Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Ini Susu Formula yang Ditarik Peredarannya di Indonesia oleh BPOM

Wikipedia/Susu formula untuk bayi baru lahir
Wikipedia/Susu formula untuk bayi baru lahir
Intinya sih...
  • Nestlé menarik susu formula bayi global karena mengandung racun cereulide
  • BPOM memerintahkan Nestlé Indonesia untuk hentikan distribusi dan importasi produk tersebut
  • Cereulide dapat menyebabkan mual, muntah, diare, dan lesu pada bayi yang mengonsumsinya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagai orangtua, Mama tentu memastikan bayi mendapatkan produk terbaik. Termasuk susu formula. Bagi bayi yang tidak bisa menyusu ASI karena kondisi tertentu, maka susu formula menjadi makanan utama selama 6 bulan pertama kehidupannya.

Ada beragam susu formula yang dijual di pasaran. Termasuk susu formula bayi yang diimpor, salah satunya adalah produk susu yang diimpor oleh PT Nestlé Indonesia.

Namun di bulan Januari 2026, Nestlé mengeluarkan penarikan global terhadap salah satu produk susu formula bayi karena kekhawatiran bahwa produk tersebut mengandung racun yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Di Indonesia, BPOM memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi serta melakukan penghentian sementara importasi produk formula bayi.

Pada ulasan berikut ini, Popmama.com sudah merangkum informasi tentang susu formula yang ditarik peredarannya di Indonesia oleh BPOM.

BPOM Minta Nestle Setop Edarkan Susu Formula dengan Nomor Batch Tertentu di Indonesia

Bayi minum susu-Pexels/Anna Shvets
Bayi minum susu-Pexels/Anna Shvets

Nestlé telah melakukan penarikan global terhadap salah satu produk susu formula bayi karena kekhawatiran bahwa produk tersebut mengandung racun yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Raksasa makanan dan minuman itu mengatakan bahwa batch tertentu dari susu formula bayi dan susu formula lanjutan tidak aman untuk diberikan kepada bayi.

Batch tersebut dijual di seluruh dunia, kata Nestlé, dan berpotensi mengandung cereulide, yang dapat memicu mual dan muntah jika dikonsumsi.

Perusahaan tersebut mengatakan belum ada laporan penyakit yang dikonfirmasi terkait dengan produk tersebut, tetapi menariknya kembali "sebagai tindakan pencegahan".

Mengutip dari laman resmi BPOM Indonesia, BPOM telah memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi dan melakukan penghentian sementara importasi produk tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons atas notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF).

"'Produk yang terdampak adalah S-26 Promil Gold pHPro 1, formula bayi untuk usia 0–6 bulan, dengan nomor izin edar ML 562209063696. Produk tersebut berasal dari dua nomor bets, yakni 51530017C2 dan 51540017A1," tulis BPOM di laman resminya.

Masih dari situs resminya, BPOM juga menjelaskan bahwa hasil pengujian terhadap sampel produk dari dua bets terdampak menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ <0,20 µg/kg).

Meski hasil pengujian tidak menunjukkan adanya cemaran, prinsip kehati-hatian dan mengutamakan perlindungan kesehatan masyarakat diutamakan oleh BPOM. Apalagi mengingat pengguna produk tersebut merupakan kelompok rentan, yakni bayi.

PT Nestlé Indonesia telah melakukan penarikan sukarela (voluntary recall) dari peredaran terhadap seluruh produk formula bayi dengan bets yang terdampak di bawah pengawasan BPOM.

Respons PT Nestlé Indonesia Terkait Penarikan Produk Formula Bayi

Nestle (nestle.com)
Nestle (nestle.com)

Di laman Instagram resminya @nestle_indonesia, PT Nestlé Indonesia mengeluarkan pernyataan terkait produk formula bayi ini.

Nestlé Indonesia menegaskan jika fasilitas produksi di Indonesia tidak terdampak oleh isu ini. Dan seluruh produk Nestlé Indonesia yang diproduksi di Indonesia tetap aman untuk dionsumsi.

Selain itu, produk impor yang dijual oleh Nestlé Indonesia juga tetap memenuhi seluruh persyaratan keamanan pangan dan mutu, baik sesuai standar nasional maupun internasional. Semua ini telah dikonfirmasi melalui pengujian yang komprehensif.

Menurut Nestlé Indonesia, hanya terdapat 2 batch produk yang diimpor ke Indonesia dari Swiss yang dinilai berpotensi terdampak, seperti yang telah disebutkan di atas. Kedua batch itu telah diuji oleh Nestlé Indonesia dengan menggunakan metode pengujian yang paling akurat. Dan hasilnya memastikan bahwa cereulide tidak terdeteksi pada 2 batch produk itu.

Tapi, sebagai langkah kehati-hatian dan sejalan dengan pernyataan BPOM pada 14 Januari 2026, Nestlé Indonesia telah menghentikan distribusi dan menghentikan sementara impor produk terdampak itu. Nestlé Indonesia juga melakukan penarikan produk secara sukarela terhadap 2 batch terdampak tersebut di bawah pengawasan BPOM.

Bila Mama memiliki produk terdampak Wyeth S-26 Promil Gold pHPro-yakni batch 51530017C2 dan 51540017A1-diimbau untuk menghubungi layanan konsumen Nestlé Indonesia di 0800 182 1028 atau melalu email di nestle.indonesia@id.nestle.com.

Nestlé Indonesia meyakinkan konsumen bahwa tidak ada produk yang dipasarkan oleh Nestlé Indonesia atau Wyeth lainnya, maupun batch lain dari produk yang ditarik, yang terdampak oleh isu ini. Perusahaan tetap berkomitmen pada standar mutu dan keamanan pangan tertinggi, serta menyediakan informasi jelas dan transparan kepada orangtua dan masyarakat luas.

Apa Itu Cereluide dan Apa Efek Sampingnya jika Dikonsumsi?

Pexels/RDNE Stock project
Pexels/RDNE Stock project

Cereulide adalah zat yang berasal dari bakteri yang menyebabkan penyakit bawaan makanan dan dihasilkan oleh strain tertentu dari mikroorganisme Bacillus cereus.

Toksin ini bersifat tahan panas (heat stable)/tidak dapat dimusnahkan/dinonaktifkan melalui proses penyeduhan dengan air mendidih maupun proses pemasakan biasa.

Keberadaan cereulide dalam minyak sangat jarang terjadi. Dilansir dari laman Nestlé, Nestlé bekerja sama dengan pemasok minyak melakukan analisis akar penyebab secara menyeluruh.

Hingga saat ini, belum ada kasus penyakit yang dikonfirmasi terkait dengan produk yang terlibat. Gejala utama yang perlu diwaspadai adalah muntah hebat yang biasanya terjadi antara 30 menit hingga 6 jam setelah terpapar. Gejala sekunder yang mungkin terjadi meliputi diare dan lesu yang tidak biasa.

Jika tidak ada gejala yang muncul, tidak perlu khawatir akan dampak kesehatan. Jika Mama memiliki kekhawatiran tentang kesehatan atau nutrisi bayi, Mama bisa berkonsultasi berbicara dengan dokter anak.

Terlepas dari ada atau tidaknya gejala, orangtua diinstruksikan untuk menghentikan penggunaan produk sesuai dengan pemberitahuan penarikan BPOM (cek dulu kode produksinya, ya, Ma).

Apa yang Harus Dilakukan jika Bayi Terlanjur Mengonsumsi Susunya?

Pexels/Towfiqu barbhuiya
Pexels/Towfiqu barbhuiya

BPOM mengimbau agar masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 (nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1) untuk segera menghentikan penggunaan produk. Kembalikan produk tersebut ke tempat pembelian atau hubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia untuk proses pengembalian atau penukaran.

Mama disarankan untuk mencari kode yang sesuai di bagian bawah kaleng atau kotak untuk susu formula bubuk atau di bagian bawah kotak luar dan di sisi atau bagian atas wadah untuk susu formula siap pakai.

Menurut BPOM, orangtua tidak perlu khawatir untuk menggunakan atau mengonsumsi produk Nestlé lainnya, termasuk produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets selain yang disebutkan di atas. Tapi jika Mama ingin menggantinya dengan produk lain, Mama disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Itu rangkuman informasi tentang susu formula yang ditarik peredarannya di Indonesia oleh BPOM. Apakah si Kecil juga minum produk susu formula ini, Ma?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More

Jadi Papa, Ini 8 Foto Nino Fernandez Mengurus Bayinya

15 Jan 2026, 15:27 WIBBaby