“Untuk mengatasi picky eater, biasanya kita lebih baik mencegah. Mulai sedini mungkin beri makan anak seimbang. Ada nasi, lauk, sayur, dan buah. Kalau dari awal kita membiasakan anak, anak jadi biasa,” jelas dr. Nany Leksokumoro, Sp. GK selaku Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Eka Hospital Pluit saat sesi Popmama Talk edisi Januari 2026.
Cara Menghadapi Anak Picky Eater dengan Tepat Menurut Dokter Gizi

- Anak perlu dikenalkan dengan pola makan seimbang sejak dini untuk mengatasi picky eater
- Menciptakan suasana makan yang menyenangkan dan kondusif bagi anak agar kebiasaan picky eater bisa diubah
- Mama dan Papa perlu meluangkan waktu untuk makan bersama di rumah sebagai role model pola makan sehat bagi anak
Menghadapi anak yang susah makan atau picky eater memang bisa membuat orangtua merasa khawatir. Terlebih, jika anak sedang berada di fase tumbuh kembangnya.
Tak jarang, orangtua merasa kehabisan ide karena anak hanya mau makan makanan tertentu dan menolak sayur atau lauk bergizi lainnya.
Padahal, asupan nutrisi seimbang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Berikut Popmama.com siap membahas cara menghadapi anak picky eater dengan tepat menurut dokter gizi.
1. Biasakan pola makan seimbang sejak dini

Langkah terbaik dalam menghadapi picky eater ada baiknya dimulai dari pencegahan. Anak perlu dikenalkan dengan pola makan seimbang sejak dini agar terbiasa dengan berbagai jenis makanan.
Dalam satu piring makan si Kecil, sebaiknya Mama sudah membiasakan anak dalam memakan karbohidrat, lauk pauk, sayur, dan buah.
2. Tetap sabar dan ciptakan suasana makan yang menyenangkan

Jika anak sudah terlanjur menjadi picky eater, orangtua tidak perlu langsung merasa putus asa. Kebiasaan picky eater anak masih bisa diubah, asalkan Mama sabar dan konsisten menghadapinya.
Salah satu kunci yang bisa dilakukan adalah menciptakan suasana makan yang kondusif dan menyenangkan bagi anak.
“Tapi kalau sudah (terlanjur menjadi) picky eater? Jangan putus asa. Karena itu semua masih bisa diatasi dengan kesabaran. Berikan suasana kondusif. Anak dibikin gembira ketika makan, misalnya bikin bola-bola nasi yang di dalamnya ada sayur, itu kan nggak keliatan. Lama-lama anak jadi bisa menerima,” ungkap dr. Nany Leksokumoro, Sp. GK.
3. Mama dan Papa perlu meluangkan waktu untuk makan bersama di rumah

Makan bersama keluarga ternyata memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan makan anak. Meski hanya sebentar, dr. Nany menyarankan agar Mama dan Papa tetap mengusahakan momen makan bersama di rumah secara rutin.
“Jangan lupa sebagai mama dan papa, walaupun sebentar, usahakan makan bersama di rumah. Dari situ, anak melihat, adanya makan bersama yang nyaman. Kenyamanan ini menimbulkan rasa senang, aman, jadi dia makan begitu nikmat,” ujar dr. Nany Leksokumoro, Sp. GK.
Rasa aman dan nyaman yang tercipta saat makan bersama akan membuat anak lebih rileks. Ketika anak merasa senang, mereka cenderung lebih mudah menerima makanan dan menikmati proses makan tanpa drama.
4. Orangtua menjadi role model pola makan sehat anak

Selain makan bersama, peran orangtua sebagai contoh juga sangat penting. Anak adalah peniru ulung, sehingga apa yang Mama dan Papa konsumsi sehari-hari akan sangat memengaruhi kebiasaan makan anak.
“Orangtua juga bisa mengatur pola makan anak jika makan bersama. Jadi jangan lupa mama dan papa harus menyantap makanan yang seimbang agar ditiru anak. Artinya ada nasi, lauk pauk, sayur, dan buah,” pungkas dr. Nany Leksokumoro, Sp. GK.
Dengan melihat orangtuanya menikmati makanan sehat, anak akan belajar bahwa makan sayur dan buah adalah kebiasaan yang wajar.
Secara perlahan, picky eater pun bisa teratasi melalui contoh nyata yang diberikan setiap hari di rumah.
Demikian pembahasan mengenai cara menghadapi anak picky eater dengan tepat menurut dokter gizi. Kebiasaan picky eater pada anak bukanlah hal yang mustahil untuk diatasi.
Perlahan namun konsisten, anak pun bisa belajar menikmati makanan sehat sebagai bagian dari keseharian yang menyenangkan.
POPMAMA TALK Januari 2026 - dr. Nany Leksokumoro, Sp. GK
Spesialis Gizi Klinik dari Eka Hospital Pluit
Senior Editor - Novy Agrina
Editor - Onic Metheany & Denisa Permataningtias
Content Writer - Putri Syifa Nurfadilah & Sania Chandra Nurfitriana
Script - Sania Chandra Nurfitriana
Social Media - Irma Erdiyanti
Photographer - Hari Firmanto
Videographer - Hari Firmanto
Video Editor - Hari Firmanto
Design - Aristika Medinasari


















