Pexels.com/Maleen Fotograpia
1. Belum bisa tidur secara mandiri
Bayi yang selalu membutuhkan ASI, susu, gendongan, atau ayunan untuk tertidur mungkin belum terbiasa menenangkan dirinya sendiri saat mengantuk atau terbangun di malam hari.
Cara mengatasinya:
Berikan susu sekitar 30 menit sebelum tidur, lalu letakkan bayi di tempat tidurnya saat sudah mengantuk tetapi belum terlelap. Lakukan rutinitas yang konsisten agar si Kecil perlahan belajar tidur sendiri.
2. Masih sering terbangun untuk menyusu
Setelah usia 6 bulan, sebagian bayi sudah tidak membutuhkan menyusu di tengah malam. Namun, kebiasaan menyusu atau digendong setiap kali terbangun bisa membuat bayi sulit kembali tidur tanpa bantuan Mama.
Cara mengatasinya:
Bantu bayi belajar menenangkan diri dan kembali tidur secara mandiri. Jika ingin mengurangi atau menghentikan menyusu di malam hari, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak.
3. Bangun terlalu pagi
Si Kecil mungkin terbangun sebelum waktunya dan sulit kembali tidur. Jadwal tidur siang atau waktu tidur malam yang kurang sesuai bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Cara mengatasinya:
Coba sesuaikan jadwal tidur siang dan waktu tidur malam bayi. Pastikan kamar tetap gelap, tenang, dan minim suara agar si Kecil tidak mudah terbangun.
4. Tidur terganggu karena tumbuh gigi
Rasa tidak nyaman pada gusi saat tumbuh gigi dapat membuat bayi lebih rewel dan sering terbangun pada malam hari. Biasanya, kondisi ini disertai tanda seperti banyak mengeluarkan air liur, gemar menggigit, atau lebih rewel saat makan.
Cara mengatasinya:
Berikan teether dan tenangkan si Kecil dengan suara lembut atau tepukan ringan. Jika nyeri terasa mengganggu, konsultasikan dengan dokter mengenai pereda nyeri yang aman sesuai usia bayi.
Itu dia beberapa penyebab kenapa bayi susah tidur berdasarkan usianya.
Dengan mengenali penyebabnya, Mama bisa membantu si Kecil mendapatkan waktu istirahat yang lebih nyaman dan berkualitas.