Ini Patokannya! Waktu yang Tepat Memberikan Anak HP Sendiri

Sudah pas belum ya anak punya handphone?

16 Desember 2018

Ini Patokan Waktu Tepat Memberikan Anak HP Sendiri
maxpixel.freegreatpicture

Memisahkan diri dari gadget sekarang ini termasuk hal yang sulit dilakukan.

Ponsel pun tak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tapi juga sumber hiburan bagi kebanyakan orang. Kalau Mama dan Papa saja susah melepaskan diri dari gadget, wajar jika anak mama ikut kecanduan. Berawal dari meminjam gadget milik orangtuanya, lama-lama anak ingin memilikinya sendiri.

Bagaimana jika hal ini terjadi?

Apakah Mama akan langsung mengabulkan?

Toh, sekarang banyak anak SD yang sudah sibuk dengan ponsel pintarnya masing-masing. Entah main game, mengakses media sosial, atau browsing apapun.

Sebenarnya berapa ya usia yang tepat untuk memberikan gadget pada anak? Simak tipsnya berikut ini, yuk!

Tentukan Tujuan Utama Memberikan Ponsel Pada Anak

Tentukan Tujuan Utama Memberikan Ponsel Anak
commons.wikimedia.org

Memang tidak ada salahnya membelikan ponsel untuk anak, apalagi jika kebutuhannya mendesak.

Kebutuhan seperti apa?

Sekarang ini, demi mendapat pendidikan dari sekolah bermutu bagus, banyak orangtua yang rela mengirim anaknya ke sekolah yang berjarak cukup jauh dari rumah. Dalam hal ini, fungsi ponsel cukup penting agar si Anak bisa segera menghubungi orangtua jika membutuhkan sesuatu yang bersifat mendadak.

Selain itu, kini juga banyak Mama yang bekerja untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Ia akan berada di rumah bersama pengasuh atau saudara. Bisa juga dititipkan di rumah kerabat atau tempat penitipan anak.

Nah, keberadaan ponsel di sini sangat penting untuk memudahkan komunikasi anak dengan orangtua. Mama atau Papa bisa dengan mudah menanyakan kabar dan mengecek kondisinya.

Pertimbangkan Fitur Ponsel dan Berikan Edukasi

Pertimbangkan Fitur Ponsel Berikan Edukasi
Flickr

Jika Mama memutuskan untuk memberikan ponsel pribadi pada anak, jangan lupa mempertimbangkan fitur-fiturnya.

Tidak perlu membelikan ponsel dengan RAM besar, resolusi kamera yang berlebihan, dan harga mahal. Cukup ponsel yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dan bisa memberinya hiburan lewat aplikasi game.

Pertimbangkan juga akses internet yang dipasang di ponsel. Tentukan apakah Mama ingin memberi kebebasan akses, atau mematikannya sehingga si Anak hanya bisa menggunakan aplikasi telepon, pesan, serta offline game.

Editors' Picks

Tetapkan Aturan

Tetapkan Aturan
creativecommonsimages/ Nick Youngson

Mengizinkan anak memiliki ponsel sendiri harus disertai dengan aturan main. Kalau tidak, asyiknya fitur-fitur dari ponsel pintar bisa membuatnya kecanduan.

Aturan yang sebaiknya Mama terapkan adalah:

  1. Larangan membawa ponsel ke meja makan, atau mengoperasikannya sambil menyantap makanan.
  2. Memberi batasan screen time agar anak tidak hanya berfokus pada ponsel. Ia harus memiliki kegiatan di luar untuk perkembangan motorik dan sosialnya.
  3. Larangan mengakses ponsel saat jam belajar atau mengerjakan tugas.
  4. Memberi aturan tegas tak hanya untuk si Anak tapi juga seluruh anggota keluarga, untuk meninggalkan sejenak ponselnya saat family time. Posisikan ponsel hanya sebagai alat komunikasi dan hiburan saat mereka sedang bersantai sendiri.

Mengikuti Cara Bill Gates

Mengikuti Cara Bill Gates
Flickr
Bill Gates

Siapa yang enggak kenal Bill Gates?

Bos Microsoft ini adalah seorang ayah dari tiga orang anak. Dikutip dari Tenpay.com, Dalam kehidupan sehari-hari, Bill dan istrinya punya aturan ketat soal gadget untuk anak.

Meski concern dengan dunia teknologi informatika, Bill memutuskan untuk tidak memberikan gadget pada anaknya sebelum mereka berusia 14 tahun.

Mama boleh mengikuti atau tidak cara Bill Gates ini.

Jika mempertimbangkan kesiapan mental anak, memberinya ponsel pribadi di usia yang masih terlalu kecil bisa membuatnya terpapar dampak negatif. Ia belum siap menghadapi dan menyaring informasi yang didapat dari internet. Tapi selama Mama dan Papa mampu mengawasi penggunaannya, sah-sah saja mempercayakan ponsel pada Si Kecil.

Jadi, keputusan ada di tangan Mama, nih!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!