Pexels.com/Анастасия Триббиани
Penanganan granuloma umbilikalis bergantung pada kondisi benjolan dan hasil pemeriksaan dokter. Perlu diingat, hal ini harus dilakukan sesuai arahan dokter ya, Ma!
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk membantu menghilangkan jaringan berlebih tersebut.
Berikut beberapa pilihan penanganannya:
Silver nitrate. Dokter dapat mengoleskan obat perak nitrat (silver nitrate) menggunakan aplikator khusus untuk membantu mengecilkan dan menghilangkan jaringan granuloma. Perawatan ini terkadang perlu diulang beberapa kali hingga benjolan sembuh.
Krim kortikosteroid. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan krim steroid topikal untuk membantu mengatasi granuloma.
Garam dapur. Dokter mungkin menyarankan metode menggunakan garam dapur yang ditempelkan pada benjolan selama waktu tertentu dengan penutup perekat. Metode ini perlu dilakukan sesuai petunjuk tenaga medis.
Ligasi. Jika penanganan lain tidak berhasil, dokter dapat mengikat pangkal granuloma menggunakan benang khusus untuk menghentikan aliran darah ke jaringan tersebut. Akibatnya, benjolan akan mengering dan terlepas.
Apabila granuloma tidak membaik setelah menjalani penanganan standar, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan tambahan untuk mencari tahu penyebabnya.
Mama sebaiknya tidak mencoba mengoleskan obat, mengikat benjolan, atau memberikan garam pada pusar si Kecil tanpa arahan tenaga medis.
Penanganan yang tidak tepat dapat melukai kulit bayi atau memperburuk kondisi jika ternyata terdapat infeksi.
Itu dia penjelasan mengenai granuloma umbilikalis pada bayi apakah berbahaya. Meski umumnya tidak serius dan dapat ditangani, benjolan pada pusar si Kecil tetap perlu diperiksa untuk memastikan penyebabnya serta menentukan perawatan yang tepat.