Pexels/Agung Pandit Wiguna
1. Proses pencernaan yang cepat.
Saat sistem pencernaan si Kecil bekerja lebih cepat dari biasanya, empedu belum sempat berubah warna sepenuhnya sehingga feses tampak hijau.
Melansir Vinmec, feses berlendir juga lebih sering ditemukan pada si Kecil yang mengonsumsi ASI karena ASI dicerna dengan sangat efisien sehingga sisa yang keluar didominasi lendir alami usus.
2. Reaksi terhadap makanan atau alergi protein susu sapi.
Menurut Vinmec, si Kecil yang masih ASI eksklusif bisa saja bereaksi terhadap makanan tertentu yang Mama konsumsi, seperti produk susu atau makanan pedas, meski hanya lewat ASI.
Feses hijau yang disertai darah dan lendir bisa jadi tanda alergi protein susu sapi yang butuh perhatian lebih.
3. Infeksi virus atau bakteri.
Dikutip dari Healthline, infeksi virus atau bakteri, seperti flu perut, dapat mengiritasi usus dan memicu produksi lendir berlebih pada feses. Gejala penyerta yang biasanya muncul antara lain demam, rewel, dan muntah.
4. Tumbuh gigi.
Saat si Kecil mulai tumbuh gigi, produksi air liur meningkat drastis dan sebagian tertelan masuk ke saluran cerna. Menurut Vinmec, kondisi ini bisa mengiritasi usus dan memunculkan lendir pada feses, jadi wajar-wajar saja terjadi di masa tumbuh gigi.