Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

6 Perubahan pada Kaki Bayi Baru Lahir yang Perlu Diwaspadai Orangtua

6 Perubahan pada Kaki Bayi Baru Lahir yang Perlu Diwaspadai Orangtua
Pexels/Pixabay
Intinya Sih
  • Kondisi kaki bayi baru lahir bisa menjadi petunjuk awal kesehatan, dengan beberapa perubahan seperti kulit mengelupas tergolong normal, namun lainnya perlu diwaspadai dan diperiksa dokter.
  • Perubahan seperti pembengkakan, kemerahan, kebiruan, atau bentuk tidak biasa dapat menandakan infeksi, gangguan sirkulasi, hingga kelainan bawaan seperti clubfoot atau polidaktili.
  • Penanganan dini oleh dokter penting agar penyebab perubahan kaki bayi dapat diketahui dan ditangani tepat waktu demi mendukung tumbuh kembang optimal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kondisi kaki bayi baru lahir ternyata tidak hanya berperan dalam mendukung tumbuh kembangnya, tetapi juga dapat menjadi petunjuk awal mengenai kesehatannya. Beberapa perubahan, seperti kulit kaki yang mengelupas, umumnya masih tergolong normal. Namun, ada pula tanda-tanda tertentu yang perlu diwaspadai karena bisa mengindikasikan adanya gangguan kesehatan sejak lahir.

Misalnya, kaki yang terus membengkak, berwarna kemerahan, tampak kebiruan, hingga memiliki bentuk yang tidak biasa. Meski tidak selalu menandakan penyakit serius, perubahan tersebut sebaiknya tidak diabaikan dan perlu dievaluasi oleh dokter agar penyebabnya dapat diketahui sedini mungkin.

Untuk membantu Mama mengenali perbedaannya, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa perubahan pada kaki bayi baru lahir yang normal maupun yang perlu segera diperiksakan ke dokter.

1. Pembengkakan pada kaki (swelling)

Pembengkakan pada kaki (swelling)
Pexels/Carolin Wenske

Pembengkakan pada kaki bayi baru lahir dapat terjadi karena trauma saat persalinan sehingga jaringan lunak mengalami pembengkakan sementara. Dikutip dari Mayo Clinic, pembengkakan ringan yang membaik dalam beberapa hari setelah lahir biasanya tidak berbahaya.

Namun, bila pembengkakan terjadi pada satu kaki, atau disertai kemerahan dan demam, kondisi ini perlu dievaluasi karena dapat berkaitan dengan limfedema, infeksi, atau gangguan sirkulasi. Apalagi jika pembengkakan disertai demam atau tidak kunjung membaik, bayi perlu segera diperiksa oleh dokter segera.

2. Kaki tampak kemerahan (redness)

Kaki tampak kemerahan (redness)
Pexels/SERHAT TUĞ

Kemerahan pada kaki bayi bukan kondisi yang normal bila disertai bengkak, terasa hangat, atau bayi tampak tidak nyaman. Gejala tersebut dapat mengarah pada infeksi kulit seperti selulitis yang memerlukan pemeriksaan dan pengobatan segera, dikutip dari NHS.

Selain berwarna merah, kaki bayi dapat terasa hangat, membengkak, dan bayi tampak rewel atau mengalami demam. Infeksi seperti ini memerlukan penanganan medis, termasuk pemberian antibiotik bila diperlukan.

3. Kaki berwarna kebiruan (blue foot)

Kaki berwarna kebiruan (blue foot)
Pinterest.com

Warna kebiruan pada kaki dapat disebabkan oleh sirkulasi darah yang belum sempurna, terutama pada beberapa jam pertama setelah bayi lahir. Kondisi ini dikenal sebagai akrosianosis dan umumnya normal selama bibir serta lidah bayi tetap berwarna merah muda.

Namun, ada beberapa tanda kebiruan pada kaki yang perlu diwaspadai. Mengacu dari American Academy of Pediatrics (AAP) warna biru menetap atau juga tampak pada bibir dan lidah, kondisi tersebut dapat menandakan kurangnya oksigen akibat gangguan jantung atau paru-paru dan harus segera ditangani dan harus segera mendapat pertolongan medis.

4. Clubfoot (kaki pengkor)

Clubfoot (kaki pengkor)
en.wikipedia.org

Clubfoot atau congenital talipes equinovarus adalah kelainan bawaan yang membuat kaki bayi mengarah ke bawah dan ke dalam. Kondisi ini bukan disebabkan oleh kesalahan orangtua selama kehamilan. Dikutip dari Mayo Clinic, kondisi ini tidak akan membaik dengan sendirinya sehingga perlu ditangani sejak dini.

Penanganan clubfoot umumnya menggunakan metode ponseti berupa pemasangan gips bertahap, prosedur kecil pada tendon achilles bila diperlukan, dan penggunaan brace. Hasil pengobatan paling baik jika dimulai beberapa minggu setelah lahir.

5. Jari kaki lebih dari lima (extra toe)

Jari kaki lebih dari lima (extra toe)
Pexels/Mikhail Maslov

Jari kaki lebih dari lima atau disebut polidaktili. Ini merupakan kelainan bawaan ketika bayi lahir dengan jari tangan atau jari kaki tambahan. 

Jari ekstra dapat berupa jaringan lunak saja atau memiliki tulang lengkap. Penanganannya disesuaikan dengan bentuk dan fungsinya, dan pada beberapa kasus dapat dilakukan operasi untuk mengangkat jari tambahan. 

Sebagian kasus hanya berupa tonjolan jaringan lunak, tetapi ada pula yang memiliki tulang dan sendi lengkap. Penanganannya bergantung pada bentuk serta fungsinya. Jika diperlukan, dokter bedah ortopedi atau bedah anak dapat melakukan operasi untuk mengangkat jari tambahan.

6. Kulit kaki mengelupas atau pecah-pecah (cracks or peeling)

Kulit kaki mengelupas atau pecah-pecah (cracks or peeling)
Pexels/br prch

Kulit kaki yang mengelupas ringan pada bayi baru lahir merupakan kondisi yang sangat umum, terutama pada bayi yang lahir melewati perkiraan tanggal persalinan (post-term). Hal ini terjadi karena lapisan kulit luar mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar rahim.

Mayo Clinic menyebut pengelupasan terjadi karena lapisan kulit luar menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar rahim dan biasanya membaik dalam beberapa minggu tanpa pengobatan khusus. Selama tidak disertai luka, perdarahan, lepuh, atau tanda infeksi, kondisi ini biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus dan akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Itulah tadi informasi mengenai perubahan pada kaki bayi baru lahir yang normal maupun berbahaya. Ingat, ya, tidak semua perubahan pada kaki bayi merupakan tanda penyakit.

Namun, jika perubahan ini tidak kunjung menghilang atau menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi segera diperiksakan ke dokter spesialis anak agar penyebabnya dapat dipastikan dan ditangani sedini mungkin.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More