Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Jangan Abaikan Ventilasi Rumah, Bisa Jadi Pemicu ISPA pada Anak

Jangan Abaikan Ventilasi Rumah, Bisa Jadi Pemicu ISPA pada Anak
Magnific/freepik

Belakangan ini, kasus ISPA pada anak kembali meningkat yang bikin banyak orangtua merasa lebih khawatir. Bukan begitu, Ma?

Musim pancaroba dan polusi udara biasanya membuat si Kecil jadi rentan batuk, pilek, hingga demam yang tak kunjung sembuh.

Menurut dr. Citra, SpA, IBCLC, MKes, seorang dokter spesialis anak yang aktif berbagi edukasi lewat Instagram, banyak orangtua lupa bahwa sumber masalah bisa berasal dari dalam rumah sendiri.

Sebab, ISPA sebenarnya tak hanya dipicu dari luar saja, Ma, tapi juga dari kualitas udara di tempat anak bermain dan istirahat setiap hari.

Salah satu faktor terbesar yang jarang disadari adalah ventilasi rumah. Untuk itu, dr. Citra mengimbau orangtua agar cek ventilasi rumah sebagai bentuk pencegahan ISPA pada anak.

Simak ulasan selengkapnya dalam rangkuman Popmama.com berikut ini ya, Ma, Pa.

1. Tanda rumah lembap dan minim ventilasi

ventilasi udara cegah ISPA (2).jpg
Magnific/jcomp

Coba Mama perhatikan dinding atau plafon rumah. Apakah ada noda lembap, cat mengelupas, atau wallpaper yang mulai mengelembung?

Nah, tanda seperti ini yang disebutkan dr. Citra sebagai tanda awal kelembapan berlebih yang bisa berbahaya bagi saluran napas anak.

Selain tanda tersebut, periksa juga area sekitar jendela, kamar mandi, atau ventilasi, Ma. Jika menemukan bercak hitam atau hijau di sealant, nat keramik, atau lubang ventilasi, itu menandakan jamur mulai tumbuh.

Jamur inilah yang sering menjadi pencetus ISPA pada anak di rumah. Selain itu, bau apek seperti tanah juga bisa jadi tanda lainnya.

dr. Citra menekankan, jika tanda-tanda ini muncul, artinya rumah sedang dalam kondisi lembap dan minim sirkulasi udara dan perlu segera diperbaiki.

2. Sumber kelembapan tak hanya dari dalam rumah

ventilasi udara cegah ISPA (1).jpg
Magnific/freepik

Tak semua orangtua sadar, penyebab rumah lembap juga sering datang dari luar. Jadi, bukan hanya dari dalam rumah karena ventilasi yang buruk saja, Ma.

Penyebab lain misalnya, keran selang yang bocor dan membuat tanah di sekitar rumah selalu basah. Karena hal ini, air merembes ke dinding dan meningkatkan kelembapan ruangan.

Selain itu, posisi talang air yang mengalirkan air dekat fondasi rumah atau permukaan tanah yang miring ke arah rumah juga jadi masalah.

Kalau turun hujan tak air hujan tak jauh dari rumah, ini bisa menggenang di sekitar rumah dan membuat dinding jadi lembap.

Begitu pula dengan tanaman yang kita tanam di rumah, Ma, kalau terlalu rapat atau menempel ke dinding pun bisa memerangkap uap air.

dr. Citra mengingatkan bahwa tanpa disadari, kondisi luar seperti ini berkontribusi besar pada kualitas udara di dalam rumah tempat anak menghirup napas setiap hari.

3. Ini jenis jendela yang baik untuk ventilasi rumah

ventilasi udara cegah ISPA (3).jpg
Magnific/freepic.diller

Lebih lanjut, dr. Citra juga menjelaskan jendela seperti apa yang bisa dipertimbangkan untuk ventilasi rumah agar lebih baik.

Jika rumah memang minim sirkulasi, Mama bisa mempertimbangkan ulang pilihan jendela. Salah satunya jendela engsel atas dan engsel samping yang mampu mengatur aliran udara sekaligus melindungi dari hujan.

Pilihan lainnya adalah jendela geser samping, tapi perlu diperhatikan seberapa lebar bukaannya ya, Ma. Semakin lebar celah udara masuk, semakin baik sirkulasi untuk menekan kelembapan berlebih.

Yang terpenting, pastikan jendela tersebut bisa dibuka rutin setiap pagi dan sore untuk menjaga kelembapan di rumah. Jendela yang ada tapi tak pernah dibuka sama saja dengan tidak memiliki ventilasi.

Jadi, jangan tunggu anak batuk-pilek untuk mulai membenahi sirkulasi udara rumah. Mulailah dengan memeriksakan ventilasi di rumah ya, Ma.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More

Jangan Abaikan Ventilasi Rumah, Bisa Jadi Pemicu ISPA pada Anak

10 Mei 2026, 12:42 WIBKid