Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Lala Nabila Raih Rekor MURI usai Ikut Hyrox saat Hamil 24 Minggu

Lala Nabila Raih Rekor MURI usai Ikut Hyrox saat Hamil 24 Minggu
Instagram.com/lalanabil.a
Intinya Sih
  • Lala Nabila mengikuti kompetisi HYROX Osaka saat hamil 24 minggu dan berhasil menyelesaikannya dengan waktu 2 jam 21 menit berkat persiapan fisik serta konsultasi medis yang matang.
  • Ia telah merencanakan keikutsertaan sejak sebelum mengetahui kehamilan, tetap mendaftar meski sempat ragu, dan akhirnya tampil secara individu tanpa memberi tahu banyak orang hingga lomba selesai.
  • Keberhasilannya membuat Lala meraih Rekor MURI sebagai ibu hamil pertama dari Indonesia yang ikut HYROX, sekaligus menginspirasi perempuan untuk tetap aktif selama kehamilan dengan memperhatikan batas tubuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kehamilan sering kali membuat banyak perempuan lebih berhati-hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Meski demikian, bukan berarti ibu hamil harus berhenti bergerak sepenuhnya. 

Selama kondisi kehamilan sehat dan telah mendapatkan izin dari tenaga medis, tetap aktif bergerak dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran tubuh.

Hal tersebut dibuktikan oleh Lala Nabila yang tetap menjalani rutinitas olahraga di usia kehamilan 24 minggu. Ia bahkan berhasil menuntaskan kompetisi HYROX dan mencatatkan namanya sebagai peraih Rekor MURI.

Berikut Popmama.com telah merangkum kisah Lala Nabila raih rekor MURI usai ikut Hyrox saat hamil 24 minggu.

1. Lala Nabila mengikuti Hyrox saat hamil 24 minggu

Lala Nabila raih rekor MURI usai ikut Hyrox saat hamil 24 minggu
Instagram.com/lalanabil.a

Banyak ibu hamil memilih membatasi aktivitas fisik untuk menjaga kondisi diri dan janin. Namun, hal tersebut tidak membuat Lala Nabila meninggalkan rutinitas olahraganya. Saat usia kehamilannya memasuki 24 minggu, ia memutuskan mengikuti kompetisi HYROX Osaka yang diselenggarakan di Jepang.

Keikutsertaannya pun menjadi sorotan karena HYROX merupakan ajang olahraga yang mengombinasikan lari dengan berbagai latihan fungsional berintensitas tinggi. Meski tengah mengandung, Lala tetap mampu menjalani setiap tantangan dengan penuh semangat. Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. 

Sebelum berlaga, Lala telah mempersiapkan diri secara menyeluruh, mulai dari menjaga kebugaran fisik, memantapkan kesiapan mental, rutin berkonsultasi dengan dokter kandungan, hingga menyiapkan rencana cadangan apabila muncul kondisi yang tidak diinginkan. Berkat persiapan yang matang, ia berhasil mencapai garis finis dengan catatan waktu 2 jam 21 menit.

2. Sudah berencana ikut Hyrox sebelum tahu hamil

Hamil 24 minggu, Lala Nabila raih rekor MURI di kompetisi Hyrox
Instagram.com/lalanabil.a

Lala Nabila memang telah lama menjalani gaya hidup aktif dengan rutin berolahraga. Bahkan, keinginannya mengikuti HYROX Jepang sudah direncanakan sejak Agustus bersama partner latihannya. 

Setelah jadwal perlombaan dibuka, keduanya langsung menyusun program latihan untuk tampil pada kompetisi yang digelar Januari. Di tengah persiapan tersebut, Lala mengetahui bahwa dirinya tengah hamil 7 minggu. 

Meski sempat ragu, ia tetap memutuskan mendaftar karena ingin mewujudkan rencana yang telah disusun sejak lama. Keputusan itu pun diambil setelah melalui berbagai pertimbangan.

“Tapi aku penasaran. Aku tetap daftar secara diam-diam sebenarnya,” ungkap Lala dalam sebuah wawancara.

Sayangnya, partner latihannya memilih mengundurkan diri karena khawatir dengan risiko yang mungkin terjadi pada kehamilan Lala. Alhasil, Lala mengikuti HYROX secara individu (single) dan memilih merahasiakan keputusannya dari banyak orang, termasuk sang suami, hingga perlombaan selesai.

3. Lala mengutamakan keselamatan dan mendengarkan kondisi tubuh

Hamil 24 minggu, Lala Nabila raih rekor MURI di kompetisi Hyrox
Instagram.com/lalanabil.a

Sejak memutuskan mengikuti HYROX, Lala Nabila telah menetapkan batasan yang jelas untuk dirinya sendiri. Ia berkomitmen akan segera menghentikan latihan maupun perlombaan apabila merasakan tanda-tanda yang mengkhawatirkan, seperti kontraksi atau ketidaknyamanan pada tubuh. 

Lala juga menegaskan bahwa keikutsertaannya di HYROX bukan untuk mengejar kemenangan ataupun mencatatkan waktu terbaik. Ia hanya ingin merasakan pengalaman baru sekaligus menunjukkan bahwa perempuan tetap dapat aktif selama hamil, asalkan memahami batas kemampuan tubuh dan tidak memaksakan diri.

“Tujuan nya memang adalah untuk menjaga endurance,” ungkapnya.

Tak hanya konsisten berolahraga, Lala juga memberi perhatian besar pada asupan nutrisi dan proses pemulihan tubuh selama kehamilan. Menurutnya, pola makan bergizi dan waktu istirahat yang cukup memiliki peran yang sama pentingnya dengan latihan fisik.

4. Berhasil meraih Rekor MURI sebagai wanita hamil pertama yang mengikuti kompetisi HYROX

Lala Nabila raih rekor MURI usai ikut Hyrox saat hamil 24 minggu
Instagram.com/lalanabil.a

Keikutsertaan Lala Nabila di ajang HYROX Osaka membuahkan pencapaian yang membanggakan. Ia resmi meraih Rekor MURI sebagai ibu hamil pertama di Indonesia yang mengikuti kompetisi HYROX.

Usai menyelesaikan seluruh rangkaian perlombaan, Lala sebenarnya berencana menyimpan kabar tersebut hingga kembali ke Tanah Air.

Namun, rencana itu berubah ketika akun resmi HYROX Japan mengunggah foto dirinya hanya beberapa jam setelah kompetisi berakhir. Unggahan tersebut pun langsung menarik perhatian publik dan membuat kisah Lala menjadi perbincangan. 

“Sebenernya tuh kehamilan, nggak membuat perempuan tuh harus stop. Tetapi bisa kita jalani. Dengan lebih mindful sebenarnya. As long as kita mindful. Kita tetap bergerak,” ungkap Lala.

Melalui pengalamannya, Lala berharap dapat menginspirasi lebih banyak Mama untuk tetap aktif bergerak selama kehamilan dengan menyesuaikan kondisi tubuh dan mengikuti anjuran tenaga medis.

5. Bolehkah ibu hamil ikut Hyrox?

Hamil 24 minggu, Lala Nabila raih rekor MURI di kompetisi Hyrox
Instagram.com/lalanabil.a

Ibu hamil tetap boleh berolahraga selama kondisi kehamilannya sehat dan tidak memiliki komplikasi. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), aktivitas fisik secara rutin selama kehamilan tidak meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir dengan berat badan rendah, maupun persalinan prematur. 

Meski demikian, HYROX termasuk olahraga dengan intensitas tinggi yang menggabungkan lari dan berbagai latihan fungsional, sehingga tidak dapat dilakukan sembarangan selama kehamilan. Setiap ibu memiliki kondisi kehamilan yang berbeda, sehingga kemampuan tubuh dalam beraktivitas pun tidak sama. 

Oleh karena itu, Mama yang ingin mencoba olahraga seperti HYROX sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Selain itu, latihan juga perlu dilakukan di bawah pengawasan pelatih profesional agar tetap aman bagi Mama dan janin.

Itu dia rangkuman mengenai kisah Lala Nabila raih rekor MURI usai ikut Hyrox saat hamil 24 minggu. Lewat pengalamannya, Lala Nabila membuktikan bahwa setiap Mama tetap bisa menjalani kehamilan secara aktif dengan persiapan yang tepat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More