Amankah Menambahkan Cuka Apel untuk MPASI Bayi?

Memberikan cuka apel untuk bayi sebetulnya boleh, tapi perhatikan hal-hal ini dulu ya, Ma

18 November 2021

Amankah Menambahkan Cuka Apel MPASI Bayi
helosehat.com
menambahkan cuka apel untuk MPASI bayi.

Makanan pendamping air susu ibu (MPASI) adalah makanan bergizi yang diberikan pada bayi yang telah berusia 6 bulan.

MPASI harus diberikan sesuai dengan takaran tertentu guna memenuhi kebutuhan gizi si Kecil.  Meski begitu, pemberian MPASI tidak serta merta menggantikan peran ASI.

ASI tetap harus diberikan sampai bayi menginjak usia 24 bulan, supaya kebutuhan gizi si Kecil bisa terpenuhi secara maksimal.

MPASI memang penting, namun, tidak boleh diberikan secara sembarangan. Mama harus memperhatikan apa saja yang boleh dan tidak diberikan untuk si Kecil.

Lalu, amankah menambahkan cuka apel untuk MPASI bayi? Berikut Popmama.comrangkum jawabannya untuk Mama. Yuk, disimak!

Editors' Picks

Prinsip Pemberian MPASI untuk Bayi

Prinsip Pemberian MPASI Bayi
Pexels/vanessa-loring

Sebelum menjawab apakah cuka apel aman atau tidak untuk MPASI bayi, sebaiknya Mama mengetahui terlebih dahulu beberapa prinsip saat mulai memberikan MPASI pertama pada buah hati.

Itu karena pemberian MPASI yang tepat dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan optimal si Kecil. Berikut ini adalah prinsip yang perlu Mama ketahui.

1. Tepat waktu

MPASI diberikan pada usia yang tepat, yaitu ketika ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil atau ketika ia mulai berusia 6 bulan.

2. Cukup (Adequate)

Menu MPASI harus mengandung nutrisi yang cukup guna memenuhi gizi buah hati, seperti protein, zat besi, dan zinc.

3. Aman dan higienis

Perhatikan kebersihan tangan, bahan makanan dan peralatan makan selama proses pembuatan, penyimpanan, dan penyajian MPASI.

4. Diberikan dengan tepat

Pemberian MPASI harus diberikan dengan cara yang responsif (Responsive feeding), artinya pemberian MPASI dilakukan dengan konsisten sesuai sinyal lapar dan kenyang si Kecil.

Setelah mengetahui prinsip-prinsip pemberian MPASI, Mama juga harus selektif dalam memilih makanan untuk buah hati. Pasalnya tidak semua makanan aman diberikan untuknya.

Selain kandungan gizinya, Mama juga harus memastikan bahwa makanan tersebut tidak memicu alergi pada si Kecil. Misalnya, makanan pemicu alergi seperti kacang, seafood, dan cuka apel.

Apakah Cuka Apel Aman Diberikan untuk MPASI Bayi?

Apakah Cuka Apel Aman Diberikan MPASI Bayi
unsplash.com/kazuend
Memulai MPASI bayi

Dilansir dari Mom Junction, cuka apel boleh digunakan untuk membuat makanan pendamping untuk bayi.

Cuka apel termasuk bahan herbal serbaguna. Yang apabila diberikan pada bayi sebagai makanan pendamping, dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Itu karena, cuka apel mengandung asam asetat, biotin, pektin, polifenol, multivitamin seperti B1, B2, B6 dan C. 

Semua kandungan nutrisi ini sangat membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi, mengatasi refluks asam hingga pereda nyeri.

Namun, tidak semua cuka apel boleh diberikan kepada bayi. Pilihlah cuka apel yang telah disaring, dipasteurisasi dan diencerkan.

Sebab, cuka apel yang tidak disaring dikhawatirkan mengandung bakteri yang membahayakan.

Sementara itu, cuka apel yang tidak diencerkan dapat menyebabkan sensasi terbakar pada perut atau kulit bayi karena memiliki tingkat keasaman mencapai lima persen.

Tips Cara Mengolah MPASI dengan Cuka Apel

Tips Cara Mengolah MPASI Cuka Apel
Pixabay/yalehealth

Bila ingin menggunakan cuka apel untuk MPASI bayi, campurkan 30 ml cuka apel dengan 230 ml air putih terlebih dahulu.

Setelah itu, masukkan satu sendok teh campuran ini ke dalam makanan bayi.

Tapi Ma, pemberian cuka apel ini tidak boleh diberikan setiap hari. Sebab memberikan cuka apel secara rutin dapat menyebabkan resiko alergi atau masalah pada pencernaan si Kecil. 

Bila masih ragu, Mama bisa berkonsultasi kepada dokter anak  sebelum memperkenalkan jenis makanan baru untuk si kecil, termasuk cuka apel. Semoga bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.