Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Bayi yang Mendapatkan ASI Eksklusif Tidak Perlu Diimunisasi?
Magnific
  • ASI eksklusif tidak menggantikan imunisasi: ASI memberi kekebalan pasif nonspesifik, sedangkan vaksin membentuk kekebalan aktif yang spesifik.
  • Imunisasi rutin membantu menurunkan risiko penyakit seperti campak dan polio, serta dikaitkan dengan risiko stunting yang lebih rendah pada anak.
  • Jika jadwal terlewat, imunisasi tetap dilanjutkan melalui konsultasi dokter dan jadwal susulan bertahap yang aman sesuai kondisi bayi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Imunisasi rutin sangat penting bagi si Kecil demi meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit.

Namun, Mama mungkin sering mendengar pro dan kontra imunisasi. Ada yang setuju dengan imunisasi, ada pula yang tidak ingin bayinya mendapatkan imunisasi.

Selain itu, ada banyak mitos dan fakta seputar imunisasi. Salah satunya adalah bayi yang mendapatkan ASI eksklusif tidak perlu diimunisasi. Apakah benar?

Agar Mama tidak salah ambil keputusan, yuk, simak penjelasannya pada ulasan Popmama.com berikut ini.

Benarkah Bayi yang Mendapatkan ASI Eksklusif Tidak Perlu Diimunisasi?

ilustrasi posisi menyusui bayi (pexels.com/Greta Fotografía)

Dr. dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A(K) dalam buku 600 Mitos & Fakta Bayi, Anak, dan Remaja, menjelaskan bahwa imunisasi tetap penting bagi bayi yang mendapat ASI eksklusif karena ASI tidak dapat menggantikan imunisasi.

Baik ASI maupun imunisasi memiliki peran yang berbeda. ASI membentuk kekebalan pasif nonspesifik, sementara imunisasi memberikan kekebalan aktif yang spesifik.

Jadi, meski bayi mama mendapatkan ASI eksklusif, pastikan si Kecil tetap diimunisasi sesuai jadwalnya, ya, Ma!

Mengapa Bayi Perlu Melengkapi Imunisasi?

Pexels/cottonbro studio

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah si Kecil terserang berbagai penyakit yang telah disebutkan sebelumnya adalah dengan melengkapi imunisasi rutin. 

Melengkapi imunisasi sangat efektif untuk mengurangi risiko terserang penyakit bagi anak.

Selain itu, vaksinasi juga efektif untuk mengurangi angka stunting di Indonesia. Sebuah penelitian terbaru dari Jurnal Berkala Epidemiologi, menunjukkan bahwa anak yang tidak melengkapi imunisasi memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting.

Apa yang akan Terjadi jika Jadwal Imunisasi Terlewat?

Magnific/freepik

Vaksinasi dan imunisasi merupakan langkah utama untuk melindungi si Kecil dari berbagai penyakit berbahaya, seperti campak dan polio. Jika jadwal vaksin terlewat dan tidak segera diperbaiki, perlindungan yang didapatkan menjadi kurang optimal.

Akibatnya, si Kecil lebih rentan tertular penyakit yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi. Penularan pun dapat terjadi dengan cepat, terutama pada bayi yang belum divaksin sesuai jadwal.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memastikan vaksinasi si Kecil tepat waktu. Langkah ini tidak hanya melindungi si Kecil, tetapi juga mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekitar.

Apa yang Harus Dilakukan jika Jadwal Imunisasi Terlewat?

Unsplash/Mufid Majnun

Jika Mama tak sengaja melewatkan jadwal imunisasi si Kecil, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kesehatannya secara optimal, seperti:  

  • Lanjutkan imunisasi yang sempat terlewat. Jika si Kecil memiliki jadwal imunisasi yang terlewatkan, maka Mama tetap harus melanjutkan imunisasi yang tertunda.

  • Konsultasikan kebutuhan imunisasi dengan dokter. Sebelum melanjutkan jadwal imunisasi yang terlewat, Mama juga harus berkonsultasi ke dokter untuk mengatur kembali rencana atau jadwal untuk mengejar vaksin yang telah tertunda.

  • Jadwalkan imunisasi susulan sesegera mungkin. Jika jadwal imunisasi bayi terlewat, dokter tidak akan memberikan semua vaksin sekaligus. Sebagai gantinya, dokter akan menggunakan jadwal imunisasi susulan yang telah disusun secara bertahap dan aman. Jadwal ini telah mempertimbangkan usia bayi, risiko penyakit, dan respons imun tubuh pada setiap tahap perkembangan.

Itu penjelasan tentang benarkah bayi yang mendapatkan ASI eksklusif tidak perlu diimunisasi. Jawabannya tidak benar, ya, Ma! Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif tetap harus mendapat imunisasi sesuai dengan jadwalnya.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article