Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bolehkah Ibu Hamil Makan Shabu-Shabu? Ketahui Batas Amannya
Pexels/MarkusWinkler
  • Ibu hamil boleh makan shabu-shabu jika semua bahan, terutama daging, direbus hingga matang sempurna untuk menekan risiko infeksi Listeria, Salmonella, dan Toxoplasma.

  • Kebersihan perlu dijaga dengan mencuci sayuran dan jamur, memisahkan alat untuk bahan mentah serta matang, dan menghindari saus telur mentah atau mayones belum dipasteurisasi.

  • Pilih kuah ringan seperti kaldu ayam, kaldu sapi, atau dashi/konbu, batasi garam dan porsi makan agar lambung sensitif selama kehamilan tetap nyaman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Shabu-shabu menjadi salah satu pilihan makanan yang cukup populer karena memungkinkan kita memilih sendiri berbagai bahan makanan, mulai dari daging, seafood, sayuran, hingga jamur.

Hidangan berkuah ini juga terasa semakin nikmat ketika disantap dalam keadaan hangat. Meski begitu, ibu hamil perlu lebih berhati-hati ketika menikmati shabu-shabu di restoran all you can eat (AYCE). 

Lantas, bolehkah ibu hamil makan shabu-shabu? Simak pembahasannya telah Popmama.com siapkan. 

Bolehkah Ibu Hamil Makan Shabu-Shabu?

Pixabay/ngd3

Ibu hamil tetap boleh menikmati shabu-shabu selama memperhatikan keamanan makanan yang dikonsumsi. Hidangan hotpot seperti shabu-shabu sebenarnya bisa menjadi pilihan yang sangat sehat karena kaya akan protein dari daging serta vitamin dan asam folat dari sayuran hijau.  

Hal paling penting yang perlu diperhatikan ibu hamil ketika makan shabu-shabu adalah tingkat kematangan makanan. Hindari mengonsumsi daging yang masih berwarna merah atau belum matang sempurna, termasuk daging dengan tingkat kematangan medium rare. 

Sebaiknya, rebus daging di dalam kuah yang mendidih sampai bagian dalamnya benar-benar matang. Memasak bahan makanan hingga matang dapat membantu membunuh bakteri maupun parasit yang berpotensi menyebabkan infeksi. 

Ibu hamil memang perlu lebih waspada karena infeksi dari makanan, seperti Listeria, Salmonella, dan Toxoplasma, dapat menimbulkan risiko bagi kehamilan.

Selain tingkat kematangan daging, perhatikan juga kebersihan bahan lainnya. Sayuran, jamur, dan pelengkap shabu-shabu sebaiknya sudah dicuci dengan baik sebelum dimasukkan ke dalam kuah.

Ibu hamil juga dianjurkan menggunakan sumpit atau penjepit yang berbeda untuk mengambil bahan mentah dan makanan yang sudah matang. Jangan menggunakan alat yang sama untuk mengambil daging mentah lalu digunakan untuk menyantap makanan matang karena dapat menyebabkan kontaminasi silang.

Panduan Aman Makan Shabu-Shabu untuk Ibu Hamil

Pexels/Đậu Photograph

Jika ibu hamil ingin menikmati shabu-shabu, pastikan untuk menerapkan langkah-langkah keselamatan berikut ini:

  1. Pastikan Daging Benar-Benar Matang
    Jangan mengonsumsi daging yang masih berwarna merah atau setengah matang (medium rare). Rebus daging di dalam kuah yang mendidih hingga warnanya berubah sepenuhnya untuk memastikan semua kuman mati.

  2. Pisahkan Sumpit Daging Mentah dan Matang
    Gunakan sumpit atau capitan khusus yang berbeda untuk mengambil daging mentah dan memasukkannya ke dalam pot. Jangan menggunakan sumpit yang sama untuk memakan daging yang sudah matang guna menghindari kontaminasi silang. 

  3. Pilih Sayuran yang Bersih
    Pastikan sayuran, jamur, dan bahan pelengkap lainnya sudah dicuci bersih sebelum dimasukkan ke dalam kuah. 

  4. Hati-Hati dengan Saus Pelengkap
    Ibu hamil sebaiknya menghindari saus berbahan dasar telur mentah atau mayones yang belum dipasteurisasi. Pastikan saus yang Mama konsumsi aman dan higienis. 

  5. Hindari Makan Berlebihan
    Makan dalam porsi sewajarnya. Makan terlalu banyak atau terlalu kenyang saat hamil dapat memicu masalah pencernaan seperti mual, kembung, begah, hingga muntah.

Pilihan Kuah yang Aman untuk Lambung Ibu Hamil

Pexels/makafood

Untuk ibu hamil, pemilihan jenis kuah shabu-shabu sangat penting karena memengaruhi kenyamanan pencernaan dan kadar garam (natrium) yang masuk ke tubuh. 

Selama kehamilan, lambung menjadi lebih sensitif dan konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (preeklamsia). Berikut beberapa kuah yang direkomendasikan untuk membuat lambung tetap aman dan nyaman, antara lain:

  • Kaldu Ayam Jernih (Chicken Broth / Tori Paitan): Kuah ini adalah pilihan paling aman. Rasanya gurih alami, ringan di lambung, dan tidak memicu mual (morning sickness).

  • Kaldu Sapi Jernih: Sama seperti kaldu ayam, kuah sapi jernih memberikan nutrisi tambahan tanpa membuat pencernaan bekerja terlalu keras.

  • Kuah Dashi / Konbu (Rumput Laut): Kuah khas Jepang ini sangat ringan dan rendah kalori. Rumput laut juga mengandung yodium yang baik untuk perkembangan otak janin, asalkan tidak dikonsumsi berlebihan.

Itu dia informasi mengenai ibu hamil makan shabu-shabu. Dengan memperhatikan beberapa hal di atas, ibu hamil tetap dapat menikmati shabu-shabu dengan lebih aman dan nyaman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article