ani, di mana akan bermula pada robekan kecil. 

Jika anak mama sering mengeluh kesakitan ketika buang air besar disertai dengan kondisi BAB berdarah, maka ada kemungkinan mengalami fisura ani.

Mama perlu mewaspadai ketika si Kecil mengalami sembelit, apalagi selama proses mengejan yang terlalu keras saat ingin mendorong feses keluar. 

Jika ini terus dilakukan, tanpa disadari akan membuat kulit di sekitar dubur menjadi robek dan ada sedikit rasa gatal-gatal pada area tersebut. 

Cara Mengurangi Rasa Gatal pada Dubur Anak

Cara Mengurangi Rasa Gatal Dubur Anak
Freepik

Anak-anak yang mengalami rasa gatal di bagian duburnya tentu tidak akan membuatnya nyaman saat beraktivitas. Tak jarang rasa gatal yang tiba-tiba datang membuatnya berusaha untuk menggaruk dan ingin menghilangkan rasa gatal yang sedang dirasakan. 

Sebagai orangtua, Mana juga ingin membantu dalam mengurangi rasa gatal di bagian dubur anak. Untuk mengurangi rasa gatal, berikut beberapa tips yang bisa diikuti seperti: 

  • Berhenti untuk menggaruk karena ini justru membuat kulit akan terasa semakin gatal. Katakan pada si Kecil untuk menahan rasa gatal yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Dengan keinginan untuk tidak menggaruk, maka ini dapat menjadi langkah pencegahan dalam memutuskan siklus rada gatal. 
  • Usahakan untuk tidak malas mandi, setidaknya tiga kali sehari dengan menggunakan air hangat. Selain itu air hangat juga bisa digunakan untuk membasuh area dubur setelah buang air besar, lalu keringkan dengan baik memakai handuk lembut. 
  • Hindari makanan yang berpotensi meningkatkan rasa gatal khususnya bagian dubur. Kurangi atau bahkan hindari makanan seperti cokelat, tomat, makanan pedas atau vitamin C yang terlalu banyak. Selain itu, hindari minuman seperti teh atau soda. 
  • Tetap menjaga kebersihan kuku dengan rutin mengguntingnya hingga pendek. Ini bertujuan agar si Kecil tidak membuat area duburnya menjadi iritasi karena tidak sengaja menggaruknya ketika sedang tidur. 
  • Meminum obat oral antihistamin yang sudah disarankan oleh dokter di setiap malam hari. Obat ini akan membantu dalam mengurangi rasa gatal. 

Itulah beberapa informasi dari Popmama.com mengenai dubur gatal-gatal yang bisa terjadi pada si Kecil. Semoga tips juga dapat mengurangi rasa gatal pada area dubur dan membantu anak mama merasa lebih nyaman ya, Ma. 

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!